Muslim Wajib Tahu.! 20 Sifat Wajib Dan Tidak Mungkin Bagi Allah Beserta Arti Dan Dalilnya

By | Februari 15, 2020
Muslim Wajib Tahu.! 20 Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah beserta Arti dan dalilnya.

Allah SWT memilik sifat – sifat yang kita sebagai UmatNya Wajib Untuk mengetahui dan mengimaninya.
Makna dari Sifat – sifat Allah yaitu sifat tepat yang tak terhingga bagi Allah SWT.
Dan sebagai muslim kita wajib mempercayai ,Mengimani dengan sepenuh hati ,bahwa terdapat sifat kesempurnaan yang tak terhinggan bagi Allah.
Mari kita pelajari bersama perihal apa dan bagaimana 20 Sifat wajib dan tidak mungkin bagi Allah yang wajib untuk kita ketahui dan yakini.
Sifat-Sifat Wajib bagi Allah ada 20, Allah SWT mempunyai 20 sifat wajib yang harus diketahui dan dipelajari oleh seorang muslim.
Baca ;3 Ilmu yang wajib di pelajari seorang Muslim

20 Sifat wajib bagi Allah dikelompokkan menjadi 4 yakni :
Sifat Nafsiyah bagi Allah, Sifat Salbiyah bagi Allah, Sifat Ma’ani dan Sifat Ma’nawiyah.
*Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang berafiliasi dengan Dzat Allah.
Sifat nafsiyah ini ada satu, yaitu wujud yang berarti Wujud.
* Sifat Salbiyah yaitu sifat yang meniadakan adanya sifat sebaliknya, yakni sifat-sifat yang tidak sesuai, atau sifat yang tidak layak dengan kesempurnaan Dzat-Nya.
Sifat Salbiyah ini ada lima, yaitu: qidam, baqa’, mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, dan wahdaniyat.
*Sifat Ma’ani, yaitu sifat- sifat abnormal yang wajib ada pada Allah.
Yang termasuk sifat ma’ani ada tujuh yaitu: qudrat, iradat, ‘ilmu, hayat, sama’, bashar, kalam.
*Sifat Ma’nawiyah, yaitu kelaziman dari sifat ma’ani.
Sifat ma’nawiyah tidak sanggup bangun sendiri, lantaran setiap ada sifat ma’ani tentu ada sifat ma’nawiyah.
Bila sifat ma’ani telah didefinisikan sebagai sifat yang ada pada sesuatu yang disifati ,otomatis menetapkan suatu aturan padanya, maka sifat ma’nawiyah merupakan aturan tersebut.
Artinya, sifat ma’nawiyah merupakan kondisi yang selalu menetapi sifat ma’ani.
Sifat ‘ilm , yaitu dzat yang bersifat dengannya mempunyai kondisi berupa kaunuhu ‘aliman (keberadannya sebagi Dzat yang berilmu).
Dengan demikian, sifat ma’nawiyyah juga ada tujuh sebagaimana sifat ma’ani.
Adapun ke 20 Sifat wajib bagi Allah yaitu sebagai berikut :

1. Allah mempunyai sifat Wujud (Ada)
Sifat wajib bagi Allah yang pertama yaitu wujud yang artinya ada.
pembagian terstruktur mengenai dari sifat wujud ,Allah yaitu Dzat yang pasti ada.
Dia bangun sendiri, tidak diciptakan oleh siapapun, dan tidak Ada ilahi selain Allah SWT.
Ayat Al Qur’an yang menjelaskan :

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

Artinya :
Allah-lah yang membuat langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudia ia bersemayam di atas ‘Arsy.
Tidak ada bagi kau selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi Syafa’at.
Maka kau tidak memperhatikan?”(QS. As-Sajadah : 4)

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Artinya :
Sesungguhnya Aku ini yaitu Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah saya dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaha : 14)

2. Qidam (Terdahulu/Awal)
Sifat Qidam Artinya yaitu yang terdahulu.
Dialah Allah sang pencipta dan membuat alam semesta beserta isinya.
Maksudnya, Allah telah ada lebih dulu daripada apa yang diciptakannya.
klarifikasi dalam Al Qur’an :

