Grup Cybercrime Menjadi Problem Besar Facebook?

Grup Cybercrime Menjadi Masalah Besar Facebook Grup Cybercrime Menjadi Masalah Besar Facebook?
Image: Shutterstock

Apa itu grup Cybercrime Masalah besar? kok bisa? 

Nama grup yang mencerminkan grup Cybercrime ? Spammer?

Pemalsuan, pencuri identitas, spammer, dan scammer telah memakai Facebook untuk menjajakan layanan mereka, sehabis tindakan keras tahun lalu, berdasarkan sebuah laporan baru.
Semua kegiatan tersebut termasuk kedalam kategori grup cybercrime yang sangat dihentikan dan melanggah aturan di semua negara.

Agen riset Cybersecurity Talos menyampaikan menemukan puluhan grup Facebook yang “teduh (terbaik /positif) dan ilegal (paling buruk)”, dengan nama-nama menyerupai “hack Facebook (Phishing)” dan “Spammer & Hackers Profesional.” 
Grup tersebut telah ditutup atau dihapus, tetapi Talos menyerukan di Facebook kepada kelompok pengawas (polisi) lebih proaktif, mengeluh bahwa itu “tampaknya bergantung pada komunitas ini untuk menjadi pengawas sendiri.”

Baca juga: CEO Zoom Meminta Maaf Tentang Masalah Keamanan Data

Laporan Talos menyoroti 74 grup cybercrime dengan total 385.000 anggota. 

Talos menyampaikan bahwa bila pengguna bergabung dengan satu group /grup cybercrime Facebook akan secara otomatis merekomendasikan grup terkait lainnya. – “membuat kumpul – kumpul para kriminal lebih gampang ditemukan.”
Beberapa anggota mengiklankan nomor kartu kredit curian dengan memposting surat izin mengemudi korban, dan yang lain memposting permintaan untuk membantu mentransfer sejumlah besar uang atau mendapat kanal ke jaringan komputer.
Grup Cybercrime Menjadi Masalah Besar Facebook Grup Cybercrime Menjadi Masalah Besar Facebook?
Salah satu pola permintaan untuk berbuat “cybercrime” secara terperinci – terangan didalam group (Credit: The Verge)
Beberapa penjual sepertinya hanya menipu pembeli, tidak memperlihatkan layanan nyata. Namun Talos menautkan beberapa pos dengan spam faktual atau kampanye phishing.

Grup cybercrime yaitu problem jangka panjang bagi Facebook

Facebook mempunyai problem jangka panjang dengan kejahatan dunia maya (cybercrime). Pada tahun 2018, peneliti keamanan Brian Krebs menemukan 120 kelompok tertutup dengan 300.000 anggota memperlihatkan layanan – layanan ilegal. 
Facebook menghapus grup cybercrime segera sehabis diperingatkan. Tetapi peneliti lain, Justin Shafer, memperingatkan Motherboard untuk lebih banyak lagi kelompok yang disebutkan. Karena beberapa di antaranya telah beroperasi selama bertahun-tahun. 
Talos menyampaikan menemukan beberapa operasi gres dengan nama yang “sangat mirip, bila tidak identik” dengan yang ada di daftar Krebs.
“Kelompok-kelompok ini melanggar kebijakan kami terhadap spam dan penipuan finansial dan kami menghapusnya.

Kami tahu kami harus lebih waspada dan kami berinvestasi besar-besaran untuk melawan jenis aktivitas  menyerupai ini” kata seorang juru bicara Facebook. Dikatakan sebagian besar kelompok diciptakan pada 2018.

Talos memperlihatkan akun yang kurang cantik ihwal penghapusan, dengan menyampaikan bahwa tim penyalahgunaan Facebook awalnya meninggalkan beberapa kelompok, hanya menentukan untuk menghapus posting tertentu. 

Banyaknya pengguna jasa menciptakan pelaku di grup cybercrime tergiur?

“Akhirnya, melalui kontak dengan tim keamanan Facebook, lebih banyak didominasi grup cybercrime sanggup dihapus dengan cepat. Namun kelompok gres terus muncul, dan beberapa masih aktif pada tanggal penerbitan,” katanya.
Facebook mempunyai lebih dari 2 miliar pengguna, dan tidak mengherankan bahwa penjahat akan mencoba menarik pelanggan di sana. 
Pertanyaan besarnya adalah. Bagaimana aktor-aktor jahat ini sanggup dihapus lebih cepat atau dicegah dari menciptakan grup – grup menyerupai ini di Facebook. Untuk ketika ini, Talos menyampaikan akan terus mengidentifikasi grup yang akan dihapus.
Dengan maraknya grup cybercrime menciptakan tingkat keamanan pengguna menjadi terancam, akankah Facebook melaksanakan tindakan tegas?

Artikel Menarik Lainnya dari rinditech.com :
Scroll to Top