Persamaan Dan Perbedaan Institusi-Institusi Sosial Dalam Aneka Macam Golongan Etnik Di Indonesia

By | Februari 10, 2021
institusi sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia PERSAMAAN DAN PERBEDAAN INSTITUSI-INSTITUSI SOSIAL DALAM BERBAGAI KELOMPOK ETNIK DI INDONESIA

Pada pembahasan kali ini kita akan menggali persamaan dan perbedaan institusi-institusi sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia. Pada materi ini kita akan menjajal membahas pemahaman institusi sosial, ciri Institusi sosial, fungsi institusi sosial, persamaan antar institusi-institusi sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia, dan perbedaan antar institusi-institusi sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia.

Apakah yang dimaksud Institusi Sosial? Institusi sosial atau dipahami juga selaku forum social meruapakan salah satu jenis forum yang menertibkan rangkaian tata cara dan mekanisme dalam melaksanakan relasi antar insan ketika mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapat keteraturan hidup.

 

Berikut ini beberapa pemahaman institusi sosial menurut para ahli.

·         Menurut Koentjaraningrat pemahaman institusi sosial ialah satuan norma khusus yang menata serangkaian langkah-langkah yang berpola untuk keperluan khusus insan dalam kehidupan bermasyarakat.

·         Menurut Peter L. Berger, pemahaman institusi sosial selaku serangkaian mekanisme yang membuat perbuatan insan ditekan dan dipaksa oleh pola tertentu untuk bergerak lewat jalan yang dianggap sesuai dengan kesempatan dan tujuan.

·         Menurut Judson R. Landis, pemahaman institusi sosial selaku norma, aturan, dan pola organisasi yang dikembangkan disekitar keperluan atau perkara pokok yang terkait dengan pengalaman masyarakat.

·         Menurut Soerjono Soekanto, pemahaman Institusi sosial ialah himpunan norma dan nilai dari segala langkah-langkah sosial yang dijalankan untuk pemenuhan keperluan pokok masyarakat.

·         Menurut pemahaman Harton, pemahaman institusi sosial selaku metode relasi sosial dalam penduduk yang mendukung banyak sekali nilai dan mekanisme tertentu dalam rangka memenugi keperluan sosial.

 

Apa saja ciri Institusi Sosial ? Institusi sosial pada lazim memiliki beberapa karakter, antara lain:

·       Suatu organisasi pola pemikiran dan pola sikap yang terwujud lewat aktivitas kemasyarakatan dan risikonya berisikan susila istiadat, tata kelakuan dan kebiasaan, serta elemen kebudayaan yang secara pribadi atau tidak pribadi tergabung dalam suatu unit yang fungsional.

·       Mempunyai tujuan tertentu.

·       Memiliki tingkat kekekan tertentu, sehingga orang-orang menilai selaku himpunan norma yang mesti dipertahankan.

·       Memiliki fasilitas dan prasarana serta peralatan yang digunakan untuk meraih tujuan.

·       Memiliki tradisi tertutis maupun tidak tertulis yang ialah dasar dari pranata yang bersangkutan dalam melakukan fungsinya.

·       Memiliki institusi tertentu yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsinya.

·       Keberlangsungan organisasi relatif tetap.

 

Secara umum, institusi sosial memiliki dua fungsi utama yaitu: 1) Fungsi manifes, yakni fungsi yang disadari dan menjadi impian bagi masyarakat. 2) Fungsi laten, yakni fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama. Fungsi laten ialah fungsi yang ada tetapi tidak terlihat dan tidak dibutuhkan oleh orang banyak. Upaya pencegahan kepada hal-hal yang kemungkinan terjadi menyerupai kemungkinan terjadinya konflik, fikiran negatif masayarakt sekitar, penyimpangan dan lain sebagainya.

 

Apa Persamaan Institusi-institusi Sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia. Persamaan Institusi-institusi Sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia sanggup dilihat dalam kerangka evaluasi kebudayaan. Institusi Sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia selaku suatu kebudayaan secara lazim memiliki elemen kebudayaan yang universal yang terdapat di seluruh dunia. Menurut C. Kluckhohn, unsur-unsur kebudayaan yang sanggup didapatkan pada semua bangsa di dunia ada 7 unsur, yang disebut selaku isi pokok dari setiap kebudayaan, yaitu:

a. Bahasa

Bahasa ialah alat yang digunakan untuk memudahkan komunikasi dan menyodorkan pertimbangan antarsesama manusia, baik verbal maupun tertulis. Bahasa berfungsi selaku alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan pembiasaan sosial.

