Bacaan Adzan Dan Iqomah Lengkap Arab, Latin Dan Artinya

Bacaan Adzan dan Iqomah Lengkap Arab, Latin dan ArtinyaAdzan ialah undangan panggilan kepada umat islam untuk melaksanakan sholat wajib 5 waktu yang dikumandangkan pada waktu shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Sedangkan iqomah ialah undangan yang membuktikan bahwa sholat akan segera dilaksanakan. Seperti apa lafadz bacaan adzan dan iqomah itu ?.

 ialah undangan panggilan kepada umat islam untuk melaksanakan sholat wajib  Bacaan Adzan dan Iqomah Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Orang yang mengumandankan adzan disebut Muadzin. Seorang muadzin harus hafal lafadz adzan dan iqomah. Sebagai umat muslim ketika mendengar adzan maka sebaiknya istirahat dulu segala aktivitasnya dan segera ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah bersama, lantaran pahalanya lebih besar 27 derajat daropada sholat sendirian.

Sebab disyariatkan Adzan dan Iqomah

Mengenai alasannya ialah di Syariatkan Adzan dan iqomah didalam kitab Al-figh ‘alal Madzahibil Arba’ah berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah di jelaskan sebagai berikut: Sebab disyariatkan adzan ialah ketika nabi Muhammad saw hingga di Madinah dia kesulitan untuk memberitahu kepada kaum muslimin perihal masuk waktu sholat. Rasulullah dan para sahabatnya bermusyawarah membicarakan bagaimana cara memberi tanda bahwa waktu sholat telah tiba, biar mereka sanggup mengikuti sholat berjamaah bantu-membantu dengan Rasulullah saw.

Diantara mereka ada yang mengusulkan dengan lonceng, Rasulullah tidak baiklah dengan cara ini, lantaran mirip orang nasrni. Sebagian lagi beropini dengan menggunakan terompet, Rasulullah pun tidak baiklah dengan cara ini lantaran hal ini mirip orang yahdi. Sebagian lain mengusulkan dengan menggunakan rebana, Rasulullah pun tidak baiklah lantaran hal ini mirip orang romawi. Sebagian lain lagi mengusulkan dengan menyalakan api, dan itupun tidak disetujui oleh Rasulullah saw lantaran mirip orang mjusi. ada pula yang mengusulkan dengan mengibarkan bendera sehingga jikalau ada salah seorang yang melihatnya maka ia sanggup memberitahu kepada yang lain.

Semua usul itu tidak ada yang diterima oleh Rasulullah saw, dan beliaupun segera bangkit dan meninggalkan daerah dengan perasaan cemas. salah seorang  sobat berjulukan Ja’far bin Zaid juga merasa cemas sebagai mana yang dicemaskan oleh Rasulullah. Ja’far pun segera tidur, dan didalam tidurnya ia bermimpi ada seorang malaikat tiba mengajarinya Adzan dan Iqomah. Pada pagi harinya Ja’far memberitahu kepada Rasulullah perihal insiden mimpinya itu. Rasulullah bersabda, bahwa mimpinya itu sesuai dengan wahyu. Segera Rasulullah memerintahkan untuk mengumandangkan Adzan dan Iqomah.

Itulah awalmula disyariatkannya adzan dan iqomah, Nah bagi yang sedang mencar ilmu Adzan dan iqomah berikut ini ialah lafadz Adzan dan Iqomah lengkap dengan goresan pena latin dan artinya:

Bacaan Adzan dan Iqomah

Lafadz Adzan

(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya ‘alashshalaah (2x)
Hayya ‘alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)

Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu ialah utusan Allah
Marilah Sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah

Untuk Adzan yang dikumandangkan ketika akan sholat shubuh, maka ditambahkan lafadz :

اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

Ash-shalaatu khairum minan-nauum

Artinya: “Sholat itu lebih baik dari pada tidur”

dan dibaca 2x sehabis lafadz Hayya ‘alalfalaah

( حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ).
Setelah muadzin mengumandangkan Adzan dianjurkan untuk membaca doa sehabis adzan begitu juga sehabis mengumandangkan iqomah dianjurkan pula untuk membaca doa sehabis iqomah. waktu diantara adzan dan iqomah merupakan waktu yang baik untuk berdoa dimana doa itu akan dikabulkan, oleh alasannya ialah itu anjurkan bagi kita untuk memperbanyak doa pada waktu tersebut. untuk bacaan lafadz iqomah beserta latin dan terjemahnya ialah sebagai berikut

Lafadz Iqomah

اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ،قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
لَاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Hayya ‘alashshalaah
Hayya ‘alalfalaah
Qad qaamatish-shalaah, Qad qaamatish-shalaah
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah

Artinya :
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan melainkan Allah.
Aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu ialah utusan Allah.
Marilah Sembahyang (sholat).
Marilah menuju kepada kejayaan.
Sesungguhnya sudah hampir mengerjakan sholat.
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan melainkan Allah.

