Doa Mohon Tetap Menegakkan Shalat Fardhu 5 Waktu

cybermoeslem – Menegakkan atau mendirikan shalat 5 waktu dalam sehari semalam yaitu kewajiban bagi kaum muslimin muslimat yang baligh dan berakal. Shalat 5 Waktu juga merupakan Rukun Islam yang kedua sesudah Syahadat, yaitu bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad yaitu Rasul Allah.

Meskipun kita telah menyadari dan memahami bahwa Shalat 5 Waktu merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT dan akan mendapat dosa yang sangat besar bila meninggalkannya, namun tidak sanggup dipungkiri terkadang masih saja ada dari sebagian kita yang sering meninggalkan kewajiban shalat 5 waktu, entah itu disengaja maupun tidak disengaja.

Maka dari itu, selain kita harus sanggup mengatur waktu disela-sela kesibukan keseharian kita, tentu kita juga tidak luput dari yang namanya berdoa. Ya..! kita juga patut berdoa kepada Allah SWT semoga selalu menegakkan shalat 5 waktu dalam sehari semalam.

Berikut yaitu lafadz bacaan doa mohon tetap menegakkan ibadah shalat 5 waktu.

رَبِّ اجْعَلْنِىْ مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِىْ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ، رَبَّنَااغْفِرْلِىْ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

Artinya :
Wahai Tuhanku, jadikanlah saya dan anak cucuku orang yang menegakkan shalat. Wahai Tuhan kami, terimalah doaku. Wahai Tuhan kami, ampunilah saya dan semua orang mu’min pada hari tegaknya perhitungan amal nanti.

Itulah bacaan doa mohon tetap mendirikan shalat 5 waktu yang patut kita amalkan setiap hari minimal selepas sholat fardhu, selain itu juga kita berdoa mohon ampunan atas dosa-dosa diri sendiri dan dosa-dosa kaum mu’min pada umumnya.

Seperti yang kita ketahui, Shalat 5 Waktu yaitu Rukun Islam yang kedua. Shalat juga merupakan tiang agama. Apabila tiangnya kokoh tentu agamanya juga kokoh.

Dan tahukah kalian? bahwa kelak di hari kiamat, hal yang pertama kali dihisab (diperhitungkan) yaitu shalat. Siapa yang mendirikan shalat, maka manis amalnya. Siapa yang tidak manis shalatnya, maka amalnya niscaya rusak.

Hal ini menurut hadits berikut:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ ))

Artinya :
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari selesai zaman yaitu shalatnya. Maka, bila shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan bila shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia menyampaikan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir menyampaikan bahwa hadits ini shahih.]

Demikian yang sanggup kami sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Semoga dengan sedikit artikel ini sanggup bermanfaat bagi kita semua dan tentunya memotivasi kita semua untuk selalu mendirikan sholat fardhu 5 waktu. Amin.

Scroll to Top