Pengertian Iman Kepada Qadha Dan Qadhar Lengkap Dengan Hikmahnya

Doaharianislami.com – Iman kepada qadha dan qadar merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kita selaku umat Islam. Iman kepada Qadha dan Qadar merupakan rukun iktikad yang ke 6. Supaya kita sanggup mengimaninya tentunya kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan qadha dan qadar itu. nah berikut ini merupakan pengertian qadha dan qadar beserta hikmahnya.

Iman kepada qadha dan qadar merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kita selaku umat  Pengertian Iman Kepada Qadha dan Qadhar Lengkap dengan Hikmahnya

Pengertian Qadha dan Qadar

Arti dari Qadha yaitu ketentuan-ketentuan Allah pada setiap makhluk pada zaman azali yang mana dengan ketentuan-ketentuan tersebut Allah menciptakannya baik, jelek, manfaat, malapetaka dan lain sebagainya dengan ilmu dan iradah-Nya.

Sedangkan arti dari Qadar atau takdir yaitu keputusan dan ketetapan terhadap segala sesuatu yang telah ditentukan dalam Qadha. Semua insiden yang terjadi didunia ini sesuai dengan qadha dan qadar. Tiada seorangpun yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah  SWT sendiri. Kita sebagai umat Islam harus mempercayai dan meyakini bahwa semua yang terjadi didunia ini sudah ditentukan oleh Allah dari zaman azali jauh sebelum sesuatu itu terjadi. Semua itu sudah lebih dahulu dalam Lauh Mahfudz, dan sudah diketahui oleh Allah SWT.

Allah Swt berfirman:
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya: “Tiada suatu tragedi pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu yaitu gampang bagi Allah.” ( QS Al Hadid : 22)
Firman Allah:

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

Artinya : “Sesungguhnya Kami membuat segala sesuatu berdasarkan ukuran.” (QS Al Qamar : 49)

Berdasarkan ayat-ayat tersebut segala sesuatu sebelum terjadi didunia Allah telah memilih dan menetapkannya lebih dahulu. Diterangkan dalam sebuah Hadits.

Dari Abdillah bin Amr bin Ash, bergotong-royong ia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Allah telah menulis takdir-takdir semua makhluk 50.000 tahun sebelum Allah membuat langit dan bumi.”(H.R.Muslim)

Setiap yang terjadi dan yang akan terjadi pada semua makhluk tidak menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan Allah pada zaman azali.

Ikhtiar terhadap Qadha dan Qadar

Yang dimaksudkan ikhtiar disini ialah perjuangan insan untuk memperoleh sesuatu yang menguntungkan baginya. Meskipun Allah telah memutuskan Qadha dan Qadar semua makhluk atas segala yang terjadi pada dirinya serta melakukan yang telah menjadi ketetapan-Nya di zaman azali itu, insan dihentikan semata-mata menggantungkan pada takdir. Melainkan harus berusaha untuk memilih nasibnya sendiri. Tetapi perlu dimengerti bahwa tidak semua perjuangan ikhtiar niscaya berhasil.

Manusia hanya berikhtiar dan Allah yang menentukan. Kita dihentikan beranggapan bahwa ikhtiar atau perjuangan insan itu tidak ada gunanya, sebab nasibnya sudah ditentukan Allah. Bagaimana tekunnya orang itu beribadah, bila Allah memilih orang itu andal neraka, maka ia masuk neraka. Sebaliknya, bila Allah telah memilih andal surga, maka masuk surga, meskipun tidak pernah beribadah kepada-Nya, Anggapan  yang demikian yaitu salah. Memang ikhtiar atau perjuangan orang tidak sanggup merubah takdir Allah, namun Allah berhak menghapus atau memutuskan takdir yang tertulis pada lauh mahfuzh.

Firman Allah:

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan memutuskan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).” (QS Ar Ra’ad: 39)

Kita harus berikhtiar atau berusaha, sebab diperintahkan dalam agama. Sabda Rasulullah Saw:

Dari Ali, ia berkata : “Suatu hari Rasulullah Saw duduk, di tangannya ada kayu yang dipakai untuk menggores-gores. Kemudian Rasulullah Saw mengangkat kepala dan bersabda: “Tiada seorang dari kau melainkan telah ditetapkan tempatnya di nirwana atau di neraka”

Para sobat bertanya: “Ya Rasulullah, bukankah kita lebih baik bertawakal, menggantungkan pada takdir ?”. Jawab Rasulullah “Berusahalah, setiap orang dimudahkan kepada jalan yang telah
ditetapkan”

Kemudian Rasulullah membaca yang artinya barang siapa memperlihatkan hartanya dijalan Allah, bertakwa dan membenarkan adanya pahala surga, maka kami mudahkan jalan yang mudah. Barang siapa yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan adanya pahala surga, maka kami siapkan baginya jalan yang sukar” (HR Muslim)

Hadits ini melarang kita menggantungkan kepada takdir semata-mata, melainkan harus berusaha dahulu yaitu bersedekah baik, bekerja tekun dengan disertai berdoa kepada Allah.

Hikmah beriman kepada Qadha dan Qadar

Beriman kepada Qadha dan Qadar mengandung beberapa pesan yang tersirat bagi kita, Hikmah tersebut antara lain :

1. Tawadhu’ artinya tidak sombong saat memperoleh kebahagiaan atau keberhasilan cita-citanya, sebab kebahagiaan dan keberhasilan cita-citanya itu sudah disandarkan kepada qadha dan qadar Allah, tidak dari hasil ikhtiar dan usahanya sendiri.

2. Tidak gampang frustasi bila mengalami kegagalan, karena  sadar bahwa insan hanya  berusaha dan berikhtiar saja dan Allah lah yang menentukan. Firman Allah:

Artinya” Katakanlah:”Siapakah yang sanggup melindungi kau dari takdir Allah, bila Allah menghendaki tragedi atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu. ( QS Al-Ahzab: 17)

3. Mendorong diri untuk bertawakal sesudah berikhtiar. Kemampuan insan berikhtiar sangatlah terbatas. Setelah berikhtiar sekuat tenaga, maka bertawakallah kepada Allah dengan berdoa kepada-Nya biar ikhtiar kita berhasil sesuai dengan apa yang tertulis dalam lauh mahfuzh dizaman azali.

Baca juga: Pengertian Iman Kepada Malaikat dan Manfaatnya

Demikianlah mengenai pengertian iktikad kepada qadha dan qadhar, ikhtiar terhadap qadha dan qadar serta pesan yang tersirat beriman kepada qadha dan qadar. Semoga apa yang sudah di uraikan diatas bisa bermanfaat.

Scroll to Top