Hal-hal yang harus diketahui oleh Muadzin

Bagi seorang muadzin tentu saja ada beberapa hal yang harus diketahui oleh seorang muadzin, berikut ini ialah hal-hal yang harus diketahui oleh seorang Muadzin:

  1. Hendaklah Muadzin menunaikan kiprah mengumandangkan Adzan dan iqomah dengan suka rela bukan lantaran di beri imbalan atau mendapatkan bayaran.
  2. Hendaklah orang yang mengumandangkan Adzan suaranya nyaring dan anggun biar sanggup didengar oleh orang banyak dan lezat didengar.
  3. Muadzin orang yang benar-benar mengetahui waktu sholat dan orang yang dipercaya supaya adzan sanggup dikumandangkan pada awal waktu.
  4. Hendaklah Muadzin membaca adzan dengan tartil dengan cara  melambatkan bacaan adzan dan mempercepat bacaan iqomah.
  5. Muadzin suci dari hadas besar dan hadas kecil. berdasarkan ulama syafi’iyah Muadzin yang tidak dalam keadaan suci hukumnya sah tetapi makruh. berdasarkan ulama Hanafiyah, Imam Ahmad dan lain-lain, bahwa Muadzin yang tidak dalam keadaan suci hukumnya sah dan tidak makruh.
  6. Badan dan pakaian Muadzin harus suci dari najis
  7. Hendaklah Muadzin bangkit di suatu daerah yang tinggi biar lebih sanggup didengar oleh orang banyak. Jika ditempat Adzan terdapat pengeras suara, maka Muadzin hendaknya menggunakan pengeras bunyi tersebut.
  8. Pada ketika mengumandangkan adzan dan iqomah Muadzin menghadap kiblat. Hal ini di katakan juga oleh Ibnu Mundzir bahwa menghadap kiblat ketika adzan ialah termasuk sunah, lantaran semua Muadzin Rasulullah saw ketika adzan menghadap kiblat. Jika Muadzin melaksanakan adzan tidak menghadap kiblat, adzannya tetap sah tetapi makruh.
  9. Hendaklah Muadzin memalingkan muka, leher dan dada ke kanan ketika membaca Hayya alashsolah dan memalingkannya ke kiri ketika membaca Hayya alalfalah. Berikut ini ialah bunyi hadistnya. “Berkata Abu Juhaifah: Ketika Bilal Adzan kuikuti mulutnya ke sana dan kemari yakni ke kanan dan ke kiri sewaktu membaca hayya alashsholah dan hayya alalfalah.”(H.R Ahmad, Bukhari dan Muslim)
  10. Hendaklah Muadzin memasukan dua anak jari ke dalam dua telinganya ketika membaca Adzan.
  11. Muadzin mengeraskan suaranya walaupun dalam keadaan sendirian.
  12. Muadzin tidak berbicara ketika sedang adzan dan iqomah.
  13. Hendaklah Muadzin mengucapkan Ashalatu khairum minannaum 2 kali pada adzan subuh.
  14. Muadzin membaca iqomah ketika imam telah masuk di masjid atau mushala untuk mendirikan sholat. Jika imam telah tiba di masjid ketika adzan sedang di kumandangkan, maka Muadzin menunggu arahan imam.
  15. Hendaklah Muadzin memberi jarak antara adzan dan iqomah untuk memberi kesempatan kepada orang-orang yang ingin sholat berjama’ah. Perlu kita ketahui bahwa di syariatkan adzan ialah untuk keperluan ini dan kalau tidak demikian akan percuma keberadaan adzan.
  16. Hendaklah Muadzin yang megumandangkan adzan juga yang melaksanakan iqomah. Tetapi boleh juga iqomah di bacakan oleh orang lain. “Dari Ziyad bin Al-Harist ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Siapa yang melaksanakan adzan, maka ia pula yang melaksanakan iqomah.” (H.R Tirmidzi).
  17. Setelah Muadzin melaksanakan adzan maupun iqomah, hendaknya membaca doa sehabis adzan maupun iqomah.

Demikianlah lafadz bacaan adzan dan iqomah lengkap dalam bahasa arab, latin beserta artinya. Semoga bermanfaat.

Scroll to Top