Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Witir Pendek Nazilah Beserta Artinya

By | Maret 4, 2020

Qunut di dalam shalat ialah salah satu diantara sunnah nabi saw yang harus di taati oleh seluruh umatnya, di contohkan serta ada perintah eksklusif dari dia untuk mengerjakan amalan ini. Setidaknya ada 3 jenis acara qunut yang senantiasa selalu di kerjakan pada sholat yaitu qunut nazilah dengan lantaran mengerjakannya untuk mendoakan umat muslim yang sedang teraniaya, qunut subuh di waktu subuh, serta pada sholat witir bulan ramadhan.

Ketiga jenis dari doa qunut di atas berisikan kalimat-kalimat berisikan doa atau permohonan kepada allah swt biar diberi fasilitas dalam segala hal, senantiasa di beri keselamatan dan masih banyak lagi yang lainnya. Dalam pelaksanaannya, bacaan doa qunut di dalam sholat, menjadi sebuah permasalahan yang banyak di perdebatkan lantaran adanya perbedaan pendapat, terutama dalam kategori doa qunut subuh baik itu mengenai aturan hingga waktu pelaksanaannya.

Keluar dari perbedaan tersebut, di sini akan di ulas secara lengkap semuanya termasuk juga di sajikan goresan pena doa dalam bahasa arab, latin dan juga artinya. Agar nantinya selain sanggup memahami sejauh mana kedudukan dari doa quntut, tetapi juga sanggup menghafal bacaannya. Maka dari itu di sarankan bagi pembaca semua untuk memahami goresan pena ini hingga benar-benar semua sanggup di pahami, biar tidak keliru pandangan nantinya dan memahami semuanya.

Qunut di dalam shalat ialah salah satu diantara sunnah nabi saw yang harus di taati oleh  Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap Witir Pendek Nazilah Beserta Artinya

Seperti yang telah di singgung pada artikel di atas bahwa qunut dalam sholat terbagi menjadi 3 bagian, pertama setiap sholat subuh, qunut nazilah dan ketiga qunut witir. Ketiga jenis tersebut tidak hanya mempunyai perbedaan dalam waktu pelaksanaannya tetapi juga soal hukum. Sedangkan dari sisi bacaan tidak jauh berbeda meski dalam pelaksanaannya untuk doa qunut nazilah banyak bacaan-bacaan khusus yang di tujukan untuk segolongan umat muslim yang sedang terkena musibah.

Macam Macam Doa Qunut

1. Doa Qunut Subuh

Sesuai dengan namanya qunut ini di kerjakan setiap sholat subuh pada rakaat ke dua sesudah i’tidal sebelum sujud, di bacakan doanya oleh imam dan di amini makmum jikalau sholatnya berjamaah, apabila sholat sendiri doa qunut di bacakan sendiri. Antara qunut imam dan doa qunut sendiri bacaannya agak berbeda namun susunan kalimatnya sama,yaitu jikalau imam di final kalimat di bacakan untuk banyak contohnya “allahumahdina” sedangkan untuk sendiri bacaannya “allahhumahdini”.

Hukum qunut subuh sendiri terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama fiqih, perbedaan ini lebih mencolok pada terjadinya pemahaman hadits dan cara qiyas. Tetapi kalangan para ulama madzhab syafi’i menghukumi qunut subuh termasuk sebagai sunnah ab’adl dalam arti apabila tertinggal harus di ganti dengan sujud sahwi. Pendapat sunnah dari kalangan ulama syafi’i bersandar pada salah satu hadits dari Anas bin Malik.

مَا زَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

Artinya: “Rasulullah SAW senantiasa berqunut di shalat fajar (shalat Subuh) hingga dia meninggal dunia.” (HR. Ahmad)

Selain itu juga di perkuat oleh sebuah riwayat yang menceritakan bahwa sehabat nabi menyerupai umar bin khatab pernah melaksanakan qunut subuh. Tetapi kendati demikian, sebgain ulama beropini bahwa hadits di atas masih perlu di perbandingan kembali dengan hadits lainnya yang menceritakan bahwa nabi tidak pernah qunut subuh terkecuali ketika akan mendoakan kebaikan dan keburukan suatu kaum.

إنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ لَا يَقْنُتُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ، إلَّا إذَا دَعَا لِقَوْمٍ، أَوْ دَعَا عَلَى قَوْمٍ

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak berqunut ketika shalat fajar (shalat Subuh), kecuali ketika mendoakan kebaikan atau keburukan untuk suatu kaum.” (HR. Muslim).

