Campaign Twibbon Hut Kemerdekaan Ri Ke-76 Tahun 2021

By | Juni 20, 2021
Link Campaign twibbon HUT Kemerdekaan RI ke CAMPAIGN TWIBBON HUT KEMERDEKAAN RI KE-76 TAHUN 2021

Link Campaign twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021. Tanggal 17 Agustus ialah tanggal yang istimewa bagi rakyat Indonesia, sebab pada tanggal tersebut Republik Indonesia mulai berdiri serempak dengan digaungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Begitu besar makna dari kemerdekaan Indonesia terhadap kelancaran pembangunan Indonesia. Kemerdekaan bagi seseorang yakni hak untuk mengatur diri sendiri tanpa adanya campur tangan orang lain. Namun, dalam kemerdekaan Negara Indonesia hal ini memiliki arti hak kendali sarat terhadap negara sendiri dan tidak dikontrol oleh negara lain.

 

Sebelum berbagi Link Campaign twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021, mari sejenak mengingat sejarah siangkat detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sendiri dilaksanakan pada Jumat, 17 Agustus 1945 atau 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, dimana teks proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Banyak peristiwa penting yang mewarnai usaha rakyat Indonesia dalam mendeklarasikan kemerdekaannya.

 

Sebagaimana dipahami sehabis penjajahan Belanda, bangsa Indonesia di Jepang selama kurang lebih 3,5 Tahun. Namun, pendudukan Jepang atas Indonesia sudah memberi luka yang sungguh mendalam bagi rakyat Indonesia. Untuk menuntaskan penderitaan itu banyak sekali upaya sudah dilaksanakan dengan sekuat tenaga. Hingga balasannya kekalahan Jepang pada Perang Asia Pasifik memberi laba bagi Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Berikut yakni beberapa persitiwa yang terjadi sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, antara lain:

 

1. Jepang tunduk terhadap Sekutu

Pada 6 Agustus 1945 Kota Hiroshima dijatuhi bom atom yang berjulukan “Little Boy” oleh Angkatan Udara Amerika Serikat yang menjadi belahan dari pasukan Sekutu. Belum habis rasa terkejut dan panik rakyat Jepang atas serangan bom atom pasukan Amerika Serikat, kembali pada 9 Agustus 1945 giliran kota Nagasaki yang dihancurkan dengan bom atom “Fat man”. Untuk menyingkir dari kehancuran di pihak Jepang yang lebih mendalam maka 14 Agustus 1945 waktu New York (15 Agustus 1945 waktu Indonesia) Kaisar Jepang, Hirohito mendelegasikan untuk menghentikan perang dan mengakui mengalah terhadap Sekutu (Amerika Serikat) di atas geladak kapal perang Amerika yang berjulukan USS Missouri yang sedang berlabuh di Teluk Tokyo. Dengan demikian, di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan (vacum of power).

 

2. Beda Pandang antara Tokoh Tua dan Muda

Berita menyerahnya Jepang terhadap sekutu didengar oleh Sutan Sjahrir (tokoh pemuda) dari siaran radio Amerika (voice of America). Sjahrir secepatnya menemui Moh. Hatta di rumahnya sehabis mendengar kabar bahwa Soekarno, Moh. Hatta, dan Radjiman Widyodiningrat sudah kembali dari luar negeri. Sjahrir mendesak untuk secepatnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ia menyampaikan terhadap Hatta bahwa pengumuman kemerdekaan jangan dilaksanakan oleh PPKI sebab akan timbul fikiran di pihak Sekutu bahwa kemerdekaan Indonesia ialah kado dari Jepang. Akan tetapi Hatta tidak sanggup menampilkan keputusan dan mengajak Sjahrir berjumpa Soekarno untuk menanyakan permasalahan tersebut. Ketika mereka bertemu, Soekarno ternyata tidak oke dengan ajakan Sjahrir. Alasannya, pernyataan kemerdekaan yakni wewenang PPKI sehingga tidak bijaksana ia selaku ketua PPKI mendahului tanpa konsultasi dengan anggota lainnya.

