Contoh Teks Khutbah Jum’at Bulan Muharram 1439 H Ihwal Pesan Tersirat Dibalik Hijriyah

Bulan muharram dalam penanggalan hijriyah menjadi awal tahun gres myang tiba sehabis dzulhijjah, di mana masyoritas masyarakat islam meyakini muharram ini tidak hanya sebatas menjadi tahun gres saja akan tetapi mempunyai keutamaan dan keunggulan lebih istimewa di banding dengan bulan-bulan lainnya, bahkan termasuk pada bulan harram atau mulaia yang sunnah untuk di isi dengan puasa misal asyura atau amalan lainnya.

Jika hars di perjelas seputar keutamaan dari bulan muharram termasuk dongeng dan sejarah penting yang ada pada bulan ini maka setidaknya harus membutuhkan aktu yang lebih banyak lantaran amalan dan keutamaannya cukup melimpah. Dengan begitu bagi sorang khatib pun bekerjsama aneka macam pembahasan khutbah yang sanggup di jadikan materi, sama halnya menyerupai ketika akan melaksanakan khutbah ramadhan dan lain sebagainya.

Dalam mengambil materi untuk khutbah di bulan muharram sanggup mengambil beberapa pembahasan yang masih berkaitan pribadi dengan bulan tersebut contohnya tahun gres islam, puasa asyura dan tasua atau peritiwa hijrahnya baginda nabi saw dan lain sebagainya. namun apabila memang galau bagaimana merangkai katanya maka silahkan gunakan salah satu pola khutbah di bawah ini, biar saja berkenan.

Bulan muharram dalam penanggalan hijriyah menjadi awal tahun gres myang tiba sehabis dzu Contoh Teks Khutbah Jum'at Bulan Muharram 1439 H Tentang Hikmah Dibalik Hijriyah

Khutbarh 1 (Pertama)

ألحَمْدُ لِلّهِ. ألحَمْدُ لِلّهِ الذِي جَزَى العَامِلِيْنَ. وأحَبَّ الطَّائِعِيْنَ. وَأبْغَضَ العَاصِيْنَ. أشْهَدُ أنْ لاَ اِلهَ اِلااللهُ. وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ الهَادِي اِلَى صرَاطِكَ المُسْتَقِيْمِ. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ الْقَوِيْمِ. أمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اتَّقُوْاللهَ الّذِي لا اِلهَ سِوَاهُ وَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ أمَرَكُمْ بِالطَّاعَةِ والْعِبَادَةِ. وَنَهَاكُمْ بِالظُّلْمِ وَالْمَعْصِيَةِ. فَلا يَكُوْنُ ذلِكَ اِلاَّ لِخُسْرَانِكُمْ وَهَلالِكُمْ. وَلَكِنِّ اللهَ يَرْحَمُكُمْ وَأنْزَلَ نِعَمَهُ عَلَيْكُمْ. فَأَطِيْعُوْهُ وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا عَنِ السَّيِّئَاتِ. لِأَنَّ اللهَ جَزَى أَعْمَالَكُمْ. أَثَابَكُمْ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ. وَعَذَّبَكُمْ بِسَيّءِ أَفْعَالِكُمْ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى :أَعُوْذُبِااللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، فَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُواْ وَقُتِلُواْ لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ ثَوَاباً مِّن عِندِ اللّهِ وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

Hadirin Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak para jama’ah untuk selalu bersukur kepada allah swt, atas segala anugerah dan segala kenikmatan yang telah di berikan kepada kita, sehingga kita masih di beri kesempatan untuk sanggup bertemu dengan tahun baru, mudah-mudahan kedepan kita di beri kekuatan oleh allah untuk sanggup mengisi lembaran gres dengan senantiasa meningkatkan iman dan ke taqwaan kepada allah swt, menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangannya, serta menjauhi segala perbuatan yang mengundang kemurkaannya. Sehingga dengan begitu, mudah-mudahan kita bertambah mendapat limpahan rahmat, berkah dan ridh-nya, senang dunia dan akhirat.

Hadirin Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah

Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun terus di gilirkan oleh allah swt, berlalu meninggalkan kita tanpa akan pernah kembali lagi, sementara pada setiap ketika yang telah berlalu itu, apakah terisi dengan kebaikan atau keburukan, semuanya akan di minta pertanggung jawabannya kelak di hadapan allah swt. Oleh lantaran itu kita mesti banyak memohon ampun kepada allah swt, atas segala kesalahan dan dosa yang telah berlalu sambil terus memperbaiki diri. Ke depan kita terus berusaha maksimal untuk mengisi setiap ketika dan kesempatan dengan acara keimanan dan kesalehan yang lebih banyak dan berkualitas, kita daya fungsikan usia ini untuk mengabdi dan beribadah kepada allah swt.

Hadirin Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah
Rosululloh saw dan para sehabat sebelum melaksanakan hijrah secara fisik (hijrah badaniyah), sehabis lebih dahulu melatih dulu melaksanakan hijrah secara mental (hijrah qalbiyah). Selama tiga belas tahun dia mengambil perilaku hijrah qalbiyah di tengah-tengah komunitas masyarakat yang tertutup oleh kabut kejahiliyahan dan kemusyrikan. Mereka tetap tegak mempertahankan identitas dan komitmen keimanannya, tidak hanyut dan tidak pula terpengaruh oleh arus kesesatan. Dalam kondisi yang demikian itu, justru keyakinan dan keimanan mereka semakin matang dan tangguh, ketabahan hati mereka semakin membaja, sehingga ketika tiba saatnya harus melaksanakan hijrah secara fisik (hijrah badaniyah) hati mereka tidak tergoncang sedikitpun juga, perilaku mereka begitu mantap dan tangguh.

