Hukum Memberi Izin Istri Jadi Tkw Dan Tips Membangun Rumah Tangga Harmonis.

Hukum memberi izin Istri jadi TKW Dan tips membangun Rumah Tangga Harmonis.

Belajar dari banyak sekali kasus yang menimpa keluarga ,semenjak Istri menjadi TKW diluar Negri.
Banyak sudah kasus dimana para TKW kita dirampas kehormatannya sebagai wanita, dilecehkan secara fisik dan psikologis oleh para majikannya di negeri sana.
Banyak sudah TKW kita yang benasib tragis apakah itu lantaran dipancung ataukah disakiti oleh majikannya lantaran membela dirinya.
Dan banyak Kasus juga yang menimpa Keluarga, yang tadinya Harmonis ,setelah pergi jadi TKW Istri meminta cerai dengan Alasan yang tak masuk akal.
Dan Alasan mengapa banyak TKW yang menentukan untuk merantau keluar negri, hanya Karena alasan tidak adanya lapangan pekerjaan di Indonesia ,dan lantaran himpitan ekonomi.
Alasan ekonomi memang menjadi satu-satunya pendorong seseorang merelakan keterpisahannya dengan suami dan Anak.
Akan Tetapi Seharusnya kita tahu bukankah harta seberapapun tak kan bisa menggantikan hari-hari berkumpul bersama keluarga.
Kesederhanahan hidup jauhlah lebih indah daripada, hidup glamor akan tetapi jauh dari hangatnya suasana kebersamaan.
Buknkah Bagi seorang pria, bekerja mencari nafkah yaitu sebuah Tanggung jawab sekaligus bisa dimaknai Ibadah.
Lagipula, bukankah aturan agama menjelaskan jikalau seorang perempuan bepergian tanpa muhrimnya yaitu sebuah larangan yang menjadikan dosa.
Ada banyak Cara Untuk Meraih Rezeki yang telah Allah janjikan ,tanpa harus dengan cara berpisah dengan keluarga.
masih banyak pekerjaan-pekerjaan yang bisa dilakukan untuk sekedar menghidupi keluarga kecil kita.
Yang terang selagi kita mau berusaha dan mensyukuri segala apa yang telah direzekikan, yaitu akad Allah yakni, mencukupi kebutuhan yang memang kita butuhkan.
Allah telah Menyebar rezeki untuk kita diberbagai penjuru.
Dan Allah pun telah menetapakan rezeki kita masing masing baca:8 Sumber rezeki yang dijanjikan Allah SWT.
Tanggung jawab suami yaitu tanggung jawab suami bukan tanggung jawab istri.

Sebagaimana diketahui bahwa suamilah yang menjadi pemimpin di rumah tangganya, Allah SWT menyebutnya dengan qowwam, satu kata yang merangkum seluruh kiprah suami di rumah tangganya.
Allah berfirman dalam Alquran surah An-Nissa:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Suami sebagai qowwam bagi istrinya dan rumah tangganya, artinya sebagai pemimpin, yang dituakan, penentu kebijakan, pendidik, pengatur urusan, penjaga, pembela, pencari nafkah dan penghasil keuangan. (QS.An-nissa: tafsir Ibnu Katsir dan Ibnu Asyur).
Diantara tanggung jawab suami yaitu yang berkewajiban memberi nafkah keluarga.
Jadi, jelaslah bahwa yang berkewajiban mencari nafkah yaitu suami, sedangkan istri tidak mempunyai kewajiban sama sekali dalam mencari nafkah.
Terlebih, perempuan itu diperintahkan untuk berdiam diri di rumah, sewaktu-waktu dibolehkan untuk keluar rumah jikalau ada kebutuhan dengan syarat tidak berdandan memamerkan kecantikan/tabaruj (bersolek).
Sebagaimana perintah Nabi SAW kepada istri-istrinya didalam surat AL ahzab:

ﻭَﻗَﺮْﻥَ ﻓِﻲ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺒَﺮَّﺟْﻦَ ﺗَﺒَﺮُّﺝَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﺍﻟْﺄُﻭﻟَﻰٰ ۖ ﻭَﺃَﻗِﻤْﻦَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺁﺗِﻴﻦَ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﺃَﻃِﻌْﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ۚ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴُﺬْﻫِﺐَ ﻋَﻨْﻜُﻢُ ﺍﻟﺮِّﺟْﺲَ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻭَﻳُﻄَﻬِّﺮَﻛُﻢْ ﺗَﻄْﻬِﻴﺮًﺍ

