Kisah Cinta Romantis Rasulullah Saw Bersama Istri-Istrinya

cybermoeslem – Baginda Rasulullah ﷺ yakni rujukan yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami. Namun meskipun mempunyai istri lebih dari 1, baginda Nabi sangat romantis kepada istri-istrinya tanpa terkecuali.
Keromantisan Rasulullah ﷺ bersama istri-istrinya sangatlah sederhana, contohnya saat sedang di rumah, Beliau sering berpegangan tangan, membersihkan dan/atau memotong kuku istrinya, memanggil istrinya dengan sebutan-sebutan tertentu yang menciptakan hati istrinya berbunga-bunga. Meskipun terlihat sepele, namun hal tersebut memperlihatkan suatu keromantisan antara pasangan suami dan istri.

  yakni rujukan yang terbaik seorang suami yang mengamalkan sistem Poligami Kisah Cinta Romantis Rasulullah SAW bersama Istri-istrinya
Ilustrasi
Dalam sebuah kisah diceritakan, pada suatu hari istri-istri Rasulullah ﷺ berkumpul ke hadapan suaminya dan bertanya : “Diantara istri-istri Rasul, siapakah yang paling disayangi?”.
Rasulullah ﷺ hanya tersenyum kemudian berkata, “Aku akan beritahukan kepada kalian nanti”
Setelah itu, dalam kesempatan yang berbeda, Rasulullah ﷺ memperlihatkan kepada istri-istrinya masing-masing sebuah cincin seraya berpesan biar tidak memberitahu kepada istri-istri yang lain.
Lalu suatu hari para istri Rasulullah ﷺ itu berkumpul lagi dan mengajukan pertanyaan yang sama. Lalu Rasulullah ﷺ menjawab, “Yang paling saya sayangi yakni yang kuberikan cincin kepadanya”. Kemudian, istri-istri Rasulullah ﷺ itu tersenyum puas sebab menyangka hanya dirinya saja yang mendapat cincin dan mencicipi bahwa dirinya tidak terasing.
Selain kisah diatas, masih ada amalan-amalan lain yang sanggup dilakukan untuk mendapat suasana romatis menyerupai yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Apabila pasangan suami istri berpegangan tangan, maka dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka”.
Rasulullah ﷺ selalu berpegangan tangan dengan Aisyah saat di dalam rumah. Beliau acapkali memotong kuku istrinya, mandi janabat bersama, atau mengajak salah satu istrinya bepergian, sesudah sebelumnya mengundinya untuk menambah kasih dan sayang di antara mereka.
Baginda Nabi ﷺ juga selalu memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang menyenangkan dan menciptakan hati berbunga-bunga. “Wahai si pipi kemerah-merahan” yakni rujukan panggilan yang selalu dia ucapkan tatkala memanggil Aisyah istrinya.
Dalam kisah lain diceritakan; Aisyah mengatakan, “Orang-orang Habasyah masuk ke dalam masjid untuk bermain (latihan berpedang), maka Rasulullah ﷺ bertanya kepadaku “Wahai Khumaira (panggilan sayang untuk Aisyah yang artinya si pipi kemerah-merahan), apakah engkau ingin meihat mereka?’, Aku menjawab, “Iya”.
Nabi ﷺ kemudian bangkit di pintu, kemudian saya mendatanginya dan saya letakkan daguku di atas pundaknya kemudian saya sandarkan wajahku di pipinya. (setelah agak lama) Rasulullah ﷺ pun bertanya, “sudah cukup (engkau melihat mereka bermain)”, saya menjawb, “Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru”, kemudian dia (tetap) bangkit untukku biar saya sanggup terus melihat mereka.
Kemudian ia bertanya lagi, “sudah cukup”, saya pun menjawab, “Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru”. Aisyah berkata, “Sebenarnya saya tidak ingin terus melihat mereka bermain, akan tetapi saya ingin para perempuan tahu bagaimana kedudukan Rasulullah ﷺ di sisiku dan kedudukanku di sisi Rasulullah ﷺ “
Lihatlah bagaiaman tawadhu-nya Nabi ﷺ untuk bangkit menemani Aisyah menyaksikan permainan orang-orang Habasyah, bahkan dia terus bangkit sampai memenuhi harapan Aisyah sebagaimana perkataan Aisyah dalam riwayat yang lain, “Hingga akulah yang bosan (melihat permainan mereka).”
Itulah sedikit rujukan romantisme Rasulullah ﷺ kepada istri-istrinya yang patut kita teladani dan praktekkan sehari-hari dalam kehidupan berumah tangga. Dan tentunya masih banyak lagi kisah teladan romantisme Rasulullah ﷺ yang lainnya.
Scroll to Top