Apa Itu Heat Sink? Apa Fungsi Dan Kegunaannya?

By | Maret 2, 2017

Heatsink adalah perangkat elektronik yang menggabungkan kipas angin atau perangkat peltier untuk menjaga komponen elektronik ibarat prosesor dengan menghamburkan panas ke udara semoga tetap dingin. Heat sink dipakai dengan perangkat semikonduktor yang berdaya tinggi ibarat daya transistor dan optoelektronik layaknya laser atau dioda yang memancarkan cahaya (LED). Sebagai tumpuan dari penggunaan heat sink yaitu untuk pendinginan komputer atau pendinginan CPU.

Heatsink biasanya terbuat dari logam dengan konduktivitas termal tinggi ibarat aluminium atau tembaga dan menggabungkan sirip untuk meningkatkan luas permukaan. Panas dari komponen yang relatif kecil ditransfer ke heatsink yang lebih besar sehingga suhu keseimbangan komponen ditambah heat sink menjadi jauh lebih rendah.

adalah perangkat elektronik yang menggabungkan kipas angin atau perangkat  Apa itu Heat sink? Apa Fungsi dan Kegunaannya?

Sejarah Heat Sink
Heat sink diperkenalkan oleh Western Alliance di 2022AD untuk menangani beban panas yang dikenakan oleh senjata energi medan perang paling awal dan untuk melindungi medan mesin fusi pertama dari panas. heat sink modern mempertahankan fitur yang sama dengan pendahulunya, yaitu sistem pengumpulan panas (biasanya mengalir pendingin cair dikirim ke hot spot), pompa panas (mungkin tidak sama dengan pompa sirkulasi pendingin), dan radiator untuk mendorong panas di area lingkungan sekitar. Saat ini Heat sink telah menyusut dalam ukuran dan kini ditawarkan dalam bentuk yang cukup efisiensi, tetapi prinsip-prinsip dasar dari heat sink tidak berubah.

Jenis Heat Sink
Ada dua jenis heat sink yaitu Active heat sink dan Passive heat sink.

Active heat sink yang biasa juga disebut sebagai HSF, merupakan abreviasi dari Heat sink and Fan memanfaatkan power supply dan berjenis kipas atau juga berupa beberapa perangkat pendingin peltier lainnya.

Jenis ini menunjukkan kapasitas pendinginan lebih besar tetapi membutuhkan daya pula alasannya berupa mekanik, jadi bila prosedur kipas yang dipakai murah bisa jadi memungkinkan prosesor tetap panas sehingga perangkat (komputer) menjadi (hang/fail) gagal berfungsi.

Passive heat sink terbuat dari radiator aluminium-bersirip yang membuang panas melalui konveksi jadi jenis ini  tidak mempunyai komponen mekanik. Passive heat sink biasanya ditemukan pada: CPU keluaran lama, bab yang tidak menghilangkan banyak daya ibarat chipset, komputer dengan prosesor berdaya rendah, dan peralatan di mana operasi yang tidak memerlukan pemanis kipas.

Tujuannya yaitu untuk mengurangi kebisingan sistem dan menghilangkan kemungkinan resiko overheating akhir kegagalan kipas. Keuntungan lain dari passive heatsink (pasif) selain kurangnya kebisingan, sebuah heatsink pasif juga tidak membutuhkan catu daya.

Gambar di atas yaitu tumpuan dari passive heat sink yang dipakai pada salah satu pada motherboard.

Cara Memilih Heat Sink
Ketika anda membeli komputer, apakah brand Dell, Sony, Samsung, Lenovo atau HP maka heat sink sudah terpasang. Namun, jikalau anda sedang merakit komputer sendiri, ada beberapa faktor yang harus anda pertimbangkan ketika menentukan heat sink yang tepat. Karena anda mempunyai begitu banyak pilihan ketika menentukan prosesor, hanya memastikan bahwa output termal prosesor yang anda beli sesuai dengan kemampuan penanganan termal dari heat sink dibeli.

Untuk mengetahui kinerja heat sink diharapkan sebuah prosesor yang akan anda gunakan, untuk itu ada beberapa hal yang perlu diketahui:

  • Maksimum suhu yang diijinkan (bagaimana panas yang bahwasanya dari komputer)
  • Disipasi maksimum daya prosesor
  • Maksimum suhu inlet yang diijinkan ke heat sink

Angka-angka ini bisa dilihat pada buku manual/panduan. Setelah mengetahuinya, maka bisa dihitung dengan rumus matematika untuk menentukan heat sink yang dibutuhkan untuk prosesor anda. Untuk menemukan resistance thermal yang diharapkan prosesor, kurangi suhu inlet maksimum dari suhu maksimum dan bagi jumlahnya dengan disipasi daya maksimum prosesor. Tahan panas diukur dalam derajat Celcius per watt (C / W).

Cara Kerja Heat Sink
Heatsink ini bekerja pada ketika proses penghasilan panas pada komputer bekerja, jikalau perangkat itu tidak menghasilkan panas maka heatsink pun tidak akan berputar, heatsink ini akan mendapatkan panas dari processor kemudian panas yang dihasilkan processor tersebut akan menyebar keseluruh bab heatsink dengan sama rata. Panas yang dihasilkan processor tadi haruslah dibuang, dan yang berfungsi untuk membuang panasnya yaitu fan, fan ini akan menyemburkan banyak udara keseluruh bab heatsink dan membuang seluruh panas yang ada.

source:
berbagai sumber online