3 Ilmu Yang Wajib Dipelajari Dan 5 Ilmu Yang Diharamkan Dipelajari Oleh Setiap Orang Islam.

3 Ilmu yang Wajib dipelajari dan 5 Ilmu yang diharamkan dipelajari oleh setiap Orang Islam.

Mempelajari atau mencari Ilmu yaitu sebuah kewajiban ,Islam tidak pernah membatasi umatnya untuk mencari dan mempelajari ilmu.
Mencari ,menuntut dan mempelajari Ilmu mempunyai keutamaan meraih ridha Allah ,dalam sebuah hadits dijelaskan :

ﻣَﻦْ ﺳَﻠَﻚَ ﻃَﺮِﻳْﻘًﺎ ﻳَﻄْﻠُﺐُ ﻓِﻴْﻪِ ﻋِﻠْﻤًﺎ ﺳَﻠَﻚَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻪِ ﻃَﺮِﻳْﻘًﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْـﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟْـﻤَﻼَﺋِﻜَﺔَ ﻟَﺘَﻀَﻊُ ﺃَﺟْﻨِﺤَﺘَﻬَﺎ ﺭِﺿًﺎ ﻟِﻄَﺎﻟِﺐِ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻴَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﻟِﻠْﻌَﺎﻟِـﻢِ ﻣَﻦْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻭَﺍْﻷَﺭْﺽِ ﺣَﺘَّﻰ ﺍﻟْـﺤِﻴْﺘَﺎﻥُ ﻓِﻰ ﺍﻟْـﻤَﺎﺀِ ﻭَﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟْﻌَﺎﻟِـﻢِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺎﺑِﺪِ ﻛَﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﺎﺋِﺮِ ﺍﻟْﻜَﻮَﺍﻛِﺐِ . ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀَ ﻫُﻢْ ﻭَﺭَﺛَﺔُ ﺍْﻷَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﻟَـﻢْ ﻳَﺮِﺛُﻮﺍ ﺩِﻳْﻨَﺎﺭًﺍ ﻭَﻻَ ﺩِﺭْﻫَﻤًﺎ ﻭَﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻭَﺭَﺛُﻮﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﺧَﺬَﻩُ ﺃَﺧَﺬَ ﺑِﺤَﻆٍّ ﻭَﺍﻓِﺮٍ

Artinya:
Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu lantaran ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air.
Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas jago ibadah menyerupai keutamaan bulan atas seluruh bintang.
Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi.
Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapat potongan yang paling banyak.(al-hadits)
Baca Juga :5 Cara Mendidik Anak Yang dicontohkan Rasulullah SAW
Agama Islam menganjurkan dan memerintah ummatnya untuk mencari ilmu sedari Ayunan hingga hingga keliang lahat(samapai meninggal).

ﺃُﻃْﻠُﺐِ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻬْﺪِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟَّﻠﺤْﺪِ

Artinya :
Carilah ilmu semenjak dari buaian (ayunan) hingga ke liang lahat”(Al Hadits)
Dalam Artian Tidak ada batasan bagi umat Islam untuk memperluas wawasan dan pengetahuannya selagi masih dalam koridor Islami.
Namun, di antara banyak sekali macam ilmu pengetahuan yang ada, ada tiga ilmu pokok yang wajib hukumnya dicari dan dipelajari dan Ada lima Ilmu yang justru diharamkan untuk dipelajari bagi semua muslim.
Apa saja tiga Ilmu yang wajib dipelajari dan Lima Ilmu yang diharamkan itu ?
Ketiga ilmu yang wajib dipelajari ini yaitu Ilmu yang mempunyai kegunaan sebagai pondasi yang akan menopang ilmu-ilmu pengetahuan lainnya, baik yang bersifat agama maupun yang bersifat umum.
Tiga Ilmu yang wajib dicari dan dipelajari seluruh umat muslim adalah sebagai berikut :

1. Yang pertama yaitu Ilmu Tauhid.
Ilmu yang wajib dipelajari seorang muslim yaitu ilmu wacana keberadaan dan keesaan Tuhan.
Sebagai seorang Muslim Harus meyakini mengimani sifat – sifat Allah yang terdiri dari, 20 sifat wajib,  20 sifat tidak mungkin dan sifat ja’iz bagi Allah SWT ,Baca ;20 sifat wajib Alah yang wajib dipelajari.
Ilmu tauhid yaitu Ilmu yang berkenaan  dengan rukun dogma yang wajib dipenuhi dan ditunaikan oleh setiap orang yang mengaku dirinya Muslim.
Ilmu tauhid mengajarkan wacana bagaimana kita harus benar-benar merasakan,mengimani Keberadaan dan  keesaan Allah SWT.

2. Ilmu Fiqih / Hukum Islam.
lmu fiqih Yakni ilmu yang memuat wacana segala Hukum dan aturan pelaksaan ibadah syariat Islam.
Mengajarkan bagaimana cara Wudhu, Shalat yang benar sehingga ibadah menjadi sah, mengajarkan apa saja hal-hal yang membatalkan puasa, bagaimana hukum, tata cara dan aturan berinfak dan banyak sekali hal lainya yang bersangkutan dengan amalan Ibadah Agama Islam.
Karena ibadah seorang muslim yaitu wujud dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Ilmu fiqih menjadi wajib untuk dipelajari ,karena bersangkutan dengan sah atau tidaknya Ibadah seorang muslim.
Suatu ibadah akan sia sia kalau tidak didasari dengan ilmu.

