Pengertian & Produk Pegadaian Syariah Yang Wajib Anda Cermati

Kembar.pro – Sejak krisis moneter melanda Indonesia tahun 1998, banyak pengusaha yang gulung tikar, serta menurunnya taraf hidup hampir sebagian besar rakyat Indonesia. Karena kondisi perekonomian ini mengakibatkan daerah pegadaian menjadi primadona bagi sebagian masyarakat  dalam upaya memperlihatkan solusi dana talangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Banyak prinsip dalam perusahaan pegadaian yang kini dipertanyakan bagi masyarakat Muslim yaitu apakah transaksi tersebut sanggup dikatakan halal. Bahkan, pegadaian konvensional telah dianggap haram oleh sebagian ulama.
Oleh alasannya yaitu itu, pegadaian kesannya membentuk pengelolaan gres dengan prinsip dan sistem pegadaian syariah, dengan pembiayaan yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam pedoman agama Islam.


 Sejak krisis moneter melanda Indonesia tahun  Pengertian & Produk Pegadaian Syariah yang Wajib Anda Cermati

Pengertian Pegadaian Syariah

Pegaadaian syariah sendiri berasal dari prinsip Islam yang dikenal dengan sebutan Rahn, yang berarti tetap atau lama.  Dengan kata lain, penahanan suatu barang dalam jangka waktu tertentu. Beberapa hebat juga menyatakan bahwa rahn juga berarti mengakibatkan barang yang mempunyai nilai harta sebagai jaminan pada utang-piutang.
  

Perbedaan Utama antara Pegadaian Syariah dengan Konvensional

Perbedaan pegadaian syariah dengan pegadaian konvensional sendiri hanya berbeda dalam pembiayaannya.
Kalau pegadaian konvensional memperlihatkan bunga sebagai pembiayaan atas manfaat yang digadaikan, maka pegadaian syariah memakai pembiayaan bersifat ijarah. Ijarah sendiri yaitu perjanjian komitmen kredit antara bank (mu’ajjir) dengan nasabah (mutta’jir) untuk menyewa barang atau objek sewa dimana bank memperoleh imbalan jasa, sampai objek sewa dibeli kembali oleh nasabah.
Dalil dari prosesi sewa-menyewa ini sudah tertera di Al-Qur’an dan Hadits sehingga bagi masyarakat Muslim tidak perlu lagi khawatir akan kehalalannya apabila ingin menggadaikan barang.

Produk Pegadaian Syariah

Untuk memperoleh manfaat dari pegadaian syariah ini, Anda sanggup memakai beberapa produk pegadaian syariah, yaitu Rahn, Arrum, produk logam mulia, dan produk amanah. Berikut klarifikasi mengenai masing-masing produk.
1. Rahn
Singkatnya, produk pegadaian syariah ini memperlihatkan skim sumbangan dengan syarat penahanan agunan, yang sanggup berupa emas, perhiasan, berlian, elektronik, dan kendaraan bermotor.
Untuk penyimpanan barang selama digadai, nasabah harus membayar sejumlah sewa yang telah disepakati bersama antara pihak pegadaian dan nasabah.
Uang sewa ini meliputi biaya penyimpanan serta pemeliharaan barang yang digadai. Proses pelunasan sewa ini sanggup dibayar kapan saja selama jangka waktu yang telah ditetapkan. Kalau tidak menyanggupi, maka barang akan dilelang.
2. Arrum
Seperti produk rahn, produk Arrum ini juga memperlihatkan skim pinjaman. Biasanya, sumbangan ini diberikan kepada pengusaha mikro dan UKM dengan menjaminkan BPKB motor atau mobil, dengan kata lain, barang bergerak.
Seperti halnya rahn, biaya gadai yang dibebankan kepada nasabah merupakan biaya penyimpanan, perawatan, dan sejumlah proses aktivitas penyimpanan lainnya, dengan jumlah yang telah disepakati antara pegadaian dan nasabah. Meskipun demikian untuk jumlah pembayaran tertentu, nasabah juga sanggup mengagunkan emas sebagai jaminan pinjaman.
3. Program Amanah
Skim sumbangan dari jadwal ini sama dengan produk Arrum, tapi sumbangan ini biasanya difungsikan untuk nasabah yang ingin mempunyai kendaraan bermotor. Program amanah ini mensyaratkan uang muka yang disepakati untuk kendaraan bermotor ini, biasanya berjumlah minimal 20%.
4. Program Produk Mulia
Berbeda dengan produk lainnya yang memperlihatkan sumbangan berjangka, jadwal produk mulia merupakan produk yang berfungsi untuk melayani investasi jangka panjang untuk nasabah.

Untuk jadwal produk mulia, ada beberapa pelayanan yang diberikan oleh pegadaian syariah. Nasabah sanggup membeli emas batangan secara eksklusif di gerai-gerai pegadaian syariah atau menabungkan emas yang dimiliki di pegadaian, dengan kata lain dititipkan dengan biaya sewa yang ditentukan.
Tabungan emas ini sanggup berupa saldo, sanggup juga dicetak berbentuk fisik dengan biaya yang telah ditentukan. Selain itu, adapula konsinyasi emas, yaitu layanan titip-jual. Anda menitipkan emas Anda kepada pegadaian untuk dijual kembali oleh pegadaian.

Hasil penjualan emas tersebut akan diberikan kepada nasabah dengan prinsip bagi hasil (mudharabah) antara pegadaian dan nasabah. Setelah itu, emas fisik yang dimiliki oleh nasabah akan dikembalikan kembali kepada nasabah.

Scroll to Top