b. Sistem pengetahuan

Sistem wawasan ialah metode yang lahir dan meningkat dari hasil nalar dan pikiran manusia. Sistem wawasan sendiri sanggup dikelompokkan menjadi wawasan wacana alam, wawasan wacana tumbuh-tumbuhan dan binatang di sekitarnya, wawasan wacana tubuh manusia, sifat, dan tingkah laris manusia, serta wawasan wacana ruang dan waktu. Contoh dari system wawasan ini sanggup dilihat pada teknologi dan seni pada pengerjaan rumahrumah susila penduduk Minangkabau, Batak, Jawa, Bali, Toraja, Papua, dan lain sebagainya.

c. Organisasi sosial

Organisasi sosial ialah unit sosial (pengelompokan manusia) yang sengaja dibikin dan dibikin kembali dalam rangka meraih tujuan tertentu. Sistem ini termasuk metode kenegaraan, metode kesatuan hidup, kekerabatan, dan asosiasi/perkumpulan.

d. Sistem peralatan hidup dan teknologi

Sistem peralatan hidup bersahabat kaitannya dengan metode wawasan alasannya insan bisa bikin barang-barang dan sesuatu yang gres untuk sanggup menyanggupi keperluan hidupnya, mengekspresikan rasa keindahan, adtau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

e. Sistem mata pencaharian hidup

Dalam penduduk tradisional, metode mata pencaharian hidup termasuk berburu, meramu, dan bercocok tanam untuk menyanggupi keperluan hidupnya dengan sokongan teknologi sederhana menyerupai alat-alat dari batu, kayu, dan tulang.

f. Sistem religi

Sistem religi timbul alasannya adanya iman insan kepada adanya Sang Maha Pencipta. Sistem religi dalam kerangka budaya suatu penduduk memiliki tiga elemen utama yakni metode keyakinan, metode upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi tersebut.

g. Kesenian

Sistem kesenian ialah salah satu perwujudan budaya insan kepada rasa seni dan keindahan dan bersahabat relevansinya dengan elemen budaya lain menyerupai elemen religi. Hal ini sanggup dilihat pada seni pahat patung orang Dayak yang melambangkan Totenisme.

 

Ketujuh elemen budaya di atas sanggup didapatkan di setiap kebudayaan dan antara satu elemen dengan elemen yang lain sering kali tidak sanggup dipisahkan tetapi saling mempengaruhi. Ketujuh elemen budaya tersebut secara singkat sanggup dilihat dalam tiga wujud, yakni persepsi gres (sistem budaya), langkah-langkah (sistem sosial), dan artefak (kebudayaan fisik).

                                 

Apa Perbedaaan Institusi-institusi Sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia ? Beberapa Perbedaaan antar Institusi-institusi Sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia, antara lain.

1. Perbedaan ciri fisik antar anggota institusi Sosial golongan etnik tertentu

Sering kali antar anggota institusi sosial golongan etnik tertentu di Indonesia memiliki perbedaan fisik. Perbedaan fisik tersebut menyerupai warna kulit, warna dan bentuk rambut, indeks tengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi dan bentuk tubuh, maupun yang dalam (genotip), menyerupai frekuensi golongan darah dan sebagainya.

 

Setiap golongan etnik memiliki ciri atau huruf tersendiri, baik dalam faktor sosial maupun budaya. Antar golongan etnik di Indonesia memiliki banyak sekali perbedaan dan itulah yang membentuk keragaman di Indonesia.

 

2. Bahasa

Bahasa tergolong dalam elemen persamaan dan perbedaan. Diangap persamaan alasannya setiap etnik memiliki bahasa selaku alat komunikasi. Namun bahasa juga dianggap selaku perbedaan. Karena setiap institusi sosial dalam golongan etnik tertentu memiliki perbedaan bahasa, cara pengucapan, logat dan lainnya. Di Indonesia ini terdapat kurang lebih 300 macam bahasa lokal.

 

3. Adat Istiadat

Setiap institusi sosial dalam golongan etnik tertentu memiliki susila istiadat yang berbeda. Berikut ini beberapa pola perbedaan susila istiadat antar etnik di Indonesia. Tentu, sungguh banyak susila kebudayaan yang lain yang belum disebutkan. Kamu pastinya bisa menyertakan lainnya.

 

Upacara Ngaben di Bali

Ngaben ialah upacara pembakaran mayit yang ialah warisan leluhur dan sudah dijalankan sejak ratusan tahun silam di Bali. Masyarakat Hindu Bali percaya bahwa dengan mengeluarkan duit jenazah, roh leluhur menjadi suci dan mereka bisa beristirahat dengan tenang. Upacara ngaben memerlukan ongkos yang tidak sedikit. Hal ini alasannya ngaben melibatkan orang dalam jumlah banyak dan panggung pembakaran. Oleh alasannya itu, penduduk Bali yang kurang bisa umumnya mesti menanti selama beberapa ketika biar sanggup melaksanakan ngaben secara bersama-sama. Dengan demikian, ongkos upacara terasa lebih ringan alasannya ditanggung oleh beberapa keluarga.

 

Pesta Batu Bakar di Papua

Pesta watu bakar ialah salah satu peringatan yang dijalankan oleh suku Dani di Papua. Pesta ini biasa diselenggarakan untuk merayakan pernikahan, kelahiran, maupun merayakan kemenangan dari perang. Dalam pesta ini mereka akan mengolah masakan banyak sekali jenis makanan mulai dari umbi-umbian sampai babi untuk disantap secara bersama-sama. Bahan-bahan makanan tersebut akan dimasukkan ke dalam lubang yang berisi watu dan dedaunan. Nantinya makanan tersebut akan dibagikan ke seluruh penduduk desa. Dalam mengawali proses pembakaran, suku Dani menyalakan api secara tradisional yakni dengan menggosok watu sampai timbul percikan api.

 

Rendang, Cara Memasak Khas Minangkabau

Rendang ialah makanan khas Minangkabau. Merendang, yakni proses memasak. Jadi, bahannya sanggup berupa daging sapi, telor, daging ayam bahkan sayuran. Namun, yang paling tenar yakni rendang dari daging sapi. Rendang biasanyadisajikan di banyak sekali upacara susila dan perhelatan istimewa. Rendang yakni masakan daging bercita rasa pedas yang menggunakan adonan dari banyak sekali bumbu dan rempah-rempah, diolah dengan menggunakan santan kelapa.

 

Tahukah kamu, rendang yakni makan terlezat di dunia? Ya, warisan budaya masakan rendang sudah diakui warga dunia dengan kelezatannya dan keunikan cara memasaknya.

 

4. Perbedayaan budaya atau kesenian

Kebudayaan Indonesia secara sempit sanggup didefinisikan selaku seluruh kebudayaan setempat yang sudah ada sebelum terbentuknya Bangsa Indonesia pada tahun 1945. Setiap institusi sosial dalam golongan etnik tertentu memiliki budaya atau kesenian yang berbeda. Seluruh kebudayaan setempat yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam etnik di Indonesia yakni ialah kepingan integral ketimbang kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam tetapi intinya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar yang lain menyerupai kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Masalah yang umumnya dihadapi oleh penduduk beraneka ragam yakni adanya persentuhan dan saling relasi antara kebudayaan suku bangsa dengan kebudayaan lazim lokal, dan dengan kebudayaan nasional.

 

5. Perbedaan Sistem Kepercayaan

Sistem Kepercayaan ialah elemen persamaan dan juga elemen perbedaan antara institusi sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia. Dianggap persamaan alasannya setiap etnik mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa. Namun sering dianggap selaku perbedaan alasannya tata caranya yang berbeda-beda.

 

6. Perbedaan mata pencaharian

Setiap golongan etnik memiliki lebih banyak didominasi mata pencaharian hidup yang berbeda-beda, ada yang lebih banyak didominasi bertani, ada yang nelayan, dan juga ada yang menjadi pendagang serta mata pencaharian lainnya. Sebagai pola lebih banyak didominasi mata pencaharian hidup penduduk Ambon selaku petani di ladang, oleh alasannya itu penduduk Ambon pada tempat lereng gunung masyarakatnya menanam kentang walaupun cuma beberapa saja. Adapun metode kekerabatan penduduk Ambon menurut pada relasi patrilineal yang didapingi oleh pola menetap patrilokal. Adapun penduduk Ambon terdapat beberapa jabatan dalam tata kelola desa (lembaga sosial desa) antara lain, Kepala desa, kepala adat, dan kepala kepingan (kepala soa). Selain itu jabatan yang lain diisi oleh tuan tanah, kapitan, kewang, marinyo yang semua pejabatnya masuk kedalam suatu dewan desa bernama badan saniri negeri atau saniri raja.

 

Demikian materi pembelajaran wacana persamaan dan perbedaan institusi-institusi sosial dalam banyak sekali golongan etnik di Indonesia. Semoga ada manfaatnya.


= Baca Juga =