3. Ilmu Akhlaq dan Tasawwuf
Ilmu Akhlaq dan Tasawwuf wajib kita pelajari ,Setelah kita mempelajari wacana keimanan atau keyakinan kita kepada Allah SWT serta Memperbaiki Kualitas ibadah yang kita lakukan.
Ilmu Akhlaq dan tasawwuf.
Ilmu Tasawuf yaitu ilmu pembinaan dengan kesungguhan untuk sanggup membersihkan, memperdalam, mensucikan jiwa atau rohani manusia. Hal ini dilakukan untuk sanggup melaksanakan pendekatan atau taqarub kepada Allah, dengan mengimpelmetasi di dalam kehidupan dan segala hal yang diamalkan fokus hanya untuk Allah semata.
Ilmu tasawwuf sangat berkaitan dengan pembinaan akhlak, pembangunan rohani, perilaku sederhana dalam hidup, dan menjauhi hal-hal dunia yang sanggup melenakan atau melalaikan Allah Swt.
Dengan Ilmu Tasawwuf akan sangat membantu insan dalam mencapai tujuannya dalam hidup yaitu mempersiapkn bekal alam akherat.
Dalam praktiknya tasawwuf sanggup dilakukan oleh siapapun yang ingin membangun adab yang baik, perilaku terpuji, kesucian jiwa, dan kembalinya pada Illahi dalam kondisi yang suci.
pada Intinya Ilmu Tasawwuf  dan Akhlaq yaitu perwujudan keimanan seseorang dalam konteks korelasi dengan insan lainnya ( habluminannas ) Ilmu tasawwuf membantu dan melatih untuk benar-benar mencicipi kedekatan dengan Allah SWT ( Hablumminallah )

Ketiga ilmu di atas yaitu hal yang sangat fundamental yang harus dipelajari setiap muslim , maka untuk memperoleh  ketiga Ilmu tersebut harus diperoleh dan dipelajari dari seorang guru.
Tidak cukup hanya dengan membaca buku atau mempelajari sendiri tanpa bimbingan seorang guru..
3 Ilmu yang Wajib dipelajari dan 5 Ilmu yang diharamkan dipelajari oleh setiap Orang Islam.
Setelah kita mengetahui Ilmu – ilmu yang wajib dipelajari sebagai seorang muslim, kita juga harus mengetahui Ilmu – ilmu yang diharamkan untuk dipelajari.
Ada 5 Ilmu yang diharamkan dengan ijma’ para ulama .

Manusia telah begitu banyak membuat ilmu pengetahuan akan tetapi secara mutlak Ilmu tersebut justru diharamkan bagi kaum muslimin untuk mempelajarinya, lantaran ilmu tersebut berpotensi menimbulakan bahaya.
Dan ilmu tersebut tidak mengandung manfaat bagi kehidupan insan baik di dunia maupun di darul abadi kelak.
Berikut 5 Ilmu  yang diharamkan bagi kaum muslim utuk diperdalam dan dipelajari :

1. As-Sihr (ilmu sihir).
Menurut istilah kata as-sihr memperlihatkan segala sesuatu yang dilakukan secara halus dan lembut atau diam-diam dan sebab-sebab yang menimbulkannya sangat tersembunyi.
Ilmu sihir itu dilakukan melalui ketaatan dan ketundukkan kepada syaithan dengan melaksanakan kerusakan dan kejahatan yang dibisikkannya (syaithan). Firman Allah :

ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﻋَﻠِﻤُﻮﺍ ﻟَﻤَﻦِ ﺍﺷْﺘَﺮَﺍﻩُ ﻣَﺎﻟَﻪُ ﻓﻲِ ﺍْﻷَﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﺧَﻼَﻕٍ ﻭَﻟَﺒِﺌْﺲَ ﻣَﺎﺷَﺮَﻭْﺍ ﺑِﻪِ ﺃَﻧﻔُﺴَﻬُﻢْ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥ.

Artinya :
Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya laba di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS.Al-baqarah 102 )
Ilmu Sihir termasuk salah satu dosa besar yang membawa kepada kehancuran.
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari Bajalah bin Abdah, ia berkata: “Umar bin Khaththab radiallahu’anhu telah tetapkan perintah, yaitu: “Bunuhlah tukang sihir pria atau perempuan” Kata Bajalah bin Abdah selanjutnya: “Maka kamipun melaksanakan eksekusi mati terhadap tiga tukang sihir. (H.R Buhari Muslim)

