Rangkuman Ekonomi Kelas 11 Kepingan Jual Beli Internasional

By | Maret 19, 2021

Rangkuman Ekonomi Kelas 11 Bab 9 Perdagangan Internasional. Berikut ini merupakan Rangkuman mata pelajaran Ekonomi Kelas XI Bab Perdagangan Internasional. Pada Bab ini membahas dua kesibukan pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran 1 Konsep Perdagangan Internasional dan Kegiatan Pembelajaran 2 Kebijakan Perdagangan dan Neraca Pembayaran. Silahkan dibaca dan dipelajari, biar bermanfaat.

 Berikut ini merupakan Rangkuman mata pelajaran Ekonomi Kelas XI Bab Perdagangan Internasiona Rangkuman Ekonomi Kelas 11 Bab Perdagangan Internasional

Rangkuman Ekonomi Kelas 11 Bab Perdagangan Internasional

Kegiatan Pembelajaran 1 Konsep Perdagangan Internasional

1. Perdagangan Internasional merupakan kesibukan transaksi jual-beli barang dan jasa antarnegara (internasional). 

2. Teori jual beli internasional merupakan teori yang menerangkan ihwal arah dan komposisi kepada jual beