Anda Harus Tahu 15+ Macam Shalat Sunah ,Pengertian Tata Cara Serta Niat Shalat Sunah.

Anda Harus Tahu 15+ Macam Shalat sunah ,pengertian Tata Cara serta Niat shalat sunah.

Shalat merupakan ibadah wajib bagi umat muslim.
Ibadah shalat bahkan diwajibkan bagi mereka di dalam kondisi atau keadaan apapun.
Shalat, yang merupakan rukun Islam setelah syahadat, tentu yaitu hal yang sangat penting untuk dijalankan atau ditegakan bagi tiap – tiap Umat Muslim yang Sudah baligh.

Selain ibadah wajib shalat 5 Waktu dalam sehari, terdapat ibadah shalat sunah yang bisa dikerjakan untuk memperoleh pahala dan tentunya berharap ridlo Allah SWT.
Shalat Sunah Adalah shalat suplemen yang dikerjakan pada waktu – waktu tertentu atau sunah mutlak yang tidak ada ketentuan waktu mengerjakanya.
Shalat sunah juga dilakukan dalam rangka sebagai penyempurna dari shalat shalat fardu yang mungkin kurang sempurna.
Shalat Sunah ada 2 macam bentuk shalat sunah berdasarkan tata cara atau waktu pengerjaanya.
a) Shalat Sunah yang di anjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah ibarat Contoh; Shalat Sunah Idul fitri ٫ Shalat Sunah Tarawih , Shalat sunah Istisqo, Shalat sunah Gerhana.
b).  Shalat Sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan sendiri – sendiri seperti:
Shalat Sunah Tahajud, Shalat Sunah Istiharah , shalat sunah rawatib dan lain laian.
baca juga:Tata Cara dan Doa Tahlil lengkap
Ada aneka macam macam Shalat – shalat sunah yang harus kita ketahui.
Macam-macam Salat Sunah sebagai berikut:
1. Shalat sunah wudhu.
2. Shalat sunah Tahiyatul masjid.
3. Shalat sunah Duha.
4. Shalat sunah Rawatib.
5. Salat sunahTahajud.
6. Salat sunah Istikharah.
7. Salat sunah Hajat.
8. Salat sunah Mutlaq.
9. Shalat sunah awabin.
10. Shalat sunah Tasbih.
11.Shalat sunah Taubat
12.Shalat sunah safar.
13. Shalat sunah Witir.
14. Shalat sunah Lilatul Qodar.
15. Shalat sunah Aufa.
16. Salat sunah Gerhana
17. Shalat sunah li hifdil iman.
18. Shalat sunah Birul Walidain.
19. Shalat sunah Jalbu Rizqi.
baca juga:Doa ketika terjadi angin kencang badai
1. Salat sunah wudhu.
Shalat sunah wudu yaitu shalat sunah setelah mengambil wudhu.
Sebelum kita mengerjakan shalat, sudah niscaya terlebih dahulu kita melaksanakan wudhu.
Shalat wudhu merupakan shalat sunah yang bisa kita kerjakan setelah melaksanakan wudhu,
Setelah berwudhu kita bisa mengerjakan sunah wudhu sebanyak 2 raka’at, gres mengerjakan Shalat Maghrib.
Keutamaan shalat sunah Wudlu sanggup menambah kehusyuan kita dalam menjalankan shalat seprti diterangkan dalam sebuah hadits.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa yang berwudhu, kemudian mengerjakan shalat dua raka’at tidak lalai (dengan khusyu) dalam keduanya, maka diampuni dosa-dosa yang sudah lewat” . (HR. Abu Dawud).

2. Salat sunah Tahiyatul Masjid.
Shalat Tahiyatul Masjid merupakan shalat sunah yang dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan penghormatan terhadap masjid sebagai rumah Allah SWT.
Shalat ini bisa dilakukan kapan pun oleh mereka yang berada di masjid atau surau.
Shalat sunah ini dikerjakan sebelum melaksanakan shalat berjamaah di mesjid.
Tata Cara Shalat Sunah Tahiyatul Masjid
Dilakukan sebanyak dua raka’at, pelaksanaannya sebagaimana shalat sunah lainnya, hanya berbeda dalam lafadz niatnya saja.
Adapun lafadz niat shalat Tahiyatul Masjid adalah:

اُصَلی سونَتَ التَحِيَّتُ المَسجِدِ رَكعَتَينِ للّهِ تَعَال

Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aala.

Artinya:
Saya berniat shalat Tahiyyat Masjid dua raka’at lantaran Allah Ta’ala.
Adapun bacaan surah dalam raka’at pertama maupun kedua boleh apa saja.
Doa Sesudah Shalat Sunnat Tahiyatul Masjid:

اللّهُمَّ صلی عَلی سَيّدنَا مُحّد واعَلی الهِ وَصَحْبِهِ اجْمَعِين.
اللّهُمَّ رَبَنَ اتِنَا في الدنيَا حَسَنَةً وَافي الاَخِرَةِ حَسَنَة وَقينَ عَذَابَ النَّر وَاحمدللّهِ رَبِ العَلمين

Allaahumma shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’in.
Allaahumma robbanaa aatina fiid dun-yaa ‘adzaaban naari.
Walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad teriring keluarga, sobat dia semuanya.
Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di alam abadi nanti, serta peliharalah kami dari azab neraka.
Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”.
keutamaan shalat sunah tahiyyatul masjid yaitu sebagai wujud penghormatan kita terhadap masjid sebagai daerah menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

3. Sholat sunah Dhuha.
Merupakan shalat sunat yang dikerjakan pada sekitar jam 7 pagi, waktu dimana matahari terbit atau naik sekitar 7 hasta hingga terasa panas menjelang Dzuhur. Sebaiknya dikerjakan pada seperempat kedua hari atau sekitar pukul 9 pagi.
Shalat Dhuha dilakukan  2 kali raka’at satu kali salam.
Jumlah raka’atnya ada 8, namun adapula yang menyampaikan boleh 12 raka’at, atau tidak ada batasan.
Tata Cara shalat sunah dhuha
1. Niat shalat sunah dhuha

