Amalan-Amalan Di Malam Nishfu Sya’ban

cybermoeslem – Alhamdulillah tidak terasa ternyata malam ini yakni malam nishfu sya’ban tepatnya hari senin tanggal 1 Juni 2015 atau malam selasa ini. Banyak amalan-amalan yang sanggup kita tingkatkan khusus di malam nishfu sya’ban, diantaranya; memperbanyak doa (karena doa malam nishfu sya’ban mustajab), banyak dzikir, istighfar, shalawat, membaca yasin 3 kali serta sholat sunnah nishfu sya’ban.
Dan alhamdulillah, tadi selepas sholat maghrib kami dan para jama’ah gotong royong membaca surat yasin 3 kali. Dimana setiap 1 kali membaca surat yasin kita berdoa; Pertama, memohon kepada Allah supaya diberikan umur yang panjang dalam keta’atan dan kekuatan iman. Kedua, memohon kepada Allah supaya di jaga dari segala macam bala’ (penyakit) serta memohon supaya segala hajarnya dikabulkan oleh Allah. Ketiga, memohon kekayaan hati kepada Allah serta husnul Khotimah.
Dan berikut yakni ulasan selengkapnya mengenai amalan-amalan pertengahan bulan sya’ban atau malam nishfu sya’ban seperti dilansir dari laman MadinatulIman.

Ilustrasi : Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nishfu Sya’ban (image by: JIBI Photo)

Keistimewaan Malam Nishfu Sya’ban

Menurut Imam Al-Syafi’I rahimahullah, malam nishfu Sya’ban merupakan malam yang istimewa lantaran do’a pada malam tersebut mustajab. 

أن الدعاء يستجاب فى خمس ليال أول ليلة من رجب وليلة نصف شعبان وليلتى العيد وليلة الجمعة

Artinya :

“Sesungguhnga do’a dikabulkan pada 5 malam yaitu awal bulan Rajab, malam nishfu Sya’ban, malam ‘Idul Fitri, malam ‘idul Adlha dan malam Jum’at”
Beberapa keterangan dari ulama menyebutkan bahwa malam nishfu Sya’ban merupakan malam yang paling utama sehabis Lailatul Qadr, dan juga merupakan malam dimana amal-amal dilaporkan kepada Allah SWT (laporan tahunan).
Selain itu, pada malam nishfu Sya’ban, Allah SWT juga menurunkan rahmat-Nya ke langit paling bawah dan mengampuni dosa-dosa semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (penebar kebencian sesama umat Islam).

Amalan Malam Nishfu Sya’ban

Pada malam nisyfu Sya’ban dianjurkan memperbanyak do’a, alasannya yakni do’a malam tersebut mustajab. Dan juga amaliyah-amaliyah lain menyerupai dzikir, shalawat, istighafar dan shalat sunnah. Semua itu dalam rangka menghidupkan malam nishfu Sya’ban dan merupakan masalah yang masyru’ disyari’atkan). Imam Ibnu Majjah meriwayatkan didalam kitab sunannya bahwa Rasulullah SAW bersabda :
إذا كانت ليلة النصف من شعبان فقوموا ليلها وصوموا نهارها فإن الله ينـزل فيها لغروب الشمس إلى سماء الدنيا فيقول ألا من مستغفر لى فأغفر له ألا مسترزق فأرزقه ألا مبتلى فأعافيه ألا كذا ألا كذا حتى يطلع الفجر

Artinya :

“Apabila telah tiba malam Nishfu Sya’ban, maka beribadahlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, sebetulnya (rahmat) Allah turun pada malam itu ke langit yang paling bawah dikala terbenamnya matahari, kemudian Allah menyeru “Adakah orang yang meminta maaf kepadaku, maka akan Aku ampuni. Adakah yang meminta rizqi, maka Aku akan melimpahkan rizqi kepadanya. Adakah orang yang sakit, maka akan Aku sembuhkan”. Dan hal-hal yang lain hingga terbitnya fajar”

Nabi SAW juga bersabda :

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه, إلا لمشرك أو مشاحن

Artinya :

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya pada malam Nishfu Sya’ban kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyachin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam)”
Masih banyak riwayat-riwayat yang menuturkan ihwal malam nishfu Sya’ban, satu sama lain saling menguatkan sehingga sanggup mengangkat (menaikkan kualitas) derajat hadits yang lemah menjadi hasan (hasan li-ghayrihi).

Membaca Yasin 3 Kali di Malam Nishfu Sya’ban

Diantara amaliyah yang biasa dilakukan oleh umat Islam yakni membaca surah Yasin 3 kali. Pembacaan surah Yasin ini dilakukan sehabis shalat Maghrib, tepatnya sehabis shalat sunnah ba’diyah Maghrib dengan niat tersendiri;
  • Pertama, memohon kepada Allah supaya diberikan umur yang panjang dalam keta’atan dan kekuatan iman.
  • Kedua, memohon kepada Allah supaya di jaga dari segala macam bala’ (penyakit) serta memohon supaya segala hajarnya dikabulkan oleh Allah
  • Ketiga, memohon kekayaan hati kepada Allah serta husnul Khotimah.
Amaliyah pembacaan Yasin 3 kali ini merupakan amaliyah yang dianjurkan atas petunjuk para ulama (ijtihad para ulama), disamping memang intinya membaca Yasin (surah Al-Qur’an) merupakan hal yang baik.
Syaikh Ahmad Ad-Dairobiy didalam kitabnya, Fathul Malikul Majid (19) menyampaikan :
(ومن خواص صورة يس) كما قال بعضهم أن تقرأها ليلة النصف من شعبان ثلاث مرات الأولى بنية طول العمر والثانية بنية دفع البلاء والثالثة بنية الإستغناء عن الناس.

