Khutbah Jum’at Wacana Kewajibab Menuntut Ilmu Bagi Seorang Muslim

Assalamu’alaikum. Setelah beberapa hari yang kemudian kami sempat menyebarkan pola khutbah jum’at perihal shalat, maka dipertemuan kali ini kami akan mengangkat topik Khutbah Jum’at dengan tema yang berbeda, yakni perihal Kewajiban Menuntut Ilmu bagi Setiap Muslim.
Pepatah menyampaikan “Carilah Ilmu walaupun ke Negeri China” ya betapapun jauhnya jarak untuk menuntut ilmu tidak menjadi suatu alasan. Karena ilmu sangatlah penting dalam kehidupan ini. Semua hal sanggup kita jalankan dengan gampang apabila kita tahu ilmunya.
Dan berikut yaitu contoh khutbah jum’at perihal kewajiban menuntut ilmu selengkapnya. Silakan disimak baik-baik. 

Ilustrasi : Khutbah Sholat Jum’at perihal Kewajiban Menuntut Ilmu

Contoh Khutbah Jum’at Singkat, Padat dan Berisi perihal Menuntut Ilmu

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْن نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ باِللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِناَ مَنْ يَهْدِى اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَه وَ مَنْ يُضْلِل فَلاَ هَادِيَ لَه
اشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه اَرْسَلَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا بَيْنَ يَدِى السَّاعَة
مَنْ يُطِيْعُ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يُعْصِيْهٍمَا فَإنَّهُ لا يَضُرُّ إلاَّ نَفْسَه وَلاَ يَضُرُّاللهَ شَيْئاً
اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَ عَلىَ آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَان إلَى يَوْمِ الدِّيْن
أمَّا بَعْدُ :
فَاُوْصِيْكُمْ وَ إيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتْقَىَ وَ خَابَ مَنْ طَغَى
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـنِ الرَحِيْمِ
يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَ تَمُوْتُنَّ إلاَّ وَ أنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
صَدَقَ اللهُ العَظِيْمُ

Rasulullah SAW bersabda :

طَلَبُ العِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم (رواه البيهقى و ابن عدى

Artinya :
Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam.

Dalam kitab Ta’lim Muta’allim disebutkan bahwa ilmu terbagi dua yaitu:
1. Ilmu Haal
2. Ilmu Ghairu Haal

Yang Pertama ilmu Haal

Yaitu ilmu yang seketika itu mesti dipakai kemudian diamalkan dikala berumur baligh, contohnya ilmu Fiqih dan ilmu Tauhid. Dalam ilmu Fiqih contohnya dipelajari ilmu Ubudiyah dan ilmu Muamalah.
Dalam ilmu Ubudiyyah contohnya dipelajari tata cara shalat beserta syarat dan rukunnya, cara berwudhu dan sebagainya. Dalam ilmu Muamalah dipelajari perihal barang-barang riba dan seterusnya.
Kemudian dalam ilmu Tauhid yang dipelajari yaitu mengenai ke-Esaan Allah beserta sifat-sifat-Nya yang wajib dan yang muhal, kepercayaan kepada Malaikat, kitab-kitab Allah, para Rasul, hari final zaman dan kepastian baik dan jelek dari Allah. Demikian seterusnya secara bertahap, sebab ilmu hal hukumnya wajib diamalkan sepanjang hidup.
Yang kedua yaitu ilmu Ghairu Haal
Yaitu ilmu yang berfungsi sebagai ilmu kelengkapan hidup, contohnya ilmu kedokteran, ilmu kemasyarakatan, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Jamaah Jumat yang dimulyakan Allah.
Ilmu memegang peranan penting bagi kehidupan manusia. Suatu negara tidak akan maju jikalau penduduknya masih bodoh dalam ilmu pengetahuan. Negara-negara menyerupai Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Jepang dan lain-lain yaitu negara-negara yang penduduknya telah maju dalam bidang ilmu pengetahuan. Berkat kemajuan ilmu mereka maju pula negaranya.
Pada zaman dahulu, Islam pernah menjadi jaya sebab menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ketika itu lahirlah ilmuan-ilmuan Islam dari segala bidang, contohnya dalam bidang aturan kita mengenal Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Hambali dan Imam Malik.
Dalam bidang Tauhid contohnya Abu Hasan al-‘Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Dalam bidang kedokteran misalnya; ar-Razy, ilmu niscaya dan Astronomi yaitu al-Khawarizmi, dalam ilmu Kimia Ibnu Hayyan, dalam ilmu sejarah; Ibnu Khaldun, dalam ilmu filsafat yaitu Ibnu Rusyd. Dan lain sebagainya.
Jamaah Jumat yang berbahagia
Ilmu Haal dan ilmu Ghairu Haal yaitu demi kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tidak lengkap bila senang di dunia tapi tidak senang di akhirat.
Sebaliknya kurang lengkap bila senang di darul abadi tapi tidak senang di dunia.
Yang paling baik yaitu “bahagia di dunia dan senang di akhirat” sebagaimana firman Allah swt:

وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارَ الآخرةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya :
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kau melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia (al-Qashash:77)

Mengenai doktrin dan ilmu, Allah swt berfirman:


يَرْفَعِ اللهِ الّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُم وَالَذِيْنَ اُوتُوا العِلْمَ دَرَجَاتِ

Artinya :
Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berakal beberapa derajat (al-Mujadilah 11)

Mengenai taqwa Allah swt berfirman:

اِنّ اَكْرَمَكُم عِنْدَ اللهِ اتْقَاكُم

Artinya :
Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah yaitu orang yang paling bertakwa. (al-Hujurat:13)

Orang-orang yang beriman, berakal dan bertaqwa, pastilah mempunyai watak yang mulia sebab pada hakikatnya Rasulullah saw diutus untuk menyempurnakan watak yang mulia. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:
اِنَّمَا بُعِثْتُ لاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الاَخْلاَق

Oleh sebab itu ; Buat apa pandai ilmu pengetahuan tapi akhlaknya tidak baik, lebih baik biasa-biasa saja tapi akhlaknya mulia.

Tapi yang paling baik yaitu orang yang pandai dan berakhlak mulia.

بَرَكَ اللهُ لِي وَ لَكُمْ فِى القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِى وَإيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ الآيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْم
أقُوْلُ قًوْلِي هَذَا وَأسْتَغْفِرُهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
******
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْن أحْمَدُهُ وَ أسْتَعِيْنُهُ وَأسْتَغْفِرُهُ وَ أتَوَكَّل عَلَيْهِ
وَأشْهَدُ ألاَّ اِلهَ إلاَّ الله لاَ شَرِيْكَ لَه وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَدًا رَسُوْلُ اللهِ
اَرْسَلَهُ بِالهُدَى وَ دِيْنِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلىَ دِيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْن وَمَنْ يُطِيْعُ اللهَ وَ رَسُوْلَهُ فَقًدْ اِعْتَصَمَ باِلعُرْوَةِ الوُثْقًى وَسِعدَ فِى الاُوْلىَ وَ الاَخِرَةِ
وَمَنْ يُعْصِى اللهَ وَ رَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيْداً وَخَسِرَ خُسْرَانًا مُبِيْناً
وَاَسْئَلَنِي وَاِيَّاكُمْ مِمَّنْ يُطِيْعُهُ وَ يُطِيْعُ رَسُوْلَهُ وَيَتْبَعُ رِضْوَانَهُ وَيَتَجَنَّبُ سُخْطَهُ فَاِنَّمَا نَحْنُ لَهُ وَ بِهِ
اُصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَعَلَى طَاعَتِهِ فَاِنَّ تَقْوَى اللهِ اَفْضَلُ مَا تَحَاثَ النَّاسُ عَلَيْهِ وَتَدَاعَوْا اِلَيْهِ وَتَوَاصَلُوْابِهِ
وَاعْلَمُوا أنَّ اللهَ تَعَالَى صَلَّى نَبِيَّهُ قَدِيْمًا وَبَدأ بِنَفْسِهِ تَعْلِيْمًا وَقاَلَ:
اِنَّ اللهَ وَمَلائِكًتًهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَاأيُّهَاالَّذِيْن َآمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ اَرِنَا الحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَه وَاَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَه
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْن وَالمُسْلِمَات وَالمُؤْمِنِيْن وَالمُؤْمِنَات الأحْيَاءِمِنْهُمْ وَالأمْوَات بِرَحْمَتِكَ يَاأرْحَم َالرَّاحِمِيْن
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنا الَّذِيْن سَبَقُوْنَ بِالإيْمَان وَلا َتَجْعَلْ فِي قُلُوْبِناَ غِلا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
رَبَّناَ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَة حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّار
عِبَادَالله … إنَّ اللهَ يَأمُرُكُمْ بِالعَدْلِ وَالإحْسَان وَإيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُم ْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذْكُرُوْاللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُاللهَ اَكْبَر اَقِيْمُوْا الصَّلاَةَ

Teman-teman, itulah contoh khutbah jum’at yang singkat dan padat namun tetap berisi perihal Kewajiban Menuntut Ilmu bagi Seorang Muslim. Semoga sanggup dijadikan rujukan bagi Anda yang khususnya ahad ini menjadi khotib sholat jum’at, dan masih galau mencari tema khutbah.
Maka dengan adanya pola khutbah jum’at ini, sanggup memudahkan Anda dalam menyiapkan bahan khutbah. Terima kasih, agar bermanfaat. Amien Ya Rabbal ‘Alamiin.
Scroll to Top