5 Mainan Tradisional Yang Telah Terlupakan, Tau Ini, Kau Telah Tua!

Anak jaman kini mungkin tidak lagi mengenal dengan permainan-permainan tradisional yang seru dan unik, mereka taunya cuma bermain game online saja, seumpama mobile legend, PUBG, dan game-game online lainnya.

Esensi dari keseruan main game online itu menggembirakan memang, tetapi kesehatan pada diri kita menjadi berkurang, bukan cuma kesehatan juga, tetapi batin dan pikirannya juga mulai rusak dikala mereka kalah, benar nggak? *Yang merasa aja yang jawab

Kenapa dapat menghemat kesehatan? Lah kan mereka cuma tiduran doang, istilahnya kaum rebahan, tidak pernah keluar rumah. *Yeee, kesindir ya…

Main game online secara visual memang seru, namun rasa keseruan itu kalah dikala kau main sambil olahraga bareng teman-teman lagi.

Jadi, inilah 5 permainan tradisional yang sudah terlalaikan dan terpengaruhi oleh jaman…

5 permainan main min

1. Permainan Tradisional Congklak

congklak min
Inget permainan yang satu ini bikin kangen dan balik ke masa lalu, permainan ini berisikan papan congklak dan bijinya. Nah, jika bijinya dapat kau gunakan dari bijinya srikaya. Permainan ini tidak kalah serunya dengan permainan sekarang, kalah pun ngga bikin emosi. Coba sekarang, game satu itu tu… jika kalah bikin emosi banget.
Cara mainnya sih simpel ya… Intinya kau perlu menghimpun sebanyak mungkin bijinya. Coba deh… Kalau dapat ajarin ke belum dewasa jaman sekarang, agar permainan ini terus berlanjut.

2. Permainan Tradisional Pletokkan

bledok min
Sudah jarang sekali bahkan tidak ada yang main permainan ini, sayang banget belum dewasa jaman kini permainannya sudah memakai teknologi. Aku pun miris gitu menyaksikan anak SD memegang smartphone. 
Bill Gates saja melarang anaknya memakai ponsel sebelum berumur 14 tahun. Walaupun sudah boleh memakai ponsel, Bill Gates tetap mengontrol penggunaannya dengan ketat.
Karena dunia sudah tergerus oleh pertumbuhan teknologi, mari ayo kita lestarikan lagi permainan-permainan tradisional ini. Oke… Cara mainnya yakni kau perlu mempersiapkan bambu, nah sehabis itu kau bagi dua. Setelah terbagi menjadi dua, satunya kau kuruskan lagi sampai dapat masuk ke bambu yang satu lagi.
Untuk pelurunya, kau dapat memakai kertas yang sudah tidak terpakai dan rendam di air, sehabis itu kau robek dan gumpalkan sampai masuk ke lubang bambunya, sehabis itu dorong deh sampai berbunyi “Pletokk…”.
Gampang kan…

3. Permainan Tradisional Benteng-bentengan

benteng bentengan min
Wah, inget-inget permainan ini jadi kebayang betapa serunya mempertahankan benteng, benteng saya jaga, terlebih kamu, waasseddap… 
Panas-panasan, lari-larian, keringetan, dan habis itu minum es teh, eksklusif seger banget tuh tenggorokan. Iya… Makara permainan ini cuma perlu mempertahankan benteng kau dari musuh-musuh. Jika lawan menjamah kamu, artinya kau keluar dari permainan, begitu terus, sampai lawan menjamah benteng kau dan berteriak “Bentengggg” Artinya kau dan tim kau kalah.
Seru ngga sih, inget-inget permainan tradisional. Ngga ada tuh, berita-berita anak bocah kesetrum atau meninggal alasannya main game seumpama sekarang.

4. Permainan Tradisional Pate Lele

patil lele min
Inti dari permainan ini sih mesti menghimpun poin terbanyak, lazimnya dibatasi optimal poinnya berapa. Yang mau lihat permainanya, dapat coba cari deh di youtube, banyak banget umpamanya dan beberapa cara dari setiap daerah, seumpama ada yang dari bata yang ditumpuk, ada yang dari tanah yang digali.

Ingat permainan tradisional ini jadi ingat masa-masa SD, sebelum dunia internet menguasai dunia, haha… Mungkin di tempat pelosok yang tidak ada jangkauan internet masih ada yang memainkannya.

“Mudah-mudahan”.

5. Permainan Tradisional Boi-boian

boi boian min
Nah ini nih, tubuh jadi sakit semua. Ya iyalah sakit, wong mainannya lempar bola ke badan, jika tubuh masih dapat ditahan, jika kena kepala itu, bikin pusing. Tapi herannya diulang terus mainnya, saban hari pula haha… Kalau diulang terus memiliki arti seru dong…
Mungkin itu saja 5 Permainan Tradisional yang bisa saya berikan, semoga nostalgia ya haha… Dan dapat memainkannya dan mengenalinya ke belum dewasa jaman sekarang. Maaf jika ada salah kata. Terimakasih.
Scroll to Top