Kedua hadits di atas seolah-oleh bertentangan, namun jikalau di pelajari lebih dalam dari keduanya maka akan menemukan titik pencerahan yang tidak peru menjadi perdebatan. Bagi kalangan madzhab syafi’i mari berqunut setiap sholat subuh, dan bagi yang tidak melaksanakan jangan lupa untuk sholat subuh berjamaah. Adapun untuk uraian kalimatdari bacaan doa qunut sanggup di pelari di bawah ini.

Bacaan Qunut Subuh

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Ya Allah, berilah saya petunjuk menyerupai orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah saya kesehatan menyerupai orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah saya gotong royong orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pda segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah saya dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena, bergotong-royong Engkaulah yang memilih dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engaku beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah engkau pastikan. Aku mohon ampun dan kembalilah (taubat) kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat, berkah dan salam atas nabi Muhammad beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.

2. Doa Qunut Nazilah

Berbeda dengan qunut subuh, membacakan doa qunut nazilah setuju pera ulama menghukumi sunnah, jadi dalam hal ini tidak terjadi perbedaan pendapat. Qunut nazilah ini di lakukan setiap sholat fardhu pada rakaat terakhir sebelum sujud dengan tujuan untuk mendoakan umat muslim yang sedang berada dalam tragedi alam baik itu berupa terancamnya keamanan menyerupai peperangan atau tragedi alam lainnya yang kiranya menciptakan kesusahan umat muslim.

أن النبي صلى الله عليه وسلم قنت في غير الصبح عند نزول الناولة حين قتل أصحابه القراء

Artinya, “Nabi SAW membaca qunut selain shalat shubuh ketika ditimpa musibah, yaitu terbunuhnya para sobat al-qurra.’”

Bacaan Qunut Nazilah

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.

Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a‘dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da‘awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj‘al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi‘hum an yûfû bi‘ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj‘alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam.

Artinya, “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu lantaran siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman pria dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha erat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan doktrin dan pesan yang tersirat di qalbu mereka, menetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

3. Doa Qunut Witir

Selanjutnya yang terakhir dari macam-macam qunut ialah qunut witir yang hanya di kerjakan pada separuh final bulan ramadhan yaitu semenjak malam tanggal 16 hingga final ramadhan. Meski ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa qunut witir di kerjakan sebulan penuh, namun pendapat paling besar lengan berkuasa dari kalangan madzhab syafi’i hanya berqunut witir separuh ramadhan. Di antara dalil yang menyebutkan wacana ini menyerupai Atsar Hasan
yang diriwayatkan Imam Abu Dawud

أن عمر بن الخطاب جمع الناس على أبي بن كعب فكان يصلي لهم عشرين ليلة ولا يقنت الا في النصف الباقى من رمضان. رواه أبو داود

“Bahwasanya Umar Ibn Khattab berinisiatif mengumpulkan masyarakat biar shalat tarawih bersama (dengan imam) Ubay Ibn Ka’b, maka dia shalat tarawih bersama mereka selama 20 malam, dan dia tidak berdoa qunut kecuali dalam separuh yang kedua (malam 16 bulan ampunan hingga seterusnya),” (HR. Abu Dawud).

Bacaan Qunut Witir

Sementara Untuk bacaan qunut witir sendiri, sama menyerupai bacaan qunut subuh yaitu jikalau di bacakan imam di baca allahhumahdina dan seterusnya apabila sendiri di baca allahummahdini. Makara setiap kalimat yang berakhiran lafadz “ni” Jika di baca imam di ganti menjadi “na”semoga kalian semua mengerti dengan sekilas klarifikasi ini dan tidak menjadikan doa qunut menjadi objek perdebatan yang menjadikan perpecahan antar umat islam.

Harus di pahami betul bahwa pembahasan mengenai qunut baik itu doa qunut subuh, nazilah dan witir sangat luas sekali, bahkan berbagai hadits yang perlu di gali lebih dalam jikalau ingin benar-benar memahaminya. Sehingga di sarankan kepada siapa saja untuk eksklusif tiba kepada kiayi atau ustadz jikalau ingin bertanya wacana bacaan doa qunut subuh lengkap witir pendek nazilah Beserta Artinya biar lebih terang wacana asal pemahaman tersebut dari mana.