Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Ankabut Ayat 43 Lengkap Beserta Penjelasannya

By | Juli 7, 2019

Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Pada kesempatan yang penuh dengan kebahagiaan ini kami akan menuliskan analisis hukum tajwid Surat Al-Ankabut Ayat 43 lengkap beserta penjelasannya. Bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah akan menjadikan hati penuh bahagia. Ditambah lagi, kita akan dibukakan pintu nikmat-nikmat yang lainnya. Sangat beruntunglah mereka orang-orang yang mau mensyukuri atas apa yang diterimanya di dalam kehidupan ini. Salah tanda orang yang bersyukur ialah menggunakan nikmat untuk hal-hal kebaikan.

Lisan kita misalnya. Bisa dipakai untuk berbicara dan membaca. Dengan kita membaca Al-Quran maka hal itu menjadikan bukti bahwa kita telah bersyukur. Untuk bisa membaca Al-Quran dengan baik maka perlu sekali kita belajar tentang ilmu tajwid. Baiklah, kita langsung mempelajari uraian hukum tajwid dari Al-Ankabut Ayat 43 berikut ini :

 Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh Hukum Tajwid Al-Quran Surat Al-Ankabut Ayat 43 Lengkap Beserta Penjelasannya

Keterangan lengkap dari nomor-nomor di atas yakni :

1. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu huruf hamzah. Dibaca secara jelas.

2. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf tsa. Cara membacanya dengan jelas.

3. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tsa berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

4. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ha berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

5. Ada dua hukum di sini, pertama ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

6. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat  fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

7. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2, 4 atau 5 harakat.

8. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf ‘ain berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

9. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

Bilamana kita sering membaca analisis tajwid dari sebuah ayat maka kita akan lebih bisa lagi membacanya dengan benar. Tentu saja kita mesti belajar. Mesti menjalani proses untuk hal itu. Perlu kesabaran dan keuletan dalam mempelajari suatu ilmu. Tidak hanya ilmu tajwid saja. Tetapi, di akhir dari kesabaran dalam belajar itu akan ada kesuksesan yang manis rasanya. Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.