Negara Tetangga Ukraina Siap-Siap Kebanjiran Pengungsi Jikalau Rusia Menginvasi

Negara Tetangga Ukraina Siap-siap Kebanjiran Pengungsi jikalau Rusia Menginvasi

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah negara Eropa Tengah di perbatasan Barat Ukraina bersiap dengan kemungkinan masuknya jutaan pengungsi jikalau terjadi invasi Rusia ke Ukraina.

“Kami mesti bersiap menghadapi gelombang hingga satu juta orang,” kata wakil menteri dalam negeri Polandia, Maciej Wsik.

Dilansir The Guardian, sekitar dua juta orang Ukraina tinggal di Polandia. 

Kebanyakan pindah sejak pertentangan pada 2014 serta untuk mencari pekerjaan.

Pemerintah Polandia kini bertujuan memuat para pengungsi Ukraina di asrama hingga akomodasi olah raga.

Gambar brosur yang dirilis pada 19 Februari 2022 oleh layanan pers Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina di lokasi yang tidak dikenali di Ukraina menampilkan serdadu Ukraina mengambil bab dalam latihan pada 18 Februari 2022.
Gambar brosur yang dirilis pada 19 Februari 2022 oleh layanan pers Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina di lokasi yang tidak dikenali di Ukraina menampilkan serdadu Ukraina mengambil bab dalam latihan pada 18 Februari 2022. (STR / ARMED FORCES OF UKRAINE / AFP)

Wali Kota Ciechanów di Polandia, Krzysztof Kosiński pada Sabtu kemudian menulis cuitan bahwa ia diminta pemerintah untuk mendata akomodasi hingga jumlah pengungsi yang dapat ditampung.

Jumlah warga Ukraina yang mau mengungsi di negara-negara tetangganya sukar diprediksi.

Kebanyakan warga Ukraina di wilayah timur yang diterpa pertentangan mengungsi di bab lain negara atau ke Rusia.

“Karena kami kini memiliki perjalanan bebas visa dengan Eropa, orang-orang yang ingin pergi sudah melakukannya,” kata menteri keuangan Ukraina, Serhiy Marchenko, dalam suatu wawancara di Kyiv.

“Jika Rusia meningkat dan orang-orang menentukan untuk pergi ke Eropa untuk mencari daerah yang lebih aman, kemungkinan akan ada lebih minim orang,” katanya.

Jika perayaan AS dan Inggris soal invasi benar terjadi, maka akan terjadi gelombang pengungsi yang besar.

Selain Polandia, negara Eropa Timur juga menyiapkan kemungkinan masuknya para pencari suaka.

“Kami sedang menganalisis berapa banyak kamp pengungsi yang sanggup kami pasang dalam waktu yang relatif singkat: 10, 12, 24 jam. Kami sedang menganalisis kapasitas penginapan yang ada di wilayah perbatasan tapi kami juga membahas tahap kedua, dengan wilayah tetangga, dan tahap ketiga di seluruh negeri,” kata Menteri Dalam Negeri Rumania, Lucian Bode dalam wawancara TV.

Menteri Dalam Negeri Slovakia, Roman Mikulec, menyampaikan pemerintahnya juga siap untuk berperan.

Joe Biden Bersedia Bertemu Putin

Presiden AS Joe Biden pada prinsipnya sudah menyepakati konferensi puncak (KTT) dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama Moskow tidak menyerang Ukraina.

Gedung Putih mengonfirmasi hal ini pada Minggu waktu lokal atau Senin (21/2/2022), sehabis sebelumnya diumumkan Prancis.

Dilansir CNA, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki dalam pernyataannya mengatakan, AS berkomitmen untuk melaksanakan diplomasi hingga invasi dimulai. 

“Presiden Biden pada prinsipnya menemukan konferensi dengan Presiden Putin jikalau invasi tidak terjadi,” tambahnya.

“Kami juga siap untuk menjatuhkan konsekuensi cepat dan berat jikalau Rusia menentukan perang.”

“Dan dikala ini, Rusia sepertinya melanjutkan antisipasi untuk serangan skala sarat di Ukraina segera,” tambahnya.

Aliansi Barat melaksanakan upaya terakhir untuk menangkal perang Eropa sehabis terjadi penumpukan besar pasukan Rusia di sepanjang perbatasan Ukraina.

(FILES) Foto variasi ini menampilkan Presiden AS Joe Biden (kiri) dikala menyediakan sambutan wacana implementasi Rencana Penyelamatan Amerika di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC pada 15 Maret 2021; dan Presiden Rusia Vladimir Putin dikala ia dan mitranya dari Turki mengadakan pernyataan pers bareng  sehabis obrolan mereka di Kremlin di Moskow pada 5 Maret 2020. Presiden Joe Biden dan Vladimir Putin mengawali panggilan telepon pada 30 Desember 2021 wacana penyelesaian diplomatik atas meningkatnya ketegangan Rusia-Barat atas Ukraina.
(FILES) Foto variasi ini menampilkan Presiden AS Joe Biden (kiri) dikala menyediakan sambutan wacana implementasi Rencana Penyelamatan Amerika di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC pada 15 Maret 2021; dan Presiden Rusia Vladimir Putin dikala ia dan mitranya dari Turki mengadakan pernyataan pers bareng sehabis obrolan mereka di Kremlin di Moskow pada 5 Maret 2020. Presiden Joe Biden dan Vladimir Putin mengawali panggilan telepon pada 30 Desember 2021 wacana penyelesaian diplomatik atas meningkatnya ketegangan Rusia-Barat atas Ukraina. (Pavel Golovkin, Eric BARADAT / AFP / POOL)

Istana Kepresidenan Prancis, Élysée, menyatakan KTT akan diperluas ke pemangku kepentingan untuk membahas keselamatan dan stabilitas di Eropa.

Diketahui, planning konferensi puncak ini diumumkan Prancis sehabis panggilan telepon antara Presiden Emmanuel Macron dan Putin selama nyaris tiga jam.

Istana Élysée menyertakan bahwa substansi mesti disiapkan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menlu Rusia Sergey Lavrov selama konferensi mereka pada Kamis mendatang.

Menurut Kepresidenan Prancis, Putin menyepakati perlunya mengutamakan penyelesaian diplomatik terkait krisisnya dengan Ukraina.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Scroll to Top