Manfaat Pohon Klampis

By | Maret 6, 2017

Kalangan penggemar bonsai lebih mengenalnya sebagai Arabica (Arabika), meski nama lokalnya yakni Klampis, Klampis Ireng, atau Pung Hitam. Sosoknya memang meyakinkan sebagai materi bonsai. Selain daunnya yang memang sudah kecil, abjad batangnya sangat kuat, sudah memperlihatkan kesan tua.

Kalau memang niat menjadi penggemar bonsai harus tahu abjad pohonnya. Arabica dinilai sulit merawat alasannya tidak mengerti karakternya. Indonesia ini yakni negeri yang sangat bermacam-macam aneka macam jennis pohonnya. Kita  harus mempelajarinya, dan  bukan menaklukkannya. Soal katakter pohon ini kadang dianggap sepele, tapi kadang kala malah dilewatkan.

Pohon kecil sampai sedang, tingginya 5–10(–18) m, dan gemang batangnya sampai 50 cm; menggugurkan daun. Tajuk serupa payung; ranting-ranting muda berambut kuning, rapat; dengan banyak duri berukuran besar dan panjang (Acacia: berduri, tomentosa: berambut padat).Pepagan cokelat gelap, memecah tak beraturan.

Daun penumpu berupa duri, lurus, panjang sampai 4,5 cm. Daun-daun beragam menyirip berganda, terletak berseling, dengan tangkai daun 0,6–1 cm dan rakis (2,5–)3–9 cm; dengan satu kelenjar sempurna di bawah pertemuan sirip-sirip terbawah, bentuk jorong, lk 1–2,5 mm, rata atau sedikit melekuk; satu-dua kelenjar yang lain di akrab ujung rakis, membundar, lk 0,8 mm. Sirip-sirip (7–)12–25 pasang, 0,9–2,5 cm; beranak daun 12–50, yang tersusun berhadapan, duduk, helaiannya ibarat kertas, ibarat garis, 1–4 × 0,4–1 mm, pangkalnya asimetris, terpangkas, ujungnya menumpul, berambut halus di sisi bawah dan di tepinya, atau hampir gundul.

Bunga beragam berupa bongkol-bongkol ‎bertangkai lk 2,5 cm, 1–7 bongkol berkumpul di ketiak daun akrab ujung ranting. Bunga duduk, putih atau putih kekuningan, berbilangan–4 atau –5. Kelopak lk 0,9–1,2 mm, tabungnya gundul kecuali pada ujung dan pada gigi-giginya yang berambut; gigi menyegitiga runcing, 0,1–0,2 mm. Mahkota 2,8–3,5 mm, gundul, taju bulat telur atau bulat telur-jorong, runcing, 0,5–1 mm. Benang sari banyak, panjang lk 5 mm; bakal buah gundul, 0,8–1 mm, duduk. Buah polong cokelat gelap, membelulang, tipis rata, sedikit membenjol pada biji, lurus atau membengkok, 9–18 cm × 0,8–1 cm, dengan urat-urat yang membujur memanjang buah, memecah pada kedua kampuhnya. Biji pipih, jorong atau lonjong, 6,5–9 × 4–5,5 mm.

Pohon ini biasa dijumpai tumbuh di sabana,hutan jati, hutan semak belukar, wilayah akrab pantai; juga ditanam di sepanjang tepi jalan, dan di pematang-pematang sawah; pada ketinggian sampai 500 m dpl‎. Di Jawa Timur juga didapati di hutan musim.

Berbunga pada bulan-bulan Oktober sampai Juni.

Klampis menyebar secara alami di India s‎elatan, Srilanka, Benggala, Burma,Thailand, Vietnam, dan Indonesia; yakni di ‎Jawa, Madura, Sumbawa, Sumba, dan ‎Sulawesi.

Klampis dipelihara untuk dimanfaatkan kayunya sebagai kayu bakar‎. Kayu ini juga sanggup dimanfaatkan untuk menciptakan gagang cangkul dan tangkai sabit‎. Kayu ‎A. tomentosa tergolong ke dalam kayu yang berbobot sedang, dengan densitas 580–670 kg/m³ pada kadar air 15%‎.

Kulit batangnya pahit dan berbau tak enak, dimanfaatkan sebagai obat kuda. Serat dari pepagan ini sangat liat dan dipakai untuk menciptakan tali atau tambang. Getahnya dimanfaatkan untuk menciptakan ‎tinta.

Tunas dan daun-daun mudanya disenangi ternak, walaupun berduri. Di samping itu, dedaunan ini sanggup dijadikan pupuk hijau.