 

Para golongan muda mempunyai rekomendasi sendiri wacana kemerdekaan indonesia yang sedang disediakan oleh PPKI. Setelah mereka mendengar dari radio-radio mancanegara tentang kekalahan Jepang terhadap Sekutu maka kemedekaan mesti secepatnya diproklamasikan. Berawal dari D.N. Aidit yang menghimpun teman-teman seperjuangannya pada 15 Agustus 1945 sore di kantor Baperki (Badan Perwakilan Pelajar Indonesia) di Cikini 71. Saat itulah Aidit mengontak Wikana yang juga tokoh dari golongan cowok untuk mengontak teman-teman usaha dalam rangka antisipasi konferensi rahasia yang hendak diadakan di ruang belakang Kebon Jarak Institut Baktereologi Pegangsaan.

 

Di segi lain Hatta kembali kedatangan dua orang pemuda, yakni Soebadio Sastrosatomo dan Soebianto. Mereka berencana sama dengan Sjahrir mendesak Hatta mudah-mudahan secepatnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi, Hatta tetap menolaknya. Gagal memperoleh bantuan dari Hatta, kemudian Sastrosatomo dan Soebianto tiba pada konferensi yang sudah dijadwalkan oleh golongan muda. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB di ruang belakang Kebon Jarak Institut Bakteriologi Pagangsaan. Mereka yang datang dalam konferensi tersebut yakni Chaerul Saleh, Darwis, Kusnandar, Subianto, Margono, Aidit, Djohar Nur, Pardjono, Abu Bakar, Sudewo, Subadio, Suroto Kunto dan disusul dengan kedatangan Wikana dan Armansjah. Bertindak selaku pemimpin yakni Chaerul Saleh.

 

Pertemuan rahasia tersebut membicarakan wacana ide bahwa Indonesia mesti secepatnya memproklamasikan kemerdekaannya dengan sesegera mungkin. Gagal memperoleh bantuan dari Hatta maka konferensi tersebut menentukan akan menyodorkan hasilnya terhadap Soekarno. Dipilihlah wakil dari para cowok tersebut untuk menyodorkan hasil keputusan terhadap Soekarno, yakni Wikana selaku ketua rombongan. Djohar Nur ditugaskan untuk menyusun antisipasi pelajar-pelajar yang ada di asramanya, dengan persetujuan bahwa mereka nanti akan berjumpa kembali di Tjikini 71 sehabis Darwis dan Wikana menemui Soekarno.

 

Di kediaman Soekarno, Wikana menyodorkan prospek para cowok mudah-mudahan Soekarno secepatnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Akan tetapi, Soekarno tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak sanggup memutuskannya sendiri melainkan mesti berunding dengan para tokoh yang lain tentang kemerdekaan Indonesia. Di tengah-tengah perbincangan tersebut datanglah Hatta, Ahmad Soebardjo, R.Boentaran, Mr. Iwa Koesoema Soemantri, Dr. Samsi, Djojopranoto, dan Mbah Diro. Para golongan renta ini senantiasa bersikap hati-hati dan tetap pada pendiriannya sesuai perjanjiannya dengan Marsecal Terauchi, yakni sehabis rapat PPKI yang hendak diadakan tanggal 18 Agustus 1945 atau tepatnya tanggal 24 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan akan dibacakan. Golongan renta tidak berani melanggar ketentuan ini sebab kalut akan adanya pertumpahan darah. Meskipun jepang sudah kalah, kekuatan militernya yang ada di Indonesia masih sungguh kuat.

 

Penolakan yang disampaikan Soekarno dan Hatta terang mengecewakan para pemuda. Rombongan para cowok kemudian pamit pulang. Rombongan Wikana ternyata dijemput oleh Djohar Nur yang diutus teman-teman cowok yang sudah menanti terlalu usang di Institut Bakteriologi, sehabis dari rumah Soekarno mereka berjumpa di Tjikini 71 sesuai dengan kesepakatan. Dipimpin oleh Chaerul Saleh, konferensi tersebut diawali dengan laporan dari Wikana wacana hasil dari kunjungan ke tempat tinggal Soekarno.