اَصَلی سُنَتَ الضحَءَ رَكْعَتَين للّٰهِ تَعَال

Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya niat shalat sunah Dhuha dua raka’at lantaran Allah Ta’ala
2. Membaca doa Iftitah
3. Membaca surat Al-Fatihah
4. Membaca surat dalam Al-Qur’an. (Dianjurkan raka’at pertama membaca surat Asy-Syam, dan raka’at membaca surat Al-Lail)
5. Selanjutnya dilakukan dengan gerakan shalat ibarat biasa
Doa Sesudah Shalat Dhuha

ا ﻟﻠﻬﻢ ﺍﻥّ ﺍﻟضحی ضحاﻭﻙ ﻭﺍﻟﻴﻬﺎ بهاﻭﻙ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻝ ﺟﻤﺎﻟﻚ ﻭﺍﻟﻘﻮﺕ ﻗﻮﺗﻚ ﻭﺍﻟﻘﺪﺭﺗﻚ ﻭﺍﻟﻌﺼﻤﺔ
ﻋﺼﻤﺘﻚ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﺭﺯﻗﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻓﺎﻧﺰﻟﻪ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻻﺭﺽ ﻓﺎﺧﺮ ﺟﻪ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﻌﺴﺮﺍ
ﻓﻴﺴﺮﻩ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﺣﺮ ﺍﻣﺎ ﻓﻄﻬﺮﻩ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﺑﻌﻴﺪﺍ ﻭﻗﺮﺑﻪ ﺑﺤﻖ ﺻﺤﺎ ﺀﻙ ﻭﺑﻬﺎ ﺀﻙ ﻭﺟﻤﺎﻟﻚ ﻭﻗﻮﺗﻜﻮﻗﺪﺭﺕ
ﺍﺗﻨﻲ ﻣﺎ ﺍﺗﻴﺖ ﻋﺒﺎﺩﻙ ﺍﻟﺼﺎ ﻟﺤﻴﻦ

“Allahumma innaddhuhaa-a dhuhaa-uka wal bahaa-a bahaa-uka waljamaala jamaaluka wal quwwata quwwaatuka wal qudrata qudratuka wal’ishmata ‘ishmatuka. Allahumma inkaana rizqii fissamaa-i faandzilhu wa inkaana fil ardhi faakhrijhu wa inkaana mu’assaraanfayassirhu wa inkaana haraamawwaquwwatika waqudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakasshaalihiin”

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Duha yaitu waktu Dhuha-Mu, keagungan yaitu keagungan-Mu, keindahan yaitu keindahan-Mu, kekuatan yaitu kekuatan-Mu, penjagaan yaitu penjagaan-Mu.
Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.”
Keutamaan yang didapat dari shalat sunah duha yaitu sebagai pengharapan kita semoga diluaskan pintu rezeki.

4. Salat sunah Rawatib.
Shalat Rawatib merupakan shalat sunah yang biasa dikerjakan sebelum atau setelah shalat wajib. Seluruhnya berjumlah 22 raka’at, dengan rincian sebagai berikut:
Tata Cara Shalat Rawatib
Cara mengerjakan shalat sunah Rawatib sama saja dengan shalat biasanya, hanya saja berbeda pada niatnya.
Pelaksanaannya tidak bersamaan dengan Adzan maupun Iqamah , dan dikerjakan sendiri.
Niat shalat sunah rawatib/qobliyah badiyah:

اُصَلِی سُنَّةً الذهْرِِ ركعَتَينِ قَبليَّة ْللّهِ تعَالی
Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat shalat sunah sebelum dzuhur 2 raka’at lantaran Allah Ta’ala.

اُصَلِی سُنَّةً الذهْرِِ ركعَتَينِ بَعْدِيَةً ْللّهِ تعَالی
Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.

Artinya:
Aku niat shalat sunah setelah dzuhur 2 raka’at lantaran Allah Ta’ala.

اُصَلِی سُنَّةً الصُبحِركعَتَينِ قَبليَّة ْللّهِ تعَالی
Ushalli sunnatazh shubhi rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.

Artinya:
Aku niat shalat sunah sebelum subuh 2 raka’at lantaran Allah Ta’ala.

اُصَلِی سُنَّةً العَصرِ ركعَتَينِ قَبليَّةً ْللّهِ تعَالی
Ushalli sunnatazh ‘ashri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat shalat sunah sebelum ashar 2 raka’at lantaran Allah Ta’ala.

اُصَلِی سُنَّةً المهربِ ركعَتَينِ بَعْديَةًللّهِ تعَالی
Ushalli sunnatazh maghribi rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.

Artinya:
Aku niat shalat sunah setelah maghrib 2 raka’at lantaran Allah Ta’ala.

اُصَلِی سُنَّةً العِشَاءِ ركعَتَينِقَبليّةًْ ْللّهِ تعَالی
Ushalli sunnatazh ‘isyaa-i rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.”

Artinya:
Aku niat shalat sunah sebelum ‘isya 2 raka’at lantaran Allah Ta’ala.

اُصَلِی سُنَّةً العِشَاءِ ركعَتَين ِبَعْديَةً ْللّهِ تعَالی
Ushalli sunnatazh ‘isyaa-i rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.

Artinya:
“Aku niat shalat sunah setelah ‘isya 2 raka’at lantaran Allah Ta’ala.”

keutamaan shalat sunah ini sanggup menambal kelalaian kita atau penyempurna shalat wajib.