Artinya:
Dan hendaklah kau tetap di rumahmu dan janganlah kau berhias dan bertingkah laris menyerupai orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kau sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33).
Dari tafsir diatas sudah begitu terang di teranhkan bahwa bersama-sama kiprah besar seorang istri sekaligus ibu bagi anak-anaknya, ialah bertugas di dalam rumahnya.
Sebab Istri yaitu penenang dan penyemangat bagi suaminya.
Dan seorang istri atau Ibu yaitu sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.
perempuan shalehah itu yaitu qanitat (taat kepada Allah) dan hafizhat (penjaga amanah di dalam rumah) dikala suami tidak ada.
Alquran sudah terang jelas menunjukkan tuntunan bagi kehidupan dan Inilah bersama-sama belakang layar sistem keluarga di dalam Islam yang bisa mencetak generasi islami yang Hebat.
Lalu apa Hukum Suami yang mengizinkan istrinya menjadi TKW?
Jika ada suami yang mengizinkan para istri menjadi TKW Hukumnya Adalah Haram.
lantaran secara tidak pribadi Suami telah mengizinkan Istrinya mengingkari fitrahny seorang wanita.
yang sejatinya perempuan dicptakan sebagai seorang istri dan Ibu yang mempunyai tanggung jawab penuh terhadap keluarga.
Suami melaksanakan sebuah keharaman lantaran membiarkan istrinya bepergian tanpa mahromnya, dan meninggalkan keluarganya tersebut dalam waktu usang ysnh akan sanggup menjadikan kemadhorotan.
Bukankah sudah kita ketahui jikalau seorang perempuan itu dibolehkan untuk keluar rumah hanya untuk suatu kebutuhan saja, semisal untuk shalat berjamaah, belanja, dan dibolehkan bekerja hanya untuk membantu penghasilan suaminya.
Namun bagi perempuan tidaklah sebebas laki laki ,Seorang perempuan dibolehkan bepergian atau melaksanakan suatu acara harus memperhatikan segala laranganya yaitu;
Tidak boleh bagi Wanita/istri keluar rumah dengan bersolek, baik dengan cara berdandan, atau menampilkan perhiasannya, terlebih menampakkan auratnya.
Tidak boleh bagi perempuan bebas ber ikhtilat (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan).
Menjaga diri dan keluarga dari fitnah.
Dibolehkanya perempuan bekerja dengan menentukan pekerjaanya sesuai fitrahnya menyerupai ,mengajar, bidan, perawat, menjahit dan sebgainya.
Namun jikalau dalam kedaan darurat atau keadaan yang memaksa seorang istri menjadi tkw di luar negeri.
Seorang Suami boleh mengizinkan dikala suaminya sudah tidak bisa memberi nafkah karen sakit yang menahun dan tidak bisa bekerja.
dan istri tidak ada pekerjaan lain selain menjadi tkw di luar negeri.
Itu pun Harus Dengan bergai macam pertimbangan lantaran segala sesuatunya niscaya akan dimintai pertanggungjawaban kelak di sisi Allah SWT.
Agama Islam juga sudah menunjukkan panduan atau tips menuju Keluarga yang Harmonis, meskipun dengan kehidupan yang sederhana.

Berikut tips Agar rumah tangga menjadi Harmonis.
Hubungan perkawinan yaitu berkat yang luar biasa dari Allah, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya:
Dan dari tanda-tanda-Nya yaitu bahwa Dia membuat untuk Anda dari diri Anda sendiri sehingga Anda sanggup menemukan ketenangan di dalamnya; dan Dia menempatkan di antara Anda kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya di dalamnya ada gejala bagi orang-orang yang memberi pikiran .(QS:Arrum 21)
Tips Membangun keluarga yang serasi cukup dengan mengejawantahkan Makna dari Ayat diatas, bahwa Allah swt telah membuat pasangan untukmu dari golonganmu sendiri semoga bisa saling melengkapi, mengasuh, menghormati dan memenuhi segala hak dan kewajiban yang sudah ditentukan oleh Hukum Allah SWT.
Jika kita bisa menerapkan Alquran sbagai pemikiran Hidup kita ,Niscaya Kehidupan akan tentram, hening dan sejahteta.
baca juga:Fadilah Doa Istri Untuk Suami.
Demikian kajian singkat ihwal Hukum seorang suami yang menunjukkan izin Istri menjadi TKW, semoga menjadi manfaat dan menjadi materi renungan untuk kita semua .
wallahu a’lam

Scroll to Top