Langkah Menyusun Kelayakan Kerja Keras Bagi Bumdesa

By | Desember 27, 2016
Badan Usaha Milik Desa – Faktor utama menyeleksi suatu kerja keras bakal sukses atau tumbang yakni sejauhmana kelayakan kerja keras disusun sebelum menjalankannya, demikian pula dalam penentuan unit kerja keras yang hendak dijalankan BUMDesa. Semakin lengkap materi pertimbangan yang dipakai selaku alat evaluasi maka makin besar kemungkinan kerja keras itu bakal lestari bahkan mengembang.

 Faktor utama menyeleksi suatu kerja keras bakal sukses atau tumbang yakni sejauhmana kelaya Langkah Menyusun Kelayakan Usaha bagi BUMDesa
Analisis Usaha BUMDes/Image: Google
Usaha yang dibangun BUMDesa haruslah rasional, artinya memperhitungkan dengan cermat laba yang dapat diraih, kemanfaatan bagi penduduk sekaligus efek negatif yang mungkin timbul akhir berjalannya kerja keras itu. Soalnya, BUMDesa yakni lembaga yang lahir untuk mensejahterakan warga desa, bukan malah merebut potensi ekonomi yang sudah dijalankan warganya selama ini.


Tak cuma rasional melainkan juga kongkret alias mesti berdasar potensi desa, keperluan penduduk desa dan sesuai dengan kesanggupan SDM yang ada di desa itu. Yang mesti dikesampingkan yakni jangan hingga suatu unit kerja keras BUMDesa dibikin cuma alasannya yakni ‘kepincut’ dengan kerja keras yang dijalankan BUMDesa lain. Soalnya, tiap desa memiliki potensi yang unik sehingga belum pasti cocok diduplikasi di desa lain.

Satu lagi, alasannya yakni BUMDesa dimiliki warga se-desa maka setiap langkah yang ditempuh BUMDesa mesti pula menambahkan partisipasi penduduk di dalamnya. Lagipula, meningkat dan tidaknya suatu kerja keras yang dimiliki BUMDesa juga bakal sungguh diputuskan doktrin warganya kepada BUMDesa itu. Jangan hingga apa yang dijalankan BUMDesa malah melahirkan penolakan dari warga. Lalu apa yang mesti dlakukan dalam proses mendapatkan bentuk kerja keras dan yang paling jitu bagi BUMDesa berdasar pertimbangan itu semua?

Mengenali Kebutuhan masyarat, acara ini mesti di kerjakan secara sistemik dengan cara mengajukan pertanyaan pada sebagian anggota penduduk tentang produk jenis apa yang mereka perlukan sekaligus jasa seumpama apa yang penduduk inginkan. Dari situ BUMDesa bisa bakal memiliki tamat tentang produk yang paling diinginkan warga desa. Dari data ini juga bakal bisa lahir wangsit kerja keras bagi BUMDesa yakni produk apa yang dapat dibikin BUMDesa untuk menyanggupi keperluan warganya.


Melibatkan warga dalam menyeleksi opsi jenis usaha. Menggagas bareng warga desa untuk menyeleksi pilihan-pilihan jenis kerja keras yang paling menjanjikan dan memungkinkan untuk dilakukan. Tapi sebelumnya tim ini sudah mendapatkan beberapa alternatif kerja keras dari hasil kenali yang dijalankan sebelumnya sehingga pembahasannya lebih konsentrasi pada beberapa opsi yang sudah disiapkan dengan matang.

Setelah menerima persetujuan dari para wakil warga dalam musyawarah desa maka rancangan kerja keras yang disusun mesti pula ditunjukkan pada warga desa. Dukungan lembaga ini sungguh penting alasannya yakni BUMDesa menempatkan wargannya selaku pemilik sekaligus klien yang hendak dilayani. Menggalang akad menyeleksi unit kerja keras yang hendak dijalankan BUMDesa. Soalnya eksistensi unit kerja keras bakal sungguh dipengaruhi oleh tunjangan warga.


Untuk melengkapi pengajuan kelayakan kerja keras yang perlu dikaji dalam menyeleksi kelayakan kerja keras yakni faktor pasar dan pemasaran, faktor teknis dan teknologi, faktor administrasi dan SDM , faktor keuangan, faktor ekonomi, sosial, budaya, politik dan lingkungan serta faktor aturan alias yuridis.[Sumber: berdesa.com]