5. Shalat sunah Tahajud
Shalat Tahajud merupakan shalat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari. Dikerjakan dalam satuan 2 raka’at untuk satu kali salam.
Dikerjakan apabila telah terbangun dari tidur dan sudah mengerjakan shalat ‘Isya.
Dilaksanakan di awal malam yakni antara waktu ‘Isya hingga sekitar pukul 10 malam (sepertiga pertama malam), atau dikerjakan pada tengah malam, antara pukul 10 hingga pukul 1 dini hari (sepertiga kedua malam), dan paling utama apabila dikerjakan pada final malam, antara pukul 1 dini hari hingga menjelang Shalat Subuh (sepertiga final malam)
Tata Cara Shalat Tahajud
Dilakukan sama ibarat kita mengerjakan shalat biasanya. Jumlah raka’at raka’atnya minimal 2 raka’at untuk 2 kali salam dan tidak ada maksimal bilangan raka’at lantaran dilakukan sebanyak yang bisa kita bisa kerjakan.
*Niat shalat Tahajud:

اُصلی سنَت التهَجُدِ رَكْعَتَين لی للّٰهِ تَعَل

Ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa .”
Artinya:
Aku niat shalat sunah tahajud dua raka’at, lantaran Allah Ta’ala.

*Doa Sesudah Shalat Tahajud:

اللهمَّ رَبَنَا لَكَ الحَمْدُ اَنْتَ قََيُّمُ السَّمَوَاتِ والاَرْضِ وَلَكَ الحَمْدُ انت رَبُ السَّمَوَاتِوَالاَرْضِ وَمن فهِنَّ انتَ الحَقُّ وَقَوْلَكَ الحَقُّ وَوَعدُكَ الحَقُّ وَالِقَاؤُكَ الحَقُّ وَالجَنَّةُ حَقٌ وَالنَّارُ حَقٌ وَالسَّاعَةُ حَقٌ .اللّهُمَّ لَكَ اسلَمْتُ وَبِكَ اَمَنتُ وَعَليكَ تَوَكلتُ وَاِلَيكَ خَاصَمْتُ وَبِكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرلي مَا قَدَمْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّي لَا الَهَ اِلاَ انتَ

Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna.
Wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqun, wa qauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallama haqqun wassaa’atu haqqun. allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu, wa maa akh-khartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqaddimu, wa antal mu’akhkhiru, laa ilaaha illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya:
Wahai Allah, Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji.
Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji.
Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya.
Milik-Mu lah segala puji.
Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu yaitu benar, perkataan-Mu benar, nirwana itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari final zaman itu benar(ada).
Ya Allah Hanya kepada-Mu lah saya berserah diri, hanya kepada-Mu lah saya beriman, hanya kepada-Mu lah saya bertawakkal hanya kepada-Mu lah saya kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah saya berhukum.
Oleh lantaran itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku.
Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir tidak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan kontribusi Allah.
keutamaan shalat sunah tahajud ,salah satunya yaitu mengakibatkan hidup menjadi tenang.

6. Shalat sunah Istikharah
Shalat sunah Istikharah dikerjakan dengan tujuan untuk memperoleh petunjuk dari Allah SWT, terutama dalam keadaan resah atau ragu-ragu dalam menentukan satu keputusan diantara banyak pilihan.
Shalat sunah Istiharah Utamaya dikerjakan dalam waktu ibarat shalat Tahajud sepertiga ahir malam.
Tata Cara Shalat sunah Istikharah
Shalat Istikharah dikerjakan sebanyak 2 raka’at.
Niat shalat sunah Istiharah:

اُصَلی سُنَةَ الاِستِحَارَةِركْعَتَينی للّهِ تَعَال

Ushalli sunnatal istikhaarati rok’ataini lillaahi ta’aalaa.
 Artinya:
Aku niat shalat sunah istikharah dua raka’at lantaran Allah Ta’ala.”
Doa Setelah Shalat Istikharah:

ﺍﻟﻠّﻬﻢ ﺍﻧّﯽ ﺍﺳﺘﺨﯿﺮﻙ ﺑﻌﻠﻤﻚ ﻭﺍﺳﺘﻘﺪﺭﻙ ﺑﻘﺪﺭﺗﻚ ﻭﺍﺳﻠﻚ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻚ ﺍﻟﻌﻈﯿﻢ ﻓﺎٕﻧﻚ ﺗﻘﺪﺭ ﻭﻻ ﺍﻗﺪﺭ ﻭﺗﻌﻠﻢ ﻭﻻﺍﻋﻠﻢ ﻭﺍﻧﺖ ﻋﻼﻡ ﺍﻟﻐﯿﻮﺏ ۔
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻧﮑﻨﺖَ ﺗﻌﻠﻢ ﺍﻥّ ﻫﺬﺍ ﺍﻻﻣﺮ (sebutkan permasalahan) ﺧﯿﺮٌﻟﯽ ﻓﯽ ﺩﯾﻨﯽ ﻭﻣﻌﺎ ﺷﯽ ﻭﺍﻋﺎﻗﺒﺔﺍﻣﺮﯼ ﻓﻘﺪﺭﻩ ﻟﯽ ﻭﯾﺴﺮﻩ ﻟﯽ ﺛﻢ ﺑﺮﻙ ﻟﯽ ﻓﯿﻪ ﻭﺍﻥ ﮐﻨﺖ ﺗﻌﻠﻢ ﺍﻥّ ﻫﺬﺍ (sebutkan permasalahan) ﺷﺮٌﻟﯽ ﻓﯽ ﺩﯾﻨﯽ ﻭﻣﻌﺎﺷﯽ ﻭﺍﻋﺎﻗﺒﺔﺍﻣﺮﯼ ﻓﺼﺮﻓﻪ ﻋﻦِّ ﻓﺎﺻﺮﻓﻨﯽ ﻋﻨﻪ ﻭﺍﻗﺪﺭﻟﯽ ﺍﻟﺨﯿﺮ ﺣﯿﺚ ﮐﺎﻥ ﺛﻢَّ ﺍﺭﺿﻨﯽ

“Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal ‘adzhiimi. Fainnaka taqdiru walaa aqdiru walaa a’lamu wa anta ‘al-laamulghuyuubi. Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baariklii fiihi wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii wa ‘aajilihi fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu waqdurlil khaira haitsu kaana tsumma radh-dhinii bihi.”

Artinya:
Ya Allah, bekerjsama saya mohon pilihan olehMu dengan ilmu-Mu, dan mohon kepastian-Mu dengan kekuasaan-Mu, serta mohon kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, lantaran Engkaulah Dzat yang berkuasa, sedang saya tiada kuasa, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang saya tiada mengetahui, dan Engkaulah Dzat yang mengetahui yang ghoib.
Ya Allah, jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan ini …….. (sebutkan urusan yang dimaksud) yaitu baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan tanggapan urusanku untuk masa kini maupun besoknya, maka kuasakanlah bagiku dan permudahkanlah untukku, kemudian berkahilah dalam urusan itu bagiku. Namun jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan itu ……… (sebutkan urusan yang dimaksud) menjadi jelek bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan karenanya persoalanku pada masa kini maupun besoknya, maka hindarkanlah saya dari padanya, kemudian tetapkanlah bagiku kepada kebaikan, bagaimanapun adanya kemudian ridhoilah saya dengan kebaikan itu.
keutamaan shalat sunah istiharah yaitu membantu seseorang yang sedang mengalami keragu raguan semoga diberi petunjuk oleh Allah swt.

7.Shalat sunah Hajat.
Shalat sunah Hajat yaitu shalat sunah dua rakaat untuk memohon semoga hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT.
Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
Niatnya Shalat sunah Hajat:

اصَلی سُنّة الحَجَةِ ركعَتَيني للهِ تعال
‘Ushalli sunnatal Haajati  rak’ataini lillahi Ta’aalaa ’
Artinya :
saya niat shalat sunah hajat dua rakaat lantaran Allah.

8. Shalat sunah Mutlaq.
Shalat sunnah tanpa lantaran dan tidak ditentukan waktunya , juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya .
Shalat itu suatu kasus yang baik ,banyak /sedikit ( AlHadis ).
Niatnya :
اصَلی سُنَتَ ركعَتينِ للّٰهِ تَعَال
Ushalli sunnatal rak ’ataini lillahi Ta ’aalaa
Artinya :
Aku niat shalat sunah 2 rakaat lantaran Allah

9.Shalat Sunah Awabin.
Sesudah sholat sunah bada maghrib (badiyah), disunnahkan pula bagi siapa saja yang mengerjakan sunnah dua hingga dengan enam raka’at, yang dinamakan shalat sunnah awwabin.
Cara mengerjakan yaitu
Niat Shalat sunah Awabin:

اُصلِی رَكْعَتَينِ صلاةً الْاَوّابِنَ سُنَةً لِی للّٰهِ تَعَلَ

USHALLI RAK A’ATAINI SHALAATA L AWWAABIN, SUNNATAN LILLAAHI TA’AALAA. ALLAHU AKBAR.
Artinya :
Aku niat shalat dua raka’at sunah awwabin, lantaran Allah ta’ala.
Sesudah membaca fatihah pada raka’at pertama, bacalah Surah Ikhlash enam kali, surah AI-Falaq sekali dan surah An-Nas sekali, demikian pula pada raka’at kedua.
Sehabis salam dua raka’at ini, maka shalat lagi dua raka’at
Dan dibaca pada raka’at pertama dan kedua setelah Al-Fatihah mana saja surah yang dikehendaki.
Ulangi hingga mencapai enam rakaat.
keutamaan shalat hajat yaitu sebagai sarana permohonan ahar segala hajat sanggup terwujud.

10. Shalat sunah Tasbih.
Shalat Tasbih merupakan shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasullullah SAW, jikalau mampu, dilakukan setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali, bahkan sekali dalam seumur hidup.
Disebut shalat tasbih lantaran dalam 4 raka’at mengandung bacaan 300 kali tasbih.
Tata Cara Shalat Tasbih:
Shalat Tasbih dikerjakan 4 raka’at; jikalau dikerjakan pada siang hari maka cukup dengan satu kali salam, jikalau dikerjakan pada malam hari dengan dua kali salam (dua raka’at untuk satu salam).
1. Niat
Niat Shalat sunah  Tasbih:

اُصَلی سُنّتَ التَّسبِحِ رَكعَتَينِ لی للّهِ تَعَال
Ushallii sunnatat-tasbihi rak’ataini lillahi ta’aala.
Artinya:
“Aku niat shalat sunat tasbih dua raka’at lantaran Allah Ta’ala.”
2. Membaca doa Iftitah
3. Membaa Al-Fatihan dilanjutkan dengan salah surat pendek dalam Al-Qur’an
4. Sebelum ruku’ membaca tasbih (15x) :
“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”
5. Ruku’
6. Setelah ruku’ membaca tasbih (10x) :
“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”
7. I’tidal
8. Setelah I’tidal kembali membaca tasbih (10x) :
“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”
9. Sujud; setelah membaca bacaan sujud, kembali membaca tasbih (10x) :

سبحَنَ اللّه وَالحمد لله وَلا اله الالله وَالله اكبَر وَلاقُوَّة الی بِالله لعَليّ الْعَذيم

Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.
10. Duduk antara dua sujud dan setelah selesai bacaannya kembali membaca tasbih (10x) :
“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”
11. Sujud kedua, selesai bacaan sujud kembali membaca tasbih (10x) :
“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”
12. Sambil duduk tuma’ninah, kita membaca tasbih (10x) :
“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”
13. Lakukan kembali pada raka’at selanjutnya, hingga salam.
Ringkasnya:
1. Selesai membaca surat pada raka’at pertama : tasbih 15x
2. Ruku’ : tasbih 10x
3. I’tidal : tasbih 10x
4. Sujud pertama : tasbih 10x
5. Duduk di antara sujud : tasbih 10x
6. Sujud kedua : tasbih 10x
7. Duduk setelah sujud kedua (tuma’ninah ) : tasbih 10x
Doa Selesai Shalat Tasbih:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺳْﺌَﻠُﻚَ ﺗَﻮْﻓِﻴْﻖَ ﺃَﻫْﻞِ ﺍْﻟﻬُﺪَﻯ ﻭَ ﺃَﻋْﻤَـﺎﻝَ ﺃَﻫْﻞِ ﺍْﻟﻴَﻘِﻴْﻦِ ﻭَ ﻣُﻨَﺎﺻَﺤَﺔِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺘَّﻮْﺑَﺔِ ﻭَ ﻋَﺰْﻡَ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَ ﺟِﺪَّ ﺃَﻫْﻞِ ﺍْﻟﺨَﺸْﻴَﺔِ ﻭَ ﻃَﻠَﺐَ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺮَّﻏْﺒَﺔِ ﻭَ ﺗَﻌَﺒَﺪَ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻮَﺭَﻉِ ﻭَ ﻋِﺮْﻓَﺎﻥَ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﺣَﺘَّﻰ ﺃُﺧَﺎﻓَﻚَ . ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺳْﺌَﻠُﻚَ ﻣَﺨَﺎﻓَﺔَ ﺗُﺤْﺠِﺰُﻧِﻲْ ﻋَﻦْ ﻣَﻌَﺎﺻِﻴْﻚَ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻋْﻤَﻞَ ﺑِﻄَﺎﻋَﺘِﻚَ ﻋَﻤَﻼً ﺃَﺳْﺘَﺤِﻖُّ ﺑِﻪِ ﺭِﺿَﺎﻙَ ﻭَ ﺣَﺘَّﻰ ﺃُﻧَﺎﺻِﺤُﻚَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺘَّﻮْﺑَﺔِ ﻭَ ﺧَﻮْﻓًﺎ ﻣِﻨْﻚَ ﻭَ ﺣَﺘَّﻰ ﺃُﺧْﻠِﺺَ ﻟَﻚَ ﺍﻟﻨَّﺼِﻴْﺤَﺔَ ﺣُﺒًّﺎ ﻟَﻚَ ﻭَ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺗَﻮَﻛَّﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻓِﻲ ﺍْﻷُﻣُﻮْﺭِ ﻛُﻠِّﻬَﺎ ﻭَ ﺃُﺣْﺴِﻦَ ﺍﻟﻈَﻦِّ ﺑِﻚَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺧَﺎﻟِﻖِ ﺍﻟﻨُّﻮْﺭِ . ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺃَﺗْﻤِﻢْ ﻟَﻨَﺎ ﻧُﻮْﺭَﻧَﺎ ﻭَﺍﻏْﻔِﺮْﻟَﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُّﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ، ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎ ﺃَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ

Artinya:
“Ya Allah, saya memohon kepada-Mu taufiq Orang-orang yang menerima petunjuk, amalan Orang-orang yang memiliki keyakinan kuat, ketulusan Orang-orang yang bertaubat, keteguhan hati Orang-orang yang sabar, kesungguhan Orang-orang yang takut kepada-Mu, permohonan Orang-orang yang mengharapkan-Mu, Ibadah ( ketaatan ) hebat wira’i dan kebijakan hebat ilmu, sehingga saya takut kepada-Mu.
Ya Allah saya memohon kepada-Mu perasaan takut yang sanggup menhalangiku berbuat maksiat, sehingga saya sanggup melaksanakan suatu amalan untuk mentaati perintah-Mu, yang dengan amalan itu saya berhak menerima ridho-Mu, hingga saya sanggup memurnikan taubatku lantaran takut kepadamu.
Mengikhlaskan nasihat-Mu lantaran cintaku kepada-Mu.
Dan saya bertawakkal kepada-Mu dalam segala urusan lantaran persangkaan baikku kepada-Mu Maha Suci Dzat yang membuat cahaya.
Ya Tuhan kami sempurnakanlah cahaya untuk kami dan ampunilah kami sesungguhnya engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Penyayang.”

11. Shalat sunah Taubat.
Anjuran Rosululloh SAW untuk melaksanakan Sholat Taubat dalam sebuah Hadits;

ﻣﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞٍ ﯾﺬﻧﺐ ﺫﻧﺒﺎً ﺛﻢّ ﯾﻘﻮﻡ ﻓﯿﺘﻄﺮ ﺛﻢ ﯾﺼﻠﯽ ﺛﻢ ﯾﺴﺘﻐﻔﺮﺍﻟﻠﻪ ﺍﻻﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﺛﻢ ﻗﺮﺍﺀ ﻫﺪﻩ ﺍﻻﯾﺔ ؛ “ ﻭَﺍﻟَّﺬِﯾْﻦَ ﺍﺫَﺍ ﻓﻌَﻠُﻮْﺍﻓَﺎﺣﺸَﺔًﺍَﻭﻇَﻠَﻤُﻮْٓﺍﻧﻔُﺴﻬُﻢ ﺫَﮐﺮُﻭﺍﻟﻠّﻪ ﻓﺎﺳﺘﻐﻔﺮُﻭ ﻟِﺬُﻧﻮﺑﻬﻢ ﻭﻣﻦ ﯾَّﻐْﻔﺮُ ﺍﻟﺬّﻧﻮﺏَ ﺍﻟّﺎﺍﻟﻠّٰﻪ ﻭﻟﻢ ﯾﺼﺮّﻭﺍﻋﻠﯽ ﻣﺎﻓﻌﻠﻮﺍ ﻭﻫﻢ ﯾﻌﻠﻤﻮﻥ ” ﺍﻭﻟٓٸﻚ ﺟﺰٓﺍﺀﻫﻢ ﻣﻐﻔﺮﺓ ﻣﻦ ﺭﺑﻬﻢ ﻭﺟﻨّﺎﺕٌ ﺗﺠﺮﯼ ﻣﻦ ﺗﺤﺘﻬﺎﺍﻻ ﻧﻬﺎﺭ ﺧﺎﻟﺪﯾﻦ ﻓﯿﻬﺎ۔

maa min rojuin yudnibu dzanban tsumma yaqulu faya tathoharhu tsumma yusholii tsumma yastagfirulloh illa ghofarolahu lahu tsuma yaqulu hadzihil ayati:
“waladzina idza fa’aluu fahisyatan audlolamu a’fusahum dzakarulloh fastagfaru lidzunu bihim wamayaghfiru dzunuba illalloha walam yushirru ‘ala maa fa’aluu wahum ya’lamuuna” ulaaika jazaauhum maghfirotun mirrobbihim wajannatu tajrii min tahtihal anhar kholidzina fiiha.

