Adzan Dan Iqamah

By | Januari 11, 2021
Ada cerita apa dibalik adzan dan iqamah? 


Berikut beberapa faidah singkat seputar keutamaan dan hukum fiqih terkait waktu antara adzan dan iqamah.

 

1. Terdapat pahala shalat sunnah

Ketika sampeyan sampai di masjid, hendaknya tidak duduk terlebih dahulu, alangkah baiknya sampeyan melakukan shalat sunnah 2 rakaat.
Shalat tersebut bisa jadi shalat sunnah wudhu, shalat sunnah tahiyyatul masjid, shalat sunnah rawatib, atau sekedar shalat sunnah mutlak antara adzan dan iqamah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang shalat sunnah tahiyyatul masjid

Jika salah seorang diantara kalian masuk masjid, maka hendaknya ia shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Terkait shalat sunnah mutlak, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Antara adzan dan iqamat itu terdapat shalat – Rasul mengulanginya tiga kali- bagi siapa yang berkehendak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Shalat sunnah rawatib yang paling utama adalah shalat sunnah fajar/ shalat sunnah qabliyah shubuh.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Dua rakaat shalat sunnah shubuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim)

 

2. Salah satu waktu terkabulnya doa

Apabila ia telah selesai dalam shalat sunnahnya, hendaknya ia memanjatkan doa ketika masih ada waktu, sembari menunggu iqamah dikumandangkan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad, shahih)
Dari Anas bin Malik pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Doa yang tidak mungkin tertolak adalah ketika antara adzan dan iqamah” (H.R. At-Tirmidzi, hadits hasan shahih).

 

Jarak antara Adzan dan Iqamah

Sebenarnya apa tolak ukur jarak waktu iqamah setelah adzan dikumandangkan?
Dari ‘Ubay bin Ka’ab, Jabir bin ‘Abdillah, Abu Hurairah dan Salman al-Farisi, Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Jadikan (waktu) antara adzan dan iqamahmu, sesuai dengan orang yang tidak tergesa gesa dalam menunaikan hajatnya dan orang yang tidak tergesa gesa menyelesaikan makannya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Shahihah no. 887).
Jadi kesimpulannya, jarak antara adzan dan iqamah dapat diperkirakan kurang lebih antara 10-15 menit.
Disimpulkan dari hadits di atas yang menyebutkan bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah seperti orang yang sedang makan dan dia tidak tergesa-gesa dalam makannya.
Oleh karena itu, sepatutnya bagi setiap pengurus masjid, tidak mematok waktu yang terlalu cepat untuk mengumandangkan iqamah, dalam rangka memberi kesempatan kepada jama’ah masjid untuk datang ke masjid dan mengerjakan berbagai macam ibadah yang bisa dikerjakan di sela-sela adzan dan iqamah.

Wallahualam.