Juknis Bos Reguler Sd Smp Sma Smk Tahun 2021/2022

By | Februari 18, 2021

JUKNIS BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan TAHUN  JUKNIS BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan TAHUN 2021/2022



A. Update Info Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021/2022


Juknis Bos Reguler SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021 diatur dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021. Adapun pertimbangan diterbitkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021 diterbitkan dengan pertimbangan bahwa: Menimbang : a) bahwa untuk memajukan mutu pembelajaran dan pemerataan saluran layanan Pendidikan, perlu mengalokasikan dan menyalurkan dana santunan operasional sekolah reguler; b) bahwa untuk mendukung pengelolaan dana santunan operasional sekolah reguler secara akuntabel dan sempurna sasaran, perlu menyusun isyarat teknis pengelolaan dana santunan operasional sekolah reguler; c) bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2020 ihwal Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler sebagaimana sudah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2020 ihwal Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 ihwal Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler belum menyanggupi keperluan hokum dalam pengelolaan dana santunan operasional sekolah reguler, sehingga perlu diganti.

 

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Juknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Reguler (BOS Reguler), dinyatakan bahwa Sekolah Penerima Dana BOS Reguler terdiri atas: SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SLB; dan SMK. Sekolah sebagaimana dimaksud mesti menyanggupi persyaratan selaku berikut:

a. mengisi dan menjalankan pemutakhiran Dapodik sesuai dengan keadaan riil di sekolah hingga dengan tanggal 31 Agustus;

b. mempunyai nomor pokok sekolah nasional yang terdata pada Dapodik;

c. mempunyai izin untuk menyelenggarakan pendidikan bagi sekolah yang diselenggarakan oleh penduduk yang terdata pada Dapodik;

d. mempunyai jumlah Peserta Didik paling sedikit 60 (enam puluh) Peserta Didik selama 3 (tiga) tahun terakhir; dan

e. tidak merupakan satuan pendidikan kerja sama.

 

Persyaratan jumlah Peserta abjad d dikecualikan bagi:

a. Sekolah Terintegrasi, SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB;

b. sekolah yang berada di Daerah Khusus yang ditetapkan oleh Kementerian; dan

c. sekolah yang diselenggarakan oleh Pemda yang berada pada daerah dengan keadaan kepadatan penduduk yang rendah dan secara geografis tidak sanggup digabungkan dengan sekolah lain.

Sekolah yang dikecualikan dari persyaratan mesti disarankan oleh kepala Dinas terhadap Menteri.

 

Sekolah peserta Dana BOS Reguler yang menyanggupi persyaratan ditetapkan oleh Menteri setiap tahun pelajaran. Penetapan sekolah peserta Dana BOS Reguler menurut data pada Dapodik setiap tanggal 31 Agustus.

Dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021, dinyatakan bahwa Besaran alokasi Dana BOS Reguler dijumlah menurut besaran satuan ongkos masing-masing tempat dikalikan dengan jumlah Peserta Didik. Satuan ongkos masing-masing tempat ditetapkan oleh Menteri. Jumlah Peserta Didik dijumlah menurut data jumlah Peserta Didik yang mempunyai NISN. Data jumlah Peserta Didik yang mempunyai NISN menurut data pada Dapodik tanggal 31 Agustus. Data Dapodik tanggal 31 Agustus digunakan untuk menyeleksi jumlah Peserta Didik dalam penyaluran Dana BOS Reguler pada:

a. tahap III tahun berjalan; dan

b. tahap I dan tahap II tahun berikutnya.

 

Bagi sekolah yang dikecualikan besaran alokasi Dana BOS Reguler dijumlah menurut besaran satuan ongkos masingmasing tempat dikalikan 60 (enam puluh) Peserta Didik. Besaran alokasi Dana BOS Reguler untuk Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas yang berupa sekolah terbuka dijumlah berdasarkan:

a. jumlah Peserta Didik yang mempunyai NISN; dan

b. penghitungan disatukan dengan sekolah induk.

 

Selanjutnya Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021, menyatakab bahwa enyaluran Dana BOS Reguler dijalankan secara sedikit demi sedikit dengan ketentuan:

a. penyaluran tahap I dijalankan sehabis sekolah menyodorkan laporan penggunaan Dana BOS Reguler tahap II tahun sebelumnya.

b. penyaluran tahap II dijalankan sehabis sekolah menyodorkan laporan penggunaan Dana BOS Reguler tahap III tahun sebelumnya; dan

c. penyaluran tahap III dijalankan sekolah menyodorkan penyampaian laporan tahap I tahun budget berjalan.