Artinya:
Setiap Orang yang berbuat Dosa , kemudian egera berwudhu kemudian sholat,lalu memohon Ampunan kepada Alloh,pasti Alloh akan memberi ampunan kepadanya,kemudian bacalah ayat ini:
“Mereka yang pernah berbuat keburukan/kejahatan atau berbuat dosa terhadap dirinya sendiri lalumereka ingat akan Allah,terus memohon Ampunan atas segala dosanya.
siapa pula yang bisa mengampuni segala Dosa kalau bukan Allah,sesudah itu Mereka Insyaf dan menyadari dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan dosa ibarat yang sudah sudah” maka mereka akan diganjar dengan satu pengampunan Allah dan akan diberikan pahala syurga yang dibawahnya mengalir air sungai – sungai nun,disanalah daerah mereka Abadi.(H.R: Abu Dawud,Nasai dan Ibnu Majjah dan Imam Bayhaqi).
*sumber hadits buku kumpulan Hadits Soheh
setelah Menyimak Hadits di atas,bagaimana Tata Cara sholat Taubat Nasuha yang benar,lengkap dengan niat,waktu,Doa,dan bacaanya?
Ulama terdah Sholat Taubat Nasuha dilakukan pada Malam Hari sebaiknya di sepertiga malam yang ahir dan dikerjakan sendiri.
Adapun Tata Cara Sholat Taubat Nasuha dilakukan Dua Rokaat hingga Empat Rokaat,setiap Dua Rokaat salam.
•Tata Cara Sholat Taubat Nasuha:
1.Niat Sholat Taubat Nasuha.
Bacaan Niat Sholat Taubat Nasuha:

ﺍﺻﻠﯽ ﺳﻨﺔ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﺭﻛﻌﺘﯿﻦ ﻟﻠّﻪ ﺗﻌﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﮐﺒﺮ

Usholii sunatataubati rok’ataii sunatallillahi ta’ala Alahu akbar.
Artinya:
Aku niat shalat sunah taubat dua rokaat lantaran Allah ta’ala.
Bacaan Doa shalat Taubat:

ﺍﺳﺘﻐﻔﺮﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻈﯿﻢ ﺍﻟﺬﯼ ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﻫﻮﺍﻟﺤﯽّ ﺍﻟﻘﯿّﻮﻡ ﻭﺍﺗﻮﺏ ﺍﻟﯿﻪ ﺗﻮﺑﺔً ﻋﺒﺪ ﻇﺎﻟﻢ ﯾﻤﻠﻚ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﺿﺮّﺍ ﻭﻻﻧﻔﻌﺎ ﻭﺍﻻﻣﻮﺕ ﻭﻻ ﺣﯿﺎﺓ ﻭﻻﻧﺸﻮﺭًﺍ۔

astagfirulloh halazim alladi la illa hailla hual hayyul Qoyyum wa aatubuu ilaih taubatan ‘abdidzolimin la yamliku linafsihi dhorron wala naf’an wla mautan wala hayatan wala nusyuron.
Artinya:
Hamba memohon Ampunan kepada Alloh yang maha agung,Dzat yang tidak ada Tuhan Melainkan Alloh Tuhan yang maha hidup dan kekal.
Hamba memohon Taubat kepada-Nya,Taubat seorang Hamba yang banyak dosa,yan tida memiliki daya upaya berbuat mudarat atau manfaat untuk mati ataupun hidup maupun ketika dibangkitkan kembali.

12.Shalat sunah safar.

Sebelum melangsungkan perjalanan kemanapun tujuan perjalanan seprti pulang kampung atau bagi muslim traveler ,dianjurkan untuk melaksanakan shalat dua rakaat
yang disebut shalat sunah safar.
berikut Niat dan Tata Cara shalat sunah safar:

اصلی سُنةً لی السفَرِ رَكعَتَينِ لی للّٰه تَعَال

Artinya:
Aku niat shalat safar lantaran Alah ta’ala.

sebagaimana riwayat At-Thabarani. Imam An-Nawawi.

ﻳﺴﺘﺤﺐ ﻟﻪ ﻋﻨﺪ ﺇﺭﺍﺩﺗﻪ ﺍﻟﺨﺮﻭﺝ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﻤﻘﻄﻢ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﻡ ﺍﻟﺼﺤﺎﻧﻲ، ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ” ﻣﺎ ﺧﻠﻒ ﺃﺣﺪ ﻋﻨﺪ ﺃﻫﻠﻪ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻳﺮﻛﻌﻬﻤﺎ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﺣﻴﻦ ﻳﺮﻳﺪ ﺳﻔﺮﺍ ” ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ

Artinya:
Seseorang ketika ingin mengadakan perjalanan dianjurkan untuk melaksanakan shalat dua rakaat berdasarkan riwayat sobat Muqaththam bin Al-Miqdam RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tiada yang lebih utama untuk ditinggalkan seseorang untuk keluarganya selain shalat dua rakaat ketika ia ingin bepergian (HR At-Thabarani).
Mengutip saran sebagian ulama, Imam An-Nawawi menyebutkan sebagai berikut:
a) Pada rakaat pertama, Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun.
b) Pada rakaat kedua, Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.
Setelah salam, seseorang yang hendak melaksanakan perjalanan dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi dan Surat Quraisy.
Usai membaca dua surat tersebut kemudian berdoa:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑِﻚَ ﺃَﺳْﺘَﻌِﻴْﻦُ، ﻭَﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺃَﺗَﻮَﻛَّﻞُ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺫَﻟِّﻞْ ﻟِﻲ ﺻُﻌُﻮْﺑَﺔَ ﺃَﻣْﺮِﻱ، ﻭَﺳَﻬِّﻞْ ﻋَﻠَﻲَّ ﻣَﺸَﻘَّﺔَ ﺳَﻔَﺮِﻱ، ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻤَّﺎ ﺃَﻃْﻠُﺐُ، ﻭَﺍﺻْﺮِﻑْ ﻋَﻨِّﻲ ﻛُﻞَّ ﺷَﺮٍّ، ﺭَﺏِّ ﺍﺷْﺮَﺡْ ﻟِﻲ ﺻَﺪْﺭِﻱ، ﻭَﻳَﺴِّﺮْ ﻟِﻲ ﺃَﻣْﺮِﻱ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﺳْﺘَﺤْﻔِﻈُﻚَ ﻭَﺃَﺳْﺘَﻮْﺩِﻋُﻚَ ﻧَﻔْﺴِﻲ ﻭَﺩِﻳْﻨِﻲ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻲ ﻭَﺃَﻗَﺎﺭِﺑِﻲ ﻭَﻛُﻞَّ ﻣَﺎ ﺃَﻧْﻌَﻤْﺖَ ﻋَﻠَﻲَّ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺑِﻪِ ﻣِﻦْ ﺁﺧِﺮَﺓٍ ﻭَﺩُﻧْﻴَﺎ، ﻓَﺎﺣْﻔَﻈْﻨَﺎ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺳُﻮْﺀٍ ﻳَﺎ ﻛﺮﻳﻢ

Allahumma bika asta‘inu, wa ‘alaika atawakkalu, allahumma dzallil lî shu‘ubata amri, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safari, warzuqnî minal khairi aktsara mimma athlubu, washrif ‘anni kulla syarrin, rabbisyrah lî shadri, wa yassir li amri.
 Allahumma inni astahfizhuka wa astaudi‘uka nafsi, wa dini, wa ahli  wa aqaribi, wa kulla ma an‘amta ‘alayya wa ‘alaihim bihi min akhirah wa dunya, fahfazhnâ ajma in min kulli su’in ya karîm.
Artinya, “Ya Allah, hanya kepada-Mu saya minta tolong, hanya kepada-Mu saya berpasrah. Tuhanku, tundukkanlah bagiku segalam kesulitan urusanku, mudahkan untukku kendala perjalananku, anugerahkanlah saya sebagian dari kebaikan melebihi apa yang kuminta, palingkan diriku dari segala kejahatan.
Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkan urusanku. Ya Allah, saya meminta penjagaan dan menitipkan diriku, agamaku, keluargaku, kerabatku, dan semua yang telah Kauberikan kepadaku baik kebaikan ukhrawi maupun duniawi. Lindungilah kami dari segala kejahatan, wahai Tuhan yang maha pemurah.
Setelah itu, ia boleh berdoa apa saja. Ia disarankan membuka dan menutup doanya dengan tahmid (alhamdulillah ) dan shalawat untuk Rasulullah SAW.
Sebelum bangun dari duduk, ia dianjurkan untuk membaca doa berikut ini:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺗَﻮَﺟَّﻬْﺖُ، ﻭَﺑِﻚَ ﺍﻋْﺘَﺼَﻤْﺖُ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻛْﻔِﻨِﻲ ﻣَﺎ ﻫَﻤَّﻨِﻲ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﺎ ﺃَﻫْﺘَﻢُّ ﻟَﻪُ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺯَﻭِّﺩْﻧِﻲ ﺍﻟﺘَّﻘْﻮَﻯ، ﻭَﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲ ﺫَﻧْﺒِﻲ، ﻭَﻭَﺟِّﻬْﻨِﻲ ﻟِﻠْﺨَﻴْﺮِ ﺃَﻳْﻨَﻤَﺎ ﺗَﻮَﺟَّﻬْﺖُ

Allahumma ilaika tawajjahtu, wa bika‘ tashamtu. Allahummakfini ma hammani wa mala ahtammu lahû. Allshumma zawwidnit taqwa waghfir li dzanbi, wa wajjihnî lil khairi ainama tawajjahtu.

Artinya:
Ya Allah, hanya kepada-Mu saya menghadap dan hanya kepada-Mu saya berlindung. Tuhanku, cukupilah saya dari segala yang membuatku bimbang dan segala yang tidak kubimbangkan.
Tuhanku, bekalilah diriku dengan takwa, ampunilah dosaku, dan hadapkan diriku pada kebaikan di mana saja saya menghadap.”
baca juga:Doa dan Dzikir ketika bepergian dalam kendaraan
13. Shalat sunah Witir.
Shalat sunah Witir termasuk sunah Muakad ( dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan denga shalat tarawih , Bilangan shalat witir 1 hingga 5 rakaat .
Dari Abu Aiyub , berkata Rasulullah :
“ Witir itu hak , maka siapa yang suka mengerjakan 5 rakaat , kerjakanlah . Siapa yang suka mengerjakan 3 rakaat, kerjakanlah . Dan siapa yang suka 1 , maka kerjakanlah ” (H.R Abu Daud dan Nasai).
Niat shalat witir:

اصل سُنَّة الوِترِ ركعَتين لی للّهِ تععَال
Ushalli sunnatal witri rak’ atan lillahi ta’ aalaa
Artinya :
“ Aku niat shalat sunnat witir rakaat lantaran Allah ”

