Hukum Menikahi Janda Dalam Islam, Benarkah Datangkan Banyak Rezeki?

By | Oktober 26, 2020

merupakan belahan untuk melangkah dan proses meraih tujuan hidup yang lebih utama Hukum Menikahi Janda dalam Islam, Benarkah Datangkan Banyak Rezeki?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENIKAH merupakan belahan untuk melangkah dan proses meraih tujuan hidup yang lebih utama. Islam merekomendasikan umatnya untuk menikah dan juga berkeluarga.
Hal ini berencana mudah-mudahan insan lebih memiliki ketentraman, kebahagiaan, dan juga memperkuat satu sama lain menuju jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran:

“Dan diantara gejala kekuasaanNya merupakan Dia bikin untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, agar kau condong dan merasa nyaman kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu betul-betul terdapat gejala bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum: 21)

Pernikahan merupakan sunah nabi yang sungguh diusulkan pelaksanaannya bagi umat Islam. Semasa hidup Rasullulah sudah menikahi 13 perempuan dan sebagian besar istri rasul merupakan seorang janda, cuma Aisyah RA yang merupakan seorang gadis.
Rasullulah memang memutuskan menikahi janda untuk tujuan dakwah dan memuliakan mereka. Lalu siapa sajakah istri Rasullulah yang merupakan seorang janda? Berikut nama-namanya:
1. Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha
2. Saudah binti Zam’ah bin Qois radhiyallahu ‘anha
3. Hafshah binti Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhuma
4. Zainab binti Khuzaimah radhiyallahu ‘anha
5. Ummu Salamah, Hindun binti Abi Umayyah radhiyallahu ‘anha
6. Zainab binti Jahsy bin Rabab radhiyallahu ‘anha
7. Juwairiyah binti Al-Harits radhiyallahu ‘anha
8. Ummu Habibah binti Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma
9. Shafiyah binti Huyai bin Akhtab
10. Maimunah binti Al-Harits radhiyallahu ‘anhu

“Allah SWT mendelegasikan dia menikahi banyak perempuan mudah-mudahan sunnah-sunnah yang tidak terlihat kecuali di rumah, sanggup diriwayatkan secara utuh. Istri-istri dia berperan dalam meriwayatkan sunnah-sunnah dia dikala di rumah dan para sobat meriwayatkan sunnah-sunnah dia di saat di luar rumah,” kata Ustadz Salim