 

Penyaluran Dana BOS Reguler sesuai dengan ketentuan peraturan menteri yang menyelenggarakan permasalahan pemerintahan dibidang keuangan mengenai penyaluran dana alokasi khusus nonfisik.

 

Sekolah sanggup eksklusif menggunakan Dana BOS Reguler untuk membiayai penyelenggaraan operasional sekolah sehabis Dana BOS Reguler disalurkan dan masuk ke Rekening Sekolah. Rekening Sekolah pada sekolah yang diselenggarakan oleh penduduk diputuskan oleh Kementerian. Rekening Sekolah pada sekolah yang diselenggarakan oleh Pemda diputuskan oleh Pemerintah Daerah. Pemda menyodorkan Rekening Sekolah lewat system aplikasi pengelolaan Dana BOS pada Kementerian.

 

Dalam hal Pemda menjalankan pergeseran Rekening Sekolah, Pemda mesti menyodorkan pergeseran lewat tata cara tersebut. Penyampaian pergeseran Rekening Sekolah disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum waktu penyaluran Dana BOS Reguler.

 

Menteri sanggup menampilkan rekomendasi untuk penundaan atau penghentian penyaluran Dana BOS Reguler bagi Pemda yang melanggar norma, standar, prosedur, dan standar bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Apa saja komponen penggunaan Dana BOS regular tahun 2021 ? Dinyatakan dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021, bahwa Sekolah menggunakan Dana BOS Reguler untuk membiayai operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah termasuk komponen:

a. penerimaan Peserta Didik baru;

b. pengembangan perpustakaan;

c. pelaksanaan acara pembelajaran dan ekstrakurikuler;

d. pelaksanaan acara asesmen dan penilaian pembelajaran;

e. pelaksanaan tata kelola acara sekolah;

f. pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan;

g. pembiayaan langganan daya dan jasa;

h. pemeliharaan fasilitas dan prasarana sekolah;

i. penyediaan alat multimedia pembelajaran;

j. penyelenggaraan acara peningkatan kompetensi keahlian;

k. penyelenggaraan acara dalam mendukung keterserapan lulusan; dan/atau

l. pembayaran honor.

 

Sekolah menyeleksi komponen penggunaan Dana BOS Reguler sesuai dengan keperluan sekolah. Pembayaran gaji digunakan paling banyak 50% (lima puluh persen) dari keseluruhan jumlah alokasi Dana BOS Reguler yang diterima oleh sekolah. Pembayaran gaji diberikan terhadap guru dengan persyaratan:

a. berstatus bukan aparatur sipil negara;

b. tercatat pada Dapodik;

c. mempunyai nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan; dan

d. belum menerima tunjangan profesi guru.

 

Persentase pembayaran gaji paling banyak 50% (lima puluh persen) sanggup dikecualikan pada masa penetapan status tragedi alam/non-alam yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah, dengan persyaratan:

a. berstatus bukan aparatur sipil negara;

b. tercatat pada Dapodik;

c. belum menerima tunjangan profesi; dan

d. menjalankan proses pembelajaran secara tatap tampang atau pembelajaran jarak jauh.

 

Dalam hal pembayaran gaji guru terdapat sisa dana, pembayaran gaji sanggup diberikan terhadap tenaga kependidikan.Tenaga kependidikan yang sanggup diberikan honorharus menyanggupi persyaratan selaku berikut:

a. berstatus bukan aparatur sipil negara; dan

b. diperintahkan oleh kepala sekolah yang dibuktikan dengan surat penugasan atau surat keputusan.

 

Juga ditegaskan dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021, bahwa Penggunaan Dana BOS Reguler untuk pengadaan barang dan/jasa dilaksanakan lewat mekanisme pengadaan barang dan/atau jasa di sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengadaan barang/jasa oleh satuan pendidikan.

 

Dalam hal terdapat sisa Dana BOS Reguler tahun budget sebelumnya, sekolah tetap sanggup menggunakan sisa Dana BOS Reguler sesuai dengan isyarat teknis BOS Reguler tahun budget berjalan. Penggunaan sisa Dana BOS Reguler dilaksanakan dengan ketentuan sudah dicatatkan dalam planning kerja dan budget sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

 

Dalam hal sekolah yang sudah ditetapkan selaku peserta Dana BOS Reguler dan sudah disalurkan Dana BOS Reguler lewat Rekening sekolah:

a. menolak menerima Dana BOS Reguler; atau

b. sekolah ditutup pada tahun berjalan,

sekolah mesti menjalankan pengembalian Dana BOS Reguler tahun berjalan. Pengembalian Dana BOS Reguler tersebut dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Link download Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 (DISINI)

 

Demikian keterangan ihwal Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021. Semoga ada manfaatnya, terima kasih.

JUKNIS BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan TAHUN  JUKNIS BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan TAHUN 2021/2022

Terkait Syarat dan Kriteria Penerima BOS,  Petunjuk Teknis (Juknis) BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan 2021/2022  terdapat pergeseran redaksional yakni pergeseran dari kalimat mempunyai izin operasional yang berlaku bagi Sekolah yang diselenggarakan oleh penduduk yang terdata pada Dapodik menjadi memiliki izin menyelenggarakan pendidikan bagi sekolah yang diselenggarakan penduduk yang  terdata pada Dapodik. Juga terdapat pergeseran redaksional mempunyai jumlah Peserta Didik paling sedikit 60 (enam puluh) Peserta Didik selama 3 (tiga) tahun terakhir menjadi memiliki jumlah Peserta Didik paling sedikit 60 (enam puluh) Peserta Didik selama3 (tiga) tahun terakhir di saat cut off tahun berjalan. Ketentuan jumlah minimal peserta didik 60 orang dikecualikan bagi: Sekolah Terintegrasi (SATAP), SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB; Sekolah yang beradadi Daerah Khusus yang ditetapkan Kementerian; dan bagi Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah tempat yang berada diwilayah dengan keadaan kepadatan penduduk yang rendah dan secara geografis tidak sanggup digabungkan dengan Sekolah lain. Terhadap sekolah yang dikecualikan tersebut, walaupun peserta didiknya kurang dari 60, maka besaran dana BOS diberikan sebesar 60 peserta didik.


JUKNIS BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan TAHUN  JUKNIS BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan TAHUN 2021/2022



 

Perubahan fundamental pada Petunjuk Teknis (Juknis) BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan 2021/2022 adalah terkait dengan Satuan ongkos BOS Tahun 2021 atau besaran dana BOS yang diberikan terhadap sekolah atau satuann Pendidikan. Pada Juknis BOS 2021/2022, Satuan ongkos BOS Tahun 2021 akan ditetapkan oleh Menteri atau lewat Keputusan Menteri. Besaran satuan ongkos bersifat beraneka ragam dan dijumlah menurut dua indikator, yakni indeks kemahalan konstruksi(IKK) dan indeks peserta didik (IPD). Mengacu pada Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan dan SLB Tahun 2021/2020, besar dana BOS SD berkisar antara 900.000 hingga dengan 1.960.000 per peserta didik. Untuk Sekolah Menengah Pertama berkisar antara 1.100.000 hingga dengan  2.480.000 per peserta didik. Untuk Sekolah Menengan Atas berkisar antara 1.500.000 hingga dengan 3.470.000 per peserta didik. Untuk Sekolah Menengah kejuruan berkisar antara 1.600.000 hingga dengan 3.720.000 per peserta didik. Sedangkan untuk SLB berkisar antara 3.500.000 hingga dengan 7.940.000 per peserta didik.

 

Berkut ini Prinsip Penggunaan Dana BOS menurut Petunjuk Teknis (Juknis) BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan 2021/2022, yakni 1) Mendukung rancangan “Merdeka Belajar”. Penggunaan dana BOS disusun sesuai dengan keperluan sekolah tergolong untuk penanganan COVID-19, baik dalam keadaan pembelajaran tatap tampang (PTM) maupun berguru dari rumah (BDR); 2) Bersifat tidak kaku dan mengikat. Dalam artian dalam BOS 2021 tidak diputuskan kuantitas dan mutu jenis barang, serta tidak diputuskan persentase penggunaan. 3) Pengelolaan berdasar Manajemen Berbasis Sekolah. Sekolah diberikan kelonggaran terhadap penggunaan sumberdaya (dana, informasi, dan pengetahuan)  untuk berinovasi dan berkreativitas secara sanggup bangun diatas kaki sendiri dengan memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas, akuntabilitas,  dan transparansi