Artinya :

“Diantara keistimewaan surat Yasin, sebagaimana berdasarkan sebagian para Ulama, yakni dibaca pada malam Nishfu Sya’ban sebanyak 3 kali. Yang pertama dengan niat meminta panjang umur, kedua niat terhindar dari peristiwa dan ketiga niat supaya tidak bergantung kepada orang lain”
Demikian juga Syaikh Al-Hut al-Bairutiy didalam Asnal Mathalib fi Ahaditsi Mukhtalifatil Maratib (234) juga menawarkan komentar,
وأما قراءة سورة يس ليلتها بعد المغرب والدعاء المشهور فمن ترتيب بعض أهل الصلاح من عند نفسه قيل هو البونى ولا بأس بمثل ذلك

Artinya :

“Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban sehabis Maghrib dan do’a yang masyhur, termasuk amaliyah dari sebagian ulama, dikatakan bahwa ia yakni Syaikh Al-Buni, dan tidak problem melaksanakan hal tersebut”.

Shalat Sunnah Malam Nishfu Sya’ban

Shalat sunnah yang dikerjakan pada malam nishfu Sya’ban yakni hakikatnya shalat sunnah Muthlaq, shalat sunnah yang tidak terikat dengan batasan waktu atau boleh dikerjakan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dihentikan untuk shalat.
Dan malam nishfu Sya’ban bukan merupakan termasuk waktu yang dihentikan untuk melaksanakan shalat sunnah muthlaq. Sehingga melarang pelaksanaan shalat nishfu Sya’ban sama halnya melarang pelaksaaan shalat sunnah Mutlak.
Terkait hal ini, terdapat hadits yang dikatakan mursal jayyid, diriwayatkan Imam Al-Baihaqi yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW shalat pada malam nishfu Sya’ban.
عن السيدة عائشة رضى الله عنها قالت: قام رسول الله صلى الله عليه وسلم من الليلى فصلى فأطال السجود حتى ظننت أنه قد قبض فلما رأيت ذلك قمت حتى حركت ابهامه فتحرك فرجعت فسمعته يقول فى سجوده أعوذ بعفوك من عقابك وأعوذ برضاك من سخطك وأعوذ بك منك إليك لا أحصى ثناء عليك أنت كما أثنيت على نفسك. فلما رفع رأسه من السجود وفرغ من صلاته قال يا عائشة أو يا حميراء أظننت أن النبى صلى الله عليه وسلم قد خاس بك؟ قلت لا والله يا رسول الله ولكنى ظننت أنك قد قبضت لطول سجودك فقال أتدرين أى ليلة هذه قلت الله ورسوله أعلم قال هذه ليلة النصف من شعبان إن الله عز وجل يطلع على عباده فى ليلة النصف من شعبان فيغفر للمستغفرين ويرحم المسترحمين ويؤخر أهل الحقد كما هم. رواه البيهقى من طريق العلاء بن الحارث عنها وقال هذا مرسل جيد

Artinya :

“Rasulullah bangun di tengan malam kemudian dia salat, kemudian sujud sangat lama, hingga saya menyangka bahwa dia wafat. Setelah itu saya bangun dan saya gerakkan kaki Nabi dan ternyata masih bergerak. Saya kembali lagi dan saya mendengar Rasul berdoa… kemudian Rasul bangun dari sujudnya final melaksanakan shalatnya”, kemudian Nabi berkata “Wahai Aisyah, apakah kau menduga Aku berkhianat padamu?”, saya berkata “Demi Allah tidak, wahai Rasul, saya menduga engkau telah tiada lantaran sujud terlalu lama. Rasul bersabda “Tahukauh kau malam apa sekang ini?” Saya menjawab “Allah dan Rasulnya yang tahu”. Rasulullah bersabda “ini yakni malam Nishfu Sya’ban, sebetulnya Allah ‘Azza wa Jalla memperhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, Allah akan mengampuni orang-orang yang meminta ampunan, mencintai orang-orang yang meminta dikasihani, dan Allah tidak akan memprioritaskan orang-orang pendendam”.
Yang perlu diperhatikan yakni bahwa para Imam Madzhab, menyerupai Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hanbal mengkategorikan hadis Mursal sebagai hadis yang sanggup diterima (Hadis Maqbul) kalau memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya Sahabat atau Tabiin yang digugurkan dari sanad merupakan seorang yang dikenal kredibilitasnya, tidak bertentangan dengan hadis lain yang lebih shahih dan sebagainya, sebagaimana yang tercantum dalam kitab-kitab Ulumul Hadits.
Sehingga, tepatlah apa yang dituturkan oleh seorang Ibnu Taimiyyah didalam Al-Fatawa Al-Kubra terkait shalat malam nishfu Sya’ban, sebagai berikut :
إذا صلى الإنسان ليلة النصف وحده، أو في جماعة خاصة كما كان يفعل طوائف من السلف، فهو أحسن

Artinya :

“Apabila seseorang shalat pada malam nishfu Sya’ban secara sendiri atau berjama’ah secara khusus, sebagimana hal itu telah biasa dilakukan oleh sekelompok-sekelompok salafush shaleh, maka itu ahsan (bagus)”
Itulah beberapa Amaliyah Malam Nishfu Sya’ban yang sanggup kita amalkan. Semoga semua amalan yang telah kita lakukan sanggup diterima oleh Allah SWT. Amin.
Scroll to Top