√Kriteria Calon Istri Dan Suami Yang Baik Berdasarkan Islam Pesan Yang Tersirat Doa

Blog Khusus Doa – Memilih calon istri atau calon suami tidaklah gampang bagi seorang muslim maupun muslimah. Memilih calon pasangan hidup membutuhkan waktu. Karena kriteria menentukan harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah menentukan pendamping hidupnya dengan cermat. Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya. Sedangkan laki-laki akan menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya.

Oleh lantaran itu, janganlah hingga menyesal terhadap pasangan hidup pilihan kita sehabis berumah tangga kelak. Lantas bagaimanakah supaya kita berhasil dalam menentukan pasangan hidup untuk pendamping kita selama-lamanya? Adakah kriteria-kriteria khusus yang disyariatkan oleh Islam dalam menentukan calon istri atau suami?
(Pelajari juga: Doa Enteng Jodoh Agar Cepat Dapat Jodoh dan Menikah Lengkap
Berikut yaitu beberapa kriteria mencari jodoh atau mencari calon istri maupun calon suami yang patut teman-teman perhatikan, sebagaimana kami lansir dari laman duniajilbab.co.id

4 Kriteria Memilih Calon Istri Menurut Islam

Dalam menentukan calon istri, Islam telah menunjukkan beberapa petunjuk, di antaranya :

    Adab dan Batasan Laki-laki Melihat Calon Istri

    Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
    وَلا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

    Artinya :
    “Dan janganlah kau menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah membuktikan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada insan supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)

  • Berilmu dan Baik Akhlaknya.
    Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan menentukan suami, maka Islam memberi usulan supaya menentukan adab yang baik, shalih, dan taat beragama.

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

    “Apabila kau sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kau ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kau sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)

    Islam mempunyai pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan adab serta tidak menimbulkan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menimbulkan kekayaan sebagai pujian.
    Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
    وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya :
    “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kau dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32).

    Laki-laki yang memilki keistimewaan yaitu laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah wacana bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan sanggup menjalankan kewajibannya secara tepat di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.

    Jika ia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang ia tidak sukai, maka ia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu :

    Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) bila ia tidak suka suatu kelakuannya niscaya ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim).

    Sehubungan dengan menentukan calon suami untuk anak perempuan menurut ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki :

    “Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa alasannya yaitu bila laki-laki itu mencintainya maka ia akan memuliakannya, dan bila tidak menyukainya maka ia tidak akan mendzaliminya.”

    Untuk sanggup mengetahui agama dan adab calon suami, salah satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekatnya, contohnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya.

Demikianlah pemikiran Islam dalam menentukan calon pasangan hidup, Betapa sempurnanya Islam dalam menuntun umat-Nya, di setiap langkah amalannya. Dengan tuntunan yang penuh kebaikan, bertujuan supaya kita selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Semoga sedikit artikel ini sanggup bermanfaat bagi teman-teman semua, minimal sanggup sebagai contoh untuk teman-teman yang kebetulan sedang resah bagaimana cara menentukan kriteria calon pasangan dalam pandangan islam.

JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SHILAKAN SHARE KE TEMAN-TEMAN KALIAN

Scroll to Top