 

Beberapa penting terkait Pelaporan, Pengembalian Dana dan Sanksi pada Petunjuk Teknis (Juknis) BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan 2021/2022. Ditegaskan dalam Juknis BOS 2021 baru, bahwa pelaporan menjadi persyaratan dalam penyaluran. Pelaporan tahapI menjadi persyaratan penyaluran tahap III tahun berjalan. Pelaporan tahap II menjadi persyaratan penyaluran tahap I tahun berikutnya. Pelaporan tahap III menjadi persyaratan penyaluran tahap II tahun berikutnya.

 

Link download Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 (DISINI)


 

B. Info Sebelumnya Petunjuk Teknis Juknis BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020

JUKNIS BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan TAHUN  JUKNIS BOS REGULER SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan TAHUN 2021/2022


Juknis BOS Reguler Tahun 2020 (Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020). Pemberian Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler tahun 2020 berniat untuk menolong pendanaan ongkos operasional dan non-personalia pada sekolah (SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas SMK) dalam rangka peningkatan mutu pembelajaran dan pemenuhan sebagian SNP; mengendorkan beban ongkos pendidikan utamanya bagi peserta didik SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan dari keluarga tidak dapat dengan menolong (discount fee) tagihan ongkos pendidikan; menolong sekolah (SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas SMK) dalam memajukan mutu proses pembelajaran; dan mendukung jadwal strategis Pemerintah dalam rangka menanggulangi stunting pada anak usia dini.

Mengapa disebut BOS Reguler Tahun 2020? Karena di sekarang ini pemerintah tidak cuma mengalokasi dana santunan operasional sekolah yang berkala dan diberikan terhadap semua sekolah, tetapi juga sudah mengalokasikan dana santunan operasional sekolah yang bersifat stimulus untuk sekolah yang mempunyai prestasi yang lebih baik yakni dengan menampilkan BOS Kinerja, serta menampilkan stimulus bagi sekolah yang berada di tempat terpencil yakni dengan menampilkan BOS Afirmasi.

Berdasarkan Petunjuk Teknis – Juknis BOS Reguler Tahun 2020 (Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020) terdapat peningkatan alokasi dana BOS untuk masing-masing satuan Pendidikan jenjang SD, Sekolah Menengah Pertama dan SMA. Namun untuk jenjang SMK, SDLB, SMPLB, SMALB, dan SLB masih Tetap (Tidak Mengalami Kenaikan). Untuk jenjang SD,  harga satuan per BOS peserta didik setiap tahun mengalami peningkatan dari Rp800.000 menjadi Rp900.000. Untuk jenjang SMP, harga satuan per BOS peserta didik setiap tahun mengalami peningkatan dari Rp1.000.000 menjadi Rp1.100.000. Sedangkan untuk jenjang SMA,  harga satuan per BOS peserta didik setiap tahun mengalami peningkatan dari Rp1.400.000 menjadi Rp1.500.000.

Juknis BOS Reguler Tahun 2020



Selain itu, mekanisme penyaluran dana BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan tahun 2020 juga mengalami perubahan. Berdasarkan Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler Tahun 2020 (Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020), mekanisme mekanisme penyaluran dana BOS Reguler tahun 2020 merupakan selaku berikut:
1. Penyaluran dana eksklusif ke rekening sekolah
2. Penetapan SK sekolah peserta oleh Mendikbud
3. Cut off data cuma 1 kali (31 Agustus tahun sebelumnya)
4. Tahapan penyaluran sebanyak 3 tahap

Perubahan Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020 (Juknis BOS Reguler Tahun 2020) selain pergeseran mekanisme penyaluran dana BOS dan adanya peningkatan dana BOS, juga terdapat pada komponen penggunaan dana. Pada Juknis BOS 2020, Pembayaran guru gaji dan tenaga kependidikan pada sekolah negeri dan guru pada sekolah tetap Yayasan optimal 50%. Adapun persyaratan guru gaji dan  guru pada sekolah tetap yayasan untuk menerima pembayaran gaji menggunakan dana BOS adalah:
a. Tercatatpada dapodik per 31 desember 2019
b. Memiliki NUPTK
c. Tidak atau belum menerima tunjanganprofesiguru

Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020

Pada Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020 (Juknis BOS Reguler Tahun 2020), khusus pada komponen pembiayaan pengelolaan Sekolah disertakan penggunaan dana BOS reguler tahun 2020 untuk pembiayaan tata kelola acara sekolah. Untuk komponen pembelian buku teks dan non teks, dalam hukum gres penggunaan dana BOS reguler tahun 2020 tidak lagi adanya prosentase pembatasan, tetapi tidak dibatasi (dalam artian diubahsuaikan dengan kebutuhan).