Kaum muhajirin melaksanakan hijrah fisik bukanlah lari untuk menyelamatkan diri, tidak pula merasa lemah menghadapi kekuatan musuh yang besar, tidak untuk kepentingan harta benda dan bukan pula lantaran dorongan ambisi kekuasaan. Tetapi hijrah fisik itu mereka lakukan merupakan lanjutan dan buah dari hijrah hati nurani (hijrah qalbiyah), Sebagai realisasi untuk menegakan kebenaran dan menghancurkan kebatilan.

Hijrah merupakan insiden bersejarah yang mempunyai makna penting dan strategis untuk di jadikan pijakan dalam medan usaha yang tetap relevan di kaitkan dengan konteks ruang dan waktu kini juga yang akan datang. Peristiwa hijrah tidak sanggup di lepaskan dari berjihad di jalan allah swt. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan akan hal ini, di antaranya firman allah swt :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ آوَواْ وَّنَصَرُواْ أُوْلَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلاَيَتِهِم مِّن شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُواْ وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلاَّ عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Innalladziina aamanuu wa haajaruu wajaahaduu biamwalihim wa angfusihim fi sabilillahi wal-ladziina a wau wanasoruu ulaaika ba’duhum auliyaa-u ba’din, wal-ladziina aamanuu wa lam yuhaaziruu maalakum-miwwalayatihim min syaiin hatta yuhaa jiruu wainis tansoru ukum fiddiini fa’alaikumunnasru illa ‘alaaqaumi-m bainakum wabainahum-miisaakun,
wallohu bimaa ta’maluuna basir. (Al-Anfal Ayat 72)

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan hijrah serta berzihad dengan harta dan jiwanya pada jalan allah san orang-orang yang menawarkan kawasan kediaman dan petolongan (kepada orang-orang muhajirin) mereka itu satu sama lain lindung melindungi. Dan terhadap orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. Akan tetapi, kalau mereka minta pinjaman kepadamu dalam urusan pembelaan agama, maka kau wajib menawarkan pertolongan, kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kau dengan mereka, dan allah maha melihat apa yang kau kerjakan (Al-Anfal : 72)

Dan firman allah swt :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Walladziina aamanu wahaajaruu wajaahaduu fii sabiilillahi waladziina aawauwanasoru ulaaika humulmu’minuuna haqqol-lahum maghfirotunw warizkun kariimun

Artinya : Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan allah, dan orang-orang yang memberi kawasan kediaman dan memberi pinjaman (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman, mereka memperolah ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia (QS.AL-Anfal : 74).

Dengan tahun gres hijriyah ini marilah kita jadikan momentun memperkokoh keimanan dan memperteguh perjuangan, baik dengan harga, jiwa dan raga kita, demi keluhuran dan ketinggian agama allah swt. Sebagaimana semangat keimanan dan usaha para sehabat yang tidak gampang patah semangat, mereka begitu gigih mempertahankan dan memperjuangkan keimanan dan keyakinan akidahnya.

Meninggalkan kampung halaman yang sudah mendarah daging, harta dan keluarga yang di cintainya yang berbeda aqidah, bukan hal yang gampang tanpa keimanan dan aqidah yang kuat. Demi keimanan dan keyakinan mereka rela meninggalkan kampung halaman,
menyusuri padang pasir di bawah sengatan terik matahari dan dinginnya angin malam dari makah menuju ke madina, sebuah perjalanan yang melelahkan dan beresiko tinggi, tanpa keimanan yang berpengaruh tidak mungkin seseorang melakukannya, iman yang mereka pertahankan
melahirkan kekuatan yang luar biasa, dengan keimanan berpengaruh yang tertanam dalam batin, penderitaan lahir tidak menyurutkan semangat mereka berhijrah dan berjihad di jalan allah, mereka itulah orang-orang mukmin sejati, yang mendapat maghfirah, anugrah besar dan derajat yang tinggi di sisi allah swt. Sebagaimana di tegaskan dalam ayat di atas. Dan allah swt juga berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Alladzina aamanu wahaajaruu wa jaahaduu fiisabiilillahi bi amwalihim wa angfusihim a’dhomu darojatan ingdallohi wa ulaaika humul faaizuuna

Artinya : Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan allah dengan harta tubuh dan diri mereka ialah lebih tinggi derajatnya di sisi allah swt dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (QS.At-taubat : 20)

Hadirin Jama’ah shalat jum’at rahimakumullah
Demikian lah khutbah yang saya sampaikan kali ini, mari kita jadikan tahun gres hijriyah ini sebagai momentum untuk memperkokoh keimanan, memperteguh usaha serta biar kita di beri kekuatan oleh allah swt untuk sanggup mengisi sisa-sisa usia ini dengan aktifitas keimanan dan kesalehan, sehingga kedepan kita semakin bertaqwa dan bersahabat kepada allah swt. Sehingga kita menjadi orang yang beruntung dan berbahagia, terutama kelak di sisi allah swt.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

Itulah khutbah muharram wacana hikmah di balik hijrah, mudah-mudahan dengan adanya khutbah ini menjadi suatu dorongan yang baik bagi kita semua dalam bersikap lebih baik lagi. Dan tahun gres hijriyah kini biar menjadi momen untuk merubah segalanya, jangan sia-siakan bulan muharram yang penuh dengan keutamaan-nya.

Scroll to Top