 

Di tengah kebimbingan jalan keluar untuk langkah-langkah cowok selanjutnya. Soekarni mengajukan suatu usul. Menurutnya Soekarno dan Moh. Hatta mesti “dijemput paksa” dibawa keluar kota Jakarta, kawasan di mana kedua tokoh tersebut jauh dari imbas Jepang. Usul Soekarni ini kemudian disetujui oleh semua yang hadir, dan bergeraklah para pemuda.

 

3. Peristiwa Rengasdengklok

Pada Kamis, 16 Agustus 1945 dini hari, para cowok berseragam masuk belakang layar ke tempat tinggal bung Karno. Soekarni dibarengi beberapa cowok bersenjata “menjemput paksa” Bung Karno bareng istri Nyonya Fatmawati dan putranya Guntur. Bung Karno dan keluarga yang sudah dibawa keluar para cowok kemudian masuk ke dalam kendaraan beroda empat yang didalamnya sudah ada Bung Hatta. Mereka kemudian duduk di belakang berempat, sedangkan Soekarni duduk di depan di samping pengemudi yakni Winoyo Danuasmoro. Mereka dibawa sekelompok cowok dan anggota tentara Peta di bawah pimpinan Soekarni dan Shodancho Singgih menuju Rengasdengklok. Mereka diposisikan di rumah seorang warga keturunan Tionghoa yang berjulukan Giau I Siong atau Djiauw Kie Siong mudah-mudahan tidak memanggil kecurigaan.

 

Tetapi,walaupun sudah diamankan ke Rengasdengklok, Soekarno dan Moh. Hatta masih tetap dengan pendiriannya. Sementara itu, di Jakarta para anggota PPKI yang dipanggil rapat pada 16 Agustus 1945 sudah tiba dan berkumpul di Gedung Pejambon (sekarang Gedung Kementrian Luar Negeri). Akan tetapi, rapat tidak sanggup berjalan sebab tidak didatangi oleh Soekarno dan Moh. Hatta selaku ketua dan wakilnya. Ahmad Soebardjo berusaha mencari tahu eksistensi Soekarno dan Moh. Hatta. Setelah berjumpa dengan Wikana balasannya Soebardjo tahu bahwa para pemudalah yang sudah menjinjing pergi Soekarno dan Moh. Hatta, tetapi ia tidak menginformasikan dimana tepatnya Soekarno dan Moh. Hatta berada.

 

Sementara itu, Joesoef Koento diutus dari Rengasdengklok untuk berunding dengan kalangan cowok di Jakarta. Setelah cukup berunding, Joesoef Koento ditemani Pandu Kartawiguna dan Wikana menemui Ahmad Soebardjo. Mereka berunding dan menciptakan persetujuan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia mesti dilaksanakan di Jakarta secepatnya. Berdasarkan persetujuan tersebut, Ahmad Soebardjo diizinkan untuk menjemput dan menjinjing kembali Soekarno dan Moh. Hatta ke Jakarta. Kamis 16 Agustus 1945 pukul 16.00 WIB, Ahmad Soebardjo, Soediro, dan Joesoef Koento pergi menjemput Soekarno di Rengasdengklok.

 

Di Rengasdengklok, Ahmad Soebardjo berjumpa dengan Soekarno, Hatta, Soekarni, Shodanco Subeno dan Soetarjo Kartohadikoesoemo yang tengah melakukan perundingan. Mereka sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia akan secepatnya diumumkan di Jakarta. Berdasarkan persetujuan tersebut Soekarno dan Moh. Hatta dikembalikan ke Jakarta, Kamis, 16 Agustus 1945, malam hari sekitar pukul 21.00 WIB rombongan berangkat dengan tiga buah kendaraan beroda empat kembali ke Jakarta.

 

Pagi hari 17 Agustus 1945, halaman kediaman Ir.Soekarno dipadati oleh sejumlah massa yang berbaris dengan tertib. Untuk mempertahankan keselamatan acara pembacaan teks Proklamasi, Dr. Moewardi meminta terhadap Shodanco Latief Hendraningrat untuk menugaskan beberapa orang anak buahnya untuk berjaga-jaga disekitar rumah Ir.Soekarno. Permintaan ini dipenuhi oleh Shodanco Latief dengan secepatnya mendelegasikan beberapa orang serdadu Peta berjaga-jaga disekitar jalan kereta api yang membujur kebelakang rumahSoekarno.

