Bacaan Ayat Seribu Dinar Dan Sejarah Ayat Seribu Dinar

By | Agustus 10, 2019
Doaharianislami.com – Yang dikenal sebagian umat Islam sebagai ayat seribu dinar ialah Surat At-Talaq ayat 2-3, didalam ayat tersebut memang terkandung pelajaran wacana pentingnya bertakwa kepada Allah SWT. dalam ayat tersebut tertera komitmen Allah SWT, bahwa Allah akan menunjukkan jalan keluar pada setiap cobaan serta komitmen bahwa Allah akan memberi rezeki dari arah manapun yang tidak disangka-sangka. Semua itu untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT.

Di dalam ayat tersebut pula disebutkan, komitmen Allah SWT kepada orang yang bertawakal, bahwa Allah SWT lah yang akan memberinya kecukupan. Serta bahwa Allah juga memberitakan kepada kita, bahwa Allah pasti bisa untuk melakukan apa yang ia menetapkan dan segala sesuatu telah Allah ukur.

Diantara sebagian umat islam tidak sedikit yang memakai ayat seribu dinar (ayat At-Talaq 2-3) sebagai wasilah untuk membuka pintu rezeki atau memudahkan datangnya rezeki. Caranya dengan membaca ayat tersebut dengan jumlah tertentu dan pada waktu tertentu.

Baca juga: Kumpulan Doa Sehari-hari Lengkap Dalam Bahasa Arab Latin dan Artinya

Akan tetapi mengenai cara mengamalkan ayat tersebut memang tidak pernah diajarkan Rasulullah Saw hal inilah yang menjadi kontroversi dikalangan umat Islam. Ada beberapa ulama yang menyampaikan berdasarkan pemahaman mereka bahwa amalan ayat seribu dinar ialah bid’ah, namun ada pula beberapa ulama yang membolehkannya. Perbedaan pandangan ini sebab adanya perbedaan pemahaman mengenai definisi bid’ah itu sendiri.

Jika anda ingin mengetahui mengenai ayat seribu dinar! Nah berikut ini ialah bacaan yang disebut dengan ayat seribu dinar (Surat At-Talaq ayat 2-3) lengkap beserta latin dan artinya.

 Yang dikenal sebagian umat Islam sebagai ayat seribu dinar ialah Surat At Bacaan Ayat Seribu Dinar dan Sejarah Ayat Seribu Dinar

Ayat Seribu Dinar

وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ،وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Waman yattaqillaaha yaj’al lahuu makhrahaa wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, Waman yatawakkal ‘alallaahi fahuwa hasbuhuu, innallaaha baalighu amrihii qad ja’alallaahu likulli syaiin qadraa.

Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah pasti Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah pasti Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melakukan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS At Talaq :2-3)

Sejarah Tentang Ayat Seribu Dinar

Seorang hartawan bermimpi dalam tidurnya, ada seorang pria tiba kepadanya kemudian berkata: “Beramallah dengan hartamu sebanyak seribu dinar kepada fakir miskin yang banyak berkeliaran meminta-minta”. Karena mimpi itu berulang kali dialaminya, maka dilaksanakannya apa yang dimimpikannya itu, yaitu memberi sedekah kepada fakir miskin sebanyak seribu dinar.

Baca juga: Bacaan Doa Untuk Kedua Orang Tua (Ibu dan Bapak) Lengkap

Pada suatu malam ketika tidur ia bermimpi pula bahwa pria itu tiba lagi kepadanya dan mengajarkan beberapa kalimat ayat Al-Qur’an (ayat yang tersebut diatas) dianjurkannya biar dibaca dan diamalkan pada pagi hari dan petang maka yang kuasa akan melepaskan dirinya dari ancaman yang akan menimpa.

Setelah seorang hartawan itu berdiri dari tidurnya, ia memikirkan apa yang ia dapati dalam mimpinya seakan-akan ada relasi dengan mimpinya yang dahulu. Maka dengan tidak ragu-ragu dibaca dan di amalkannya, sebab kalimat-kalimat itu ialah ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak diragukan lagi kebaikannya.

Tidak usang kemudian hartawan tersebut dalam suatu perjalanan melalui maritim menumpang sebuah kapal, membawa barang-barang dagangannya. Setelah kapal itu berada ditengah-tengah maritim yang luas, bertiuplah angin angin puting-beliung yang sangat dahsyat, gelombang pun semakin besar, kapal terombang-ambing. Penumpang merasa cemas dan takut dan hari pun mulai malam serta hujan turun dengan lebat.

Akan tetapi hartawan itu tetap damai dan mengharap kontribusi Allah Swt sambal membaca ayat-ayat yang didapatnya dalam mimpi. Nahkoda dan awak kapal berusaha sekuat tenaga menyelamatkan kapal dan penumpangnya, tetapi keadaan semakin bertambah dahsyat, kapal terhempas diatas sebuah kerikil karang dan risikonya pecah. Disaat penumpang tidak sadar sebab lantaran mabuk kapal, kapal pun penuh air dan tidak sanggup diselamatkan lagi. Tetapi anehnya si hartawan yang mengamalkan ayat-ayat tadi, telah terdampar di tepi pantai dalam keadaan selamat Bersama harta dagangannya.

Baca juga: Doa Ketika Kehilangan Barang Agar Cepat Kembali

Demikianlah mengenai bacaan ayat seribu dinar beserta cerita wacana ayat seribu dinar yang berasal dari beberapa sumber. Semoga apa yang telah disampaikan diatas bisa bermanfaat.