Aneh Tetapi Nyata! Cuma Ada Di Indonesia, Shalat Berjamaah Kementrian Bumn Shaf Dikontrol Menurut Jabatan

Seperti kita ketahui, Bahwa Islam di Indonesia sungguh beraneka warna, baik itu terkait dilema aqidah maupun dilema fiqih atau syariah.

 Bahwa Islam di Indonesia sungguh beraneka warna Aneh Tapi Nyata! Hanya Ada Di Indonesia, Shalat Berjamaah Kementrian BUMN Shaf Diatur Menurut Jabatan

Dalam dilema syariah umpamanya dikala shalat berjamaah. Ada kaum muslimin yang merapatkan barisan dengan menempelkan kaki. Ada juga yang cukup merapatkan pundaknya kaki-kakinya tidak melekat dengan jamaah lain.

Namun baru-baru ini ada suatu musibah yang asing namun nyata. Dimana ini belum pernah kita jumpai sebelumnya di aliran Islam manapun di dunia dan cuma ada di Indonesia.

Dikutip dari suatu akun facebook berjulukan Eka Bagus, suatu jamaah yang kemungkinan yakni shalat Jum’at yang gres saja berjalan hari ini (17/03/2017). Di tengah jamaah itu diberikan goresan pena khusus siapa yang hendak menempati shaf tersebut. Walhasil lantaran jamaah banyak yang tak hadir maka shaf banyak yang longgar baik di samping kanan kiri dan didepan jamaah yang sudah tiba dan mengerjakan shalat sunnah.

Kejadian niscaya shalat jamaah ini masih belum dikenali tempatnya. Karena akun Eka Bagus belum mengklarifikasi kawasan dimana ia mengambil gambar ini.

Berikut foto yang diposting Eka Bagus 2 jam yang kemudian dengan caption.

Yang tiba duluan ke masjid itulah yg mengisi shaf terdepan lantaran memburu keutamaannya,,,bukannya malah ngetag kawasan , ga peduli jabatan didunianya apa — feeling angry.”

 Bahwa Islam di Indonesia sungguh beraneka warna Aneh Tapi Nyata! Hanya Ada Di Indonesia, Shalat Berjamaah Kementrian BUMN Shaf Diatur Menurut Jabatan

Facebook Eka Bagus

Dalam foto tersebut memang shaf sudah ditempeli banyak kertas bertuliskan “SHAF KHUSUS DIREKSI, KOMISARIS & KEMENTRIAN BUMN”.

Sontak saja, Postingan tersebut memancing reaksi pro dan kontra dari netizen, Berikut diantaranya,

 Bahwa Islam di Indonesia sungguh beraneka warna Aneh Tapi Nyata! Hanya Ada Di Indonesia, Shalat Berjamaah Kementrian BUMN Shaf Diatur Menurut Jabatan

“waduh parah banget, ntar booking kawasan di nirwana lagi, nirwana khusus direksi, komisaris dan kementrian bumn” tulis akun Eka Lesmana.

“Innalillahi, sudah dikapling gitu. Semoga Allah menyediakan hidayah terhadap bapak yang mengkapling shaf ini”. kata Afina Farhahani Jepara.

“Ko lucu yah.. Tapi tetep yang dicatet sama malaikat itu yang duluan tiba kan yah?”. kata akun Dian Umbara.

Dan masih banyak lagi komentar lainnya.

Namun sayangnya pemilik akun tersebut meremove artikel yang sudah menjadi booming tersebut. Sebelum dihapus, artikel tersebut sudah dishare puluhan ribu kali oleh netizen.

Nah bagaimana aturan shalat berjamaah seumpama ini?

Dari Abu Mas’ud al Badri, ia berkata: Dahulu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam biasa mengusap bahu-bahu kami, di saat akan mengawali shalat, ia bersabda: “Luruskan shafmu dan janganlah kau acak-acakan dalam shaf; sehingga hal itu menghasilkan hati kau juga akan saling berselisih”. (Shahih: Muslim no. 432)

Dan dari Nu’man bin Basyir, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Hendaklah kau sungguh-sungguh meluruskan shafmu, atau (kalau tidak; maka) Allah akan jadikan pertengkaran di antaramu. (Muttafaq ‘Alaihi: Bukhari no. 717 dan Muslim no. 436)

Permasalahan ini serempak sudah di diskusikan oleh para ulama di dalam kitab fikih di dalam cuilan “صلاة الشحص خلف الصفوق وحده ” (Sholat seseorang yang sendirian pada shaf), dan sudah di jelaskan pula akan keharusan mengerjakan sholat berjamaah dengan beserta segala keutamaannya dan keharusan untuk merapatkan shaf, tanpa ada celah sedikit pun untuk dilewati oleh syaitan.

Namun kadang kala suatu keadaan yang membuat kita sholat sendiri di belakang shaf, lantaran tidak adanya celah untuk masuk ke dalam shaf, maka dalam hal ini boleh kita mengerjakan shalat di belakang shaf seorang diri dengan kesempatan ada yang datang, disebabkan lantaran adanya uzur yakni tidak adanya celah lagi untuk masuk ke dalam shaf.

Namun apabila ada celah untuk masuk ke dalam shaf, namun dia masih tetap shalat di belakang shaf maka sholatnya tidak sah, lantaran tidak adanya uzur, sebagaimana sudah masyhur di kelompok andal ajakan akan kaidah ini yakni “لا واجب مع عذر” (Kewajiban gugur jikalau ada uzur) dan insya Allah inilah nasehat yang lebih hati-hati di dalam permasalahan ini dari dua nasehat para ulama yang ada, dan ini sebagaimana diseleksi Syaikh Utsaimin di dalam kitabnya Majmu Fatawa (15/176-206), Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam Majmu Fatawa-nya serta Syaikh As Sa’di.

Wallahu a’lam bisshawab.
Sumber https://www.kabarmakkah.com

Scroll to Top