2. Ath-Thilasmat (Ilmu Mantera / gendam)
Ath-Thilasmat kata jama’ dari kata thilasm.
lailah thilasmah yang artinya malam yang sangat gelap.
kata thilasm juga berarti mantera dan jimat.
Menurut istilah ilmu Mantra yaitu sesuatu gendam yang dipakai untuk mengetahui bagaimana memadukan kekuatan untuk mempengaruhi kekuatan yang lainya,  sehingga terjadi suatu perbuatan yang asing di alam dunia ini, melalui goresan pena dan wafak yang sangat dikenal dikalangan orang-orang yang mempunyai perhatian khusus terhadap ilmu semacam ini.
Objek ilmu matera (jimat) ini yaitu essense dari bintang-bintang, diam-diam bilangan, benda yang mempunyai karetiristik, dan perjalanan bintang-bintang yang dianggap mempunyai efek terhadap benda-benda bumi.
Dilihat dari segi kegunaannya, maka ilmu ini sama sekali tidak memberi manfaat dan hukumnya sama dengan ilmu sihir, sehingga diharamkan untuk mempelajari dan menggunakannya.

3. Ar-Raml (Ilmu Ramal).
Menurut istilah Ilmu Ramal berarti ilmu yang mempelajari cara-cara membuat gambar atau lukisan di atas pasir atau tanah yang lembek (lumpur), kemudian menghapusnya dengan cara menghapus sebagian goresan pena dan membiarkan sebagian goresan pena yang lainnya dengan meletakkan benda dan memakai aba-aba (mantera). Ilmu ini dipakai untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Ilmu ini termasuk ilmu perdukunan dan ilmu nujum (astrologi).

Imam Muslim dalam shahih -nya meriwayatkan dari salah seorang istri Nabi SAW, dia bersabda:

ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﻋَﺮَّﺍﻓًﺎ ﻓَﺴَﺄَﻟَﻪُ ﻋَﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺼَﺪَّﻗَﻪُ ﻟَﻢْ ﺗُﻘْﺒَﻞْ ﻟَﻪُ ﺻَﻼَﺓٌ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴْﻦَ ﻳَﻮْﻣًﺎ
Artinya:
Barangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan kepadanya wacana sesuatu kasus dan dia mempercayainya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.
Dan barang siapa yang mempelajari dan menggunakanya yaitu musrik.

4. At-Tanjim / Nujum(Astrologi)
Menurut istilah, kata at-tanjim berarti ilmu yang berkaitan dengan benda-benda langit dan bintang-bintang untuk mengetahui kekuatan dan pengaruhnya terhadap benda-benda bumi sebagai petunjuk atas bencana yang akan terjadi di muka bumi, yaitu bencana atau bencana yang berkaitan dengan insan dan makhluk bumi lainnya. Pada hakekatnya at-tanjim tidak dikatagorikan sebagai sebuah ilmu.
Nujum dikatagorikan sebagai Ucapan  yang membingungkan (igauan) dan pemikiran sesat yang lahir dari orang-orang yang tidak mendapat petunjuk Allah.
Hukum mempelajari dan mengamalkan atau mempraktekkan ilmu nujum ini dikatagorikan sebagai perbuatan kufur, lantaran menisbahkan bencana dan bencana alam menyerupai mati dan hidup, kemudharatan dan kemanfaatan dan lainnya kepada selain Allah.

ﻣَﻦْ ﺍﻗْﺘَﺒَﺲَ ﺷُﻌْﺒَﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﺠُﻮْﻡِ ﻓَﻘَﺪْ ﺍﻗْﺘَﺒَﺲَ ﺷُﻌْﺒَﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴِّﺤْﺮِ , ﺯَﺍﺩَ ﻣَﺎ ﺯَﺍﺩَ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺻﺤﻴﺢ ‏)

Barangsiapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum, sesungguhnya ia telah mempelajari sebagian dari ilmu sihir. Semakin bertambah (ilmu yang dia pelajari) semakin bertambah pula (dosanya). (HR: Abu Daud )

5. Al Jafr (Ilmu Kode /Rumus).
Menurut istilah Al jafr berarti sebuah ilmu untuk mengetahui rumus atau aba-aba yang menurut kepada huruf-huruf rahasia, dimana pelakunya menyangka bahwa dalam aba-aba atau rumus itu terdapat petunjuk yang memperlihatkan beberapa bencana yang akan terjadi hingga hari kiamat.
Ilmu ini diciptakan oleh Harun bin Said Al Lajali yang mengaku dirinya sebagai seorang tokoh pedoman Syi’ah Zaidiyah.
Hal ini didasarkan pada sebuah buku yang ditulisnya yang periwayatannya diklaim berasal dari Ja’far Ash Shadiq, salah seorang imam dari kalangan Ahlu Al Bait (keluarga Rasulullah ), dimana didalam buku itu dibahas suatu ilmu yang sanggup mempredeksi bencana yang akan menimpa keluarga Rasulullah .
Dilihat dari segi manfaatnya, sebetulnya ilmu Al Jafr ini tidak menawarkan manfaat apa-apa terhadap kaum muslimin.
Bahkan ilmu ini dikategorikan sebagai sampah dan racun yang membahayakan yang sanggup merusak dogma serta kepercayaan kaum Muslimin.
Demikian Pembahasan wacana Ilmu – Ilmu Allah yang Wajib dipelajari dan Ilmu yang diharamkan dipelajari Umat Islam.
Wallahu A’lam

Scroll to Top