Makna Sejarah Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020

Hari Pendidikan Nasional

Setiap Tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau lebih dikenal dengan kependekan HARDIKNAS. Hari ini bertepatan dengan kelahiran sosok pejuang bangsa yaitu Bapak Ki Hadjar Dewantara yang tidak kenal lelah memperjuangkan nasib rakyat pribumi semoga sanggup memperoleh pendidikan yang layak.
Pada dikala itu ketika masa penjajahan pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia, terdapat kenyataan bahwa hanya mereka keturunan Belanda dan orang-orang kaya saja yang sanggup memperoleh pendidikan, sedangkan rakyat pribumi sengaja dibiarkan buta aksara dan tidak sanggup mengenal pendidikan.
Coba Anda bayangkan kalau pendidikan tidak diperjuangkan dikala itu maka sudah sanggup dipastikan Indonesia mustahil sanggup maju dan berkembang perekonomiannya ibarat yang kita rasakan dikala ini.

atau lebih dikenal dengan kependekan HARDIKNAS Makna Sejarah Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2020

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Pahlawan yang memperjuangkan pendidikan nasional yaitu Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta pada Tanggal 2 Mei 1889 dengan nama orisinil Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berasal dari keturunan keraton Yogyakarta.
Beliau mengecam pendidikan di Sekolah Dasar ELS, dan melanjutkan ke sekolah Belanda yang berjulukan STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputera namun tidak hingga lulus dikarenakan sakit.
Jenjang karir Beliau pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa daerah yaitu Midden Java, Sedyotomo, Oetoesan Hindia,  De Express, Kaoem Moeda,  Tjahaja Timoer dan Poesara.
Pada dikala Kabinet pertama Republik Indonesia, Beliau diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan menerima anugerah gelar Doktor kehormatan Doctor Honoris Causa, Dr.H.C.  dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Tahun 1957.
Salah satu Filosofi dan hasil karya Beliau ibarat kutipan kalimat “Tut Wuri Hadayani” yang mempunyai arti “di Belakang Memberikan Dorongan” makna dari kalimat ini dijadikan motto dan slogan pendidikan serta menjadi landasan dalam rangka memajukan pendidikan di tanah air.
Beliau wafat pada usia 70 tahun pada Tanggal 26 April 1959, berkat perjuangan kerja keras dan jasanya dalam rangka merintis pendidikan di tanah air, Beliau dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia atas dasar Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959 pada Tanggal 28 November 1959, dan hari kelahiran Beliau ditetapkan dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia.

Makna Hari Pendidikan Nasional

Dengan adanya fasilitas dalam menempuh jenjang pendidikan dikala ini diperlukan bagi generasi muda, siswa dan pelajar sanggup memanfaatkannya untuk menimba ilmu yang setinggi-tingginya.
Seperti kutipan dalam kalimat kiasan “Tuntutlah Ilmu dari Buaian hingga ke Liang Lahat” atau “Tuntutlah Ilmu hingga ke Negeri Cina” sanggup Anda resapi sebagai : Menuntut ilmu itu tidak mengenal adanya batasan umur dan usia, serta tempat.
Ilmu merupakan jendela dunia, tingkatkan budaya membaca buku yang bermanfaat, bagi Anda yang mempunyai keahlian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi maka Anda akan sanggup menguasai dunia dalam genggaman Anda.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dikala ini biaya pendidikan untuk sekolah dasar, menengah dan atas, apalagi terutama untuk perguruan tinggi tinggi terasa begitu tinggi dan sangat memberatkan sebagian besar warga Indonesia.
Diharapkan pemerintah kita yang berkuasa dikala ini memperlihatkan porsi santunan APBN yang lebih besar serta pengawasan yang ketat terhadap perembesan anggaran sektor pendidikan di Indonesia, demi untuk meningkatkan martabat dan kemakmuran bagi segenap warga negara.
Selain itu yang perlu dipertimbangkan yaitu nasib dan kesejahteraan para pengajar atau guru, sehingga mereka sanggup lebih optimal dalam memperlihatkan sumbangsih terhadap kemajuan pendidikan, serta pembangunan sarana sekolah gres yang memadai hingga ke pelosok tanah air kita.
Disamping tugas guru, tugas orang renta juga sangat besar pengaruhnya terhadap dunia pendidikan, dimana mereka sanggup memperlihatkan suri tauladan dan rujukan prilaku yang baik wacana norma dan pendidikan dasar.
Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional ini biasanya para pelajar atau siswa mengadakan apel bersama untuk mengenang jasa para pendekar yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan, sesudah program tersebut simpulan biasanya ada beberapa sekolah atau instansi yang mengadakan lomba pidato mengenai tugas penting pendidikan nasional di Indonesia.

Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap Tanggal 2 Mei ini diperlukan sanggup memperlihatkan makna tersendiri yang mendalam terhadap kemajuan pendidikan baik Formal maupun Informal di Indonesia.

Scroll to Top