14. Shalat Sunah Gerhana.
Shalat Gerhana ibarat namanya, shalat sunah  ini dilakukan ketika terjadi gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan dan diikerjakan sebanyak dua raka’at. Waktu mengerjakan yaitu mulai dari terjadinya gerhana bulan/gerhana matahari, hingga bulan terbit kembali (nampak utuh) atau hingga matahari terlihat kembali.
Shalat gerhana bulan disebut shalat khusuf , sedangkan shalat gerhana matahari disebut shalat kusuf . Shalat sunnat gerhana dikerjakan dengan tujuan ibadah, terutama lantaran insiden gerhana yaitu salah satu bukti dari kekuasaan Allah.
Tata Cara Shalat Gerhana:
Cara pengerjaannya sama ibarat shalat sunnat biasanya yakni satu kali salam setiap lepas 2 raka’at.
1. Niat
Niat shalat gerhana Bulan:

“Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa.
Artinya:
Aku niat mengerjakan shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat lantaran Allah Ta’ala.

Niat shalat sunah gerhana Matahar:

“Ushallii Sunnatal Kusuufis-Syamsi Rak’ataini Lillahi Ta’alaa.” yang artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat lantaran Allah Ta’ala.”
2. Takbiratul ihram
3. Membaca do’a istiftah dan berta’awudz
4. Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah)
5. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya
6. I’tidal
7. Setelah I’tidal, kembali ke posisi berdiri dan tidak dilanjutkan dengan sujud melainkan kembali pada posisi berdiri dengan kedua tangan bersidekap di atas pusar dan kembali membaca surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan surat panjang (berdiri yang kedua dilakukan dengan lebih singkat)
8. Ruku’ kembali dan dilakukan lebih singkat
9. I’tidal
10. Dilanjutkan dengan sujud.
Sujud pertama dilakukan lebih panjang (sepanjang ketika kita melaksanakan ruku’ pertama) kemudian duduk antara dua sujud, kemudian lakukan sujud kembali.
11. Berdiri setelah sujud untuk mengerjakan raka’at kedua (dilakukan ibarat pada raka’at pertama namun gerakan dan bacaannya lebih singkat)
12. Tasyahud
13. Salam
14. Selesai shalat, imam akan memberikan dua hotbah hingga selesai.

15. Shalat sunah li hifdil iman.
Shalat sunah Hifdzul Iman, atau shalat untuk menjaga keimanan kepada Allah. Shalat ini dianjurkan semoga iman kita tetap terpelihara dan tetap besar lengan berkuasa hingga ajal kita.
Sehingga kelak kita meninggal dalam keadaan husnul khatimah dengan membawa keimanan kepada Allah dalam hati kita.
Dalam kitab I’antut Thalibin diterangkan:
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺸﻨﻰ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﺣﺐ ﺍﻥ ﻳﺤﻔﻆ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻳﻤﺎﻧﻪ ﻓﻠﻴﺼﻞ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﺑﻌﺪ ﺳﻨﺔ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﻳﻘﺮﺍ ﻓﻰ ﻛﻞ ﺭﻛﻌﺔ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭ ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺣﺪ ﺳﺖ ﻣﺮﺍﺕ ﻭ ﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ﻣﺮﺓ ﻣﺮﺓ

Artinya:
Imam al-Fasyni berkata bahwa Nabi Saw pernah bersabda, B’arangsiapa yang ingin imannya dijaga oleh Allah, maka hendaklah ia shalat dua rokaat setelah shalat sunah Maghrib, di setiap rokaat membaca al-Fatihah, al-Ikhlas 6 kali dan surah al-Falaq al-Nas masing-masing sekali.
shalat sunah Hifdzul Iman yaitu sunah yang waktunya setelah melaksanakan shalat Maghrib.
Adapun tata cara shalat sunah Hifdzul Iman yaitu sebagai berikut;
Pertama, melaksanakan shalat sunah dua rakaat setelah shalat Maghrib dengan niat sebagai berikut;

ﺃُﺻَﻠّﻰِ ﺳُﻨَﺔً ﻟِﺤِﻔْﻆِ ﺍﻟْﺈِﻳْﻤَﺎﻥِ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻟِﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟﻰَ
Usholli sunnatan li hifdzil imani rok’ataini lillahi ta’ala
“Saya shalat untuk menjaga iman dua rakaat lantaran Allah.”
setelah membaca surah al-Fatihah, pada rakaat pertama dan kedua disunahkan membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq dan al-Nas masing-masing sebanyak enam kali (6x).
pada setipa sujud dianjurkan untuk membaca doa berikut;
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻰ ﺍِﺳْﺘَﻮْﺩِﻋُﻚَ ﺇِﻳْﻤَﺎﻧِﻰ ﻓِﻲ ﺣَﻴَﺎﺗِﻰ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺗِﻲ ﻭَﺑَﻌْﺪَ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺗِﻲ ﻓَﺎﺣْﻔَﻈْﻪُ ﻋَﻠَﻲَّ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻴْﺊٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ

Allohumma inni istawda’tuka imani fi hayati wa ‘inda mamati wa ba’da mamati fahfdzhu ‘alayya innaka ‘ala kulli sya’in qodir.
“Ya Allah, saya titipkan imanku kepada-Mu selama saya hidup, ketika saya mati dan setelah saya mati, maka jagalah imanku. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”
kemudian setelah salam membaca zikir berikut semampunya;

ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴﻢ
Subhanallah wa bi hamdihi subhanallahil ‘azhim.

16. Shalat sunah Birul Walidain.
17. Shalat Jalbur rizqi
Demikian Artikel kami perihal 15+ Macam shalat sunah.
Khusus Untuk Shalat sunah birul walidain dan shalat sunah jalbu Rizqi akan kami bagikan di lain waktu,terus ikuti blog kami .
Terimakasih
semoga bermanfaat.

Scroll to Top