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya :
Dialah Allah yang awal dan yang akhir. Yang zhahir dan yang bathin, dan Dia maha mengetahui segala sesuatu” . (QS. Al – Hadid : 3)

3. Baqa’ (Kekal)
Siifat wajib Allah Baqa’ Artinya ,Allah maha kekal.
Tidak akan punah, binasa, atau mati.
Dia akan tetap ada selamanya.
Ayat – Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya :
Tiap – tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kau dikembalikan. (QS. Al – Qasas)

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ٠
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya :
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap abadi wajah Rabb mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar – Rahman : 26-27)

4. Mukholafatul Lilhawaditsi (Berbeda dengan makhluk ciptaanya)
Allah mempunyai sifat Mukhalafatu lilhawadits, yang berarti Allah sudah pasti berbeda dengan ciptaanya.
Dialah dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar.
Tidak ada sesuatupun yang bisa menandingi dan mirip keagunganNya.
Dalam Al Qur’an dijelaskan :

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya :
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (QS. Al – Ikhlas : 4)

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya:
Tidak ada satupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengan dan Melihat. (QS. Asy – Syura : 11)

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri sendiri)
Maksudnya Allah itu bangun sendiri, tidak bergantung pada apapun dan tidak membutuhkan pinjaman siapapun.
Dijelaskan dalam Al Qur’an QS : AL-Ankabut:

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya :
Sesungguhnya Allah benar – benar Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta. (QS. Al-Ankabut : 6)

6. Wahdaniyah (Tunggal/Esa)
Allah maha esa atau tunggal. Maksudnya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah satu – satunya Tuhan pencipta alam semesta.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ

Artinya :
Seandainya di langit dan di bumi ada ilahi – ilahi selain Allah, tentulah keduanya itu akan binasa. (QS Al – Anbiya : 22)

7. Qudrat (Berkuasa)
Maksudnya, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah SWT.
Dalam Al Qur’an QS .AL-Baqarah :

إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya :
Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al – Baqarah : 20)

8. Iradat (Berkehendak)
Allah Maha Berkehendak ,Apabila Allah berkehendak maka jadilah hal itu dan tidak ada seorangpun yang bisa mencegahNya.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

Artinya :
Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jikalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. (QS. Hud : 107)

9. ‘ilmun (Mengetahui)
Maksudnya, Allah SWT Maha Mengetahui atas segala sesuatu ,baik yang tampak maupun yang tidak tampak.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Artinya :
Dan sebenarnya kami telah membuat insan dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih bersahabat kepadanya daripada urat lehernya. (QS. Qaf : 16)

10. Hayat (Hidup)
Allah SWT yaitu Maha Hidup, tidak akan pernah mati, binasa, ataupun musnah, Dia abadi selamanya.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Artinya :
Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memujiNya . (QS. Al – Furqon : 58)

11. Sama’ (Mendengar)
Maksudnya, Allah Maha Mendengar baik yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam hati.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya :
Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui . (QS. Al – Maidah : 76)

12. Basar (Melihat)
Allah maha Melihat Maksudnya, Allah melihat segala sesuatu.
Pengelihatan Allah tidak terbatas ,Dia mengetahui apapun yang terjadi di dunia ini.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُّبِينٌ

Artinya :
Dan Allah melihat atas apa yang kau kerjakan. (QS. Al – Hujurat : 18)

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya :
Dan perumpamaan orang – orang yang membelanjakan hartanya lantaran mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, mirip sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah dua kali lipat.
Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai).
Dan Allah Maha Melihat apa yang kau perbuat. (QS Al – Baqarah : 265)

13. Qalam (Berfirman)
Allah itu berfirman. Dia bisa berbicara atau berkata secara tepat tanpa pinjaman dari apapun.
Terbukti dari adanya firmanNya dari kitab – kitab yang diturunkan lewat para Nabi.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَن تَرَانِي وَلَكِنِ انظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya :
Dan tatkala Musa tiba untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya . (QS. Al – A’raf : 143)

