Geofagi: Sikap Memakan Tanah

By | Mei 31, 2020

Teman-teman, masih ingat kah waktu sekolah kita diajari wacana binatang herbivora, karnivora, dan omnivora? Bagi anak Biologi, pengelompokan ini masih dibagi lagi menjadi frugivora (pemakan buah), folivora (pemakan daun), granivora (pemakan biji), nektivora (pemakan nektar), karnivora (pemakan daging), insektivora (pemakan serangga), serta omnivora (pemakan binatang dan tumbuhan).

Nah, khusus untuk binatang folivora (pemakan daun), mereka juga sering teramati sedang memakan tanah loh. Perilaku ini disebut dengan geofagi. Perilaku geofagi yang pernah saya lihat pribadi adalah kawanan rusa bawean menjilati tanah lembab dikala saya sedang penelitian magang di Januari 2014. Selain itu, dikala penelitian skripsi di bulan November 2014 saya juga sempat mengamati dua ekor lutung jawa (Bobby dan Diamond) turun dari pohon, mengambil tanah merah, digumpalkan, kemudian dimakan.

Lemur ekor cincin sedang memakan tanah

Perilaku memakan tanah (geofagi) pada orangutan



Tanah di hutan ternyata kaya akan mineral magnesium dan zat besi. Memakan tanah sanggup mencegah binatang terkena anemia dan diare. Daun mengandung beberapa senyawa toksik, menyerupai tanin dan asam fenolat. Hewan folivora membutuhkan kaolin yang terdapat pada tanah untuk sanggup menetralkan racun-racun tsb. Di dalam tanah juga terdapat semut, rayap, dan serangga lainnya yang sanggup menjadi sumber protein.

Di Indonesia, sikap geofagi juga sanggup kau temui di Tuban. Masyarakat Tuban mempunyai cemilan berjulukan ampo yang terbuat dari tanah liat panggang. Ampo dipercaya sanggup mengobati banyak sekali problem pencernaan. Gimana, tertarik untuk cobain makan tanah juga?