 

Sementara itu, antisipasi di kediaman Ir. Soekarno sendiri cukup sibuk. Wakil Walikota Jakarta, Soewirjo meminta Mr. Wilopo untuk merencanakan perlengkapan yang diperlukan, yakni mikrofon dan beberapa pengeras suara. Mr. Wilopo dan Nyonoprawoto pergi ke tempat tinggal Gunawan pemilik toko “Radio Satrija” di Salemba Tengah 24 untuk meminjam mikrofon dan pengeras suara. Gunawan membolehkan dan mengantarkan seorang cowok kepercayaannya untuk melayani penggunaannya. Adapun S. Soehoed anggota Barisan Pelopor spesial (Barisan Kediaman Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta) menyiapkan satu tiang bendera dari bambu untuk pengibaran Sang Merah Putih. Bendera yang hendak diki barkan sudah disiapkan oleh Nyonya Fatmawati Soekarno dan dijahit tangan sendiri oleh beliau. Kemudian sempurna pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Moh. Hatta memproklamasi kan kemerdekaan Indonesia. Pidato proklamasi digaungkan oleh Soekarno pada hari Jum’at Legi pukul 10 pagi di halaman rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan No. 56, Jakarta.

 

Setelah berakhirnya pembacaan teks Proklamasi, program dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. S. Soehoed mengambil bendera dari atas baki yang sudah ditawarkan dan mengikatkannya pada tali dengan pemberian Shodanco Latief Hendraningrat. Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tanpa dikomando para pengunjung impulsif menyanyikan Indonesia Raya. Acara berikutnya yakni sambutan dari wakil walikota Soewirjo dan Dr. Moewardi. Dengan selesainya pembacaan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lahirlah negara baru, Indonesia. Bangsa Indonesia kini duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa merdeka lain di dunia.

 

Demikian sejarah singkat Proklamasi Kemerdekaan RI yang pastinya mungkin belum lengkap tetapi setidaknya sudah memberi citra bahwa Kemerdekaan Indonesia ialah hasil usaha bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan dan dilanjutkan dengan pembangunan guna merealisasikan impian kemerdekaan.


Link Campaign twibbon HUT Kemerdekaan RI ke CAMPAIGN TWIBBON HUT KEMERDEKAAN RI KE-76 TAHUN 2021


 

Adapun tema perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 yakni Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh. Tema tersebut mendeskripsikan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang mengalah untuk terus maju bareng dalam menempuh jalan sarat tantangan, mudah-mudahan sanggup meraih masa depan yang lebih baik. Deskripsi tersebut digambarkan dalam komposisi dinamis antar bentuk geometris yang sederhana, tetapi kokoh, dan dalam perpaduannya bergeliat dengan energi yang lincah.


Link Campaign twibbon HUT Kemerdekaan RI ke CAMPAIGN TWIBBON HUT KEMERDEKAAN RI KE-76 TAHUN 2021


 


Untuk menyemarak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021, berikut beberapa Link Campaign twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 yang sanggup Anda pakai untuk menyemarkan perayaan Hari Ulang Tahun Kemeredekaan RI Tahun 2021.

Link twibbonize HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (1)

Link twibbonize HUT KemerdekaanRI ke-76 Tahun 2021 (2)

Link twibbonize HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (3)

Link twibbonize HUT KemerdekaanRI ke-76 Tahun 2021 (4)

Link twibbonize HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (5)

Link twibbonize HUT KemerdekaanRI ke-76 Tahun 2021 (6)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (7)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (8)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (9)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (10)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (11)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (12)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (13)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (14)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (15)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (16)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (17)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (18)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (19)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (20)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (21)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (22)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (23)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (24)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (25)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (26)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (27)

Link twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 (28)

 

Demikian keterangan wacana Kumpulan Link Campaign twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021. Semoga ada manfaatnya, terima kasih. Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke 76 Tahun 2021. Semoga bangsa Indonesia secepatnya terbebaskan dari Pandemi Covid-19 dan menjadi bangsa yang besar dan tangguh.

= Baca Juga =