14. Qadiran (Berkuasa)
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta.
Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُم مَّشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya :
Hampir kilat itu menyambar pengelihatan mereka. Setiap kali sinar itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti.
jikalau Allah menghendaki, pasti ia melenyapkan telinga dan pengelihatan mereka.
Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.(QS. Al – Baqarah : 20)

15. Muridan (Berkehendak)
Maksudnya, Allah Maha Berkehendak,  bila Allah sudah menakdirkan suatu perkara maka tidak ada yang bisa menolak kehendakNya.
Penjelasan dalam Al Qur’an :

خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

Artinya :
Mereka abadi di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jikalau Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksanya terhadap apa yang Dia kehendaki.(QS. Hud : 107)

16. ‘Aliman (Mengetahui)
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Baik yang ditampakan maupun disembunyikan.
Tidak ada yang bisa menandingi pengetahuan Allah Yang Maha Esa.
Dalam Al Qur’an dijelaskan :

….وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya :
….Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu. (QS. An – Nisa : 176)

17. Hayyan (hidup)
Allah yaitu dzat yang hidup.
Allah tidak akan mati, tidak akan tidur ataupun lengah.
Penjelasan dalam Al-quran :

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا

Artinya :
Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah denga memuji-Nya.
Dan cukuplah ia Maha Mengetahui dosa – dosa hambaNya. (QS. Al – Furqon : 58)

18. Sami’an (Mendengar)
Maksudnya, Allah Maha Mendengar seluruh pembicaraan manusia, permintaan, ataupun doa hambaNya.

19. Bashiran (Melihat)
Allah Maha Melihat ,yang melihat tiap – tiap yang maujud dan yang tidak.
Allah selalu melihat semua tingkah laris perbuatan Kita, Maka berbuat oke ..

20. Mutakalliman (Berfirman atau berkata )
Sama mirip Qalam, Mutakalliman juga berarti berfirman.
Firman Allah terwujud lewat kitab – kitab suci yang diturunkan lewat para nabi.
Demikian 20 sifata Wajib bagi Allah yang Harus kita ketahui sifat wajib bagi Allah. selanjutnya mari kita berguru perihal sifat tidak mungkin bagi Allah dalam kata lain tidak mungkin Allah mempunyai sifat tetsebut.
Sama mirip sifat wajib bagi Allah ,sifat tidak mungkin bagi Allah juga Ada 20.
Berikut 20 sifat – sifat tidak mungkin / sifat yang tidak mungkin menempel pada Allah :

1. ‘Adam : Tiada (bisa mati)
2. Huduth : Baharu (bisa di perbaharui)
3. Fana’ :  Binasa (tidak kekal/mati)
4. Mumatsalatu lil hawaditsi : Menyerupai makhluknya (mempunyai persamaan)
5. Qiyamuhu Bighayrihi : Berdiri dengan yang lain(Tergantung dengan yang lain)
6. Ta’addud : Berbilang – bilang (lebih dari satu)
7. Ajzun : Lemah
8. Karahah : Terpaksa
9. Jahlun : Bodoh
10. Mautun : Mati
11. Shamamun : Tuli
12. ‘Umyun : Buta
13. Bukmun : Bisu
14. Kaunuhu ‘Ajizan : Zat yang lemah
15. Kaunuhu Karihan : Zat yang terpaksa
16. Kaunuhu Jahilan : Zat yang bodoh
17. Kaunuhu Mayyitan : Zat yang mati
18. Kaunuhu Asshama : Zat yang tuli
19. Kaunuhu ‘Ama : Zat yang buta
20. Kaunuhu Abkama : Zat yang bisu.
Sungguh Hanya Allah SWT yang Maha Sempurna.
Demikian Sifat – sifat wajib dan sifat tidak mungkin bagi Allah SWT yang Wajib kita ketahui sebagai seorang Muslim.
Semoga sanggup kita pelajari dan agar menambah serta memperkuat ke Imanan Kita.
Baca juga :4 Hal yang harus selalu kita pelihara dalam hati

  • Aamiin Ya Robbal ‘alamiin