Dalam Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020 (Juknis BOS Reguler Tahun 2020), ada Komponen Penggunaan Dana BOS Reguler Tahun 2020, yakni selaku berikut.
1. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB);
2. Pengembangan Perpustakaan;
3. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler;
4. Kegiatan Asesmen/Evaluasi Pembelajaran;
5. Administrasi acara Sekolah;
6. Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan;
7. Langganan Daya dan Jasa;
8. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah;
9. Penyediaan Alat Multi Media Pembelajaran;
10. Penyelenggaraan Bursa Kerja Khusus (BKK), Praktik Kerja Industri (Prakerin) atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dalam negeri, Pemantauan Kebekerjaan, Pemagangan Guru, dan Lembaga Sertifikasi Profesi P1.
11. Penyelenggaraan Kegiatan Uji Kompetensi Keahlian, Sertifikasi Kompetensi Keahlian dan Uji Kompetensi Kemampuan Bahasa Inggris Berstandar Internasional (Test of English for International Communication/TOEIC) dan bahasa absurd yang lain bagi kelas simpulan SMK; dan/atau
12. Pembayaran gaji Guru berstatus non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Berdasarkan Petunjuk Teknis Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2020 (Juknis BOS Reguler Kemendikbud Tahun 2020), tugas tim tata kelola BOS tingkat Kabupaten/Kota merupakan menjalankan penandatangan naskah perjanjian hibah dengan Pemda provinsi mewakili SD dan SMP; menjalankan verifikasi data jumlah Peserta Didik, nomor dan nama rekening atas nama Sekolah pada tata cara yang ditawarkan Kementerian; melatih, membimbing dan mendorong SD dan Sekolah Menengah Pertama untuk memasukkan/memperbaharui data Sekolah dalam Dapodik; menolong SD dan Sekolah Menengah Pertama yang mempunyai kekurangan untuk menjalankan pendataan secara mandiri; menjalankan koordinasi, sosialisasi, atau training jadwal BOS Reguler terhadap pengurus SD dan SMP, dan sanggup melibatkan pengawas Sekolah, Komite Sekolah, dan masyarakat; menjalankan pembinaan dan pemantauan jadwal BOS Reguler pada SD dan Sekolah Menengah Pertama dalam hal perencanaan, pengelolaan dan pelaporan dana BOS Reguler; menentukan semua RKAS peserta BOS Reguler disahkan oleh kepala dinasyang menangani permasalahan pendidikan sesuai kewenangan; menentukan penggunaan dana BOS Reguler dimasukkan dalam RKAS yang disahkan oleh kepala dinas yang menangani permasalahan pendidikan pendidikan; mewakilkan SD dan Sekolah Menengah Pertama untuk menentukan kelengkapan dan kebenaran isian data Sekolah menurut data sebelum batas simpulan pengambilan data; menugaskan SD dan Sekolah Menengah Pertama untuk menghasilkan laporan sesuai dengan ketentuan; menugaskan sekolah untuk melaporkan penggunaan dana BOS Reguler dari Sekolah lewat laman bos.kemdikbud.go.id; menampilkan pelayanan dan penanganan pengaduan penduduk dengan menawarkan saluran keterangan khusus BOS Reguler; mengawasi pelaporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS Reguler SD dan Sekolah Menengah Pertama baik secara luring maupun daring menjalankan monitoring pelaksanaan jadwal BOS Reguler pada SD dan SMP.

Link download Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 (DISINI)

Demikian keterangan tentang Petunjuk Teknis Juknis BOS Reguler Tahun 2021 (Juknis BOS SD Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengan Atas Sekolah Menengah kejuruan Tahun 2021). Semoga keterangan ini sanggup menampilkan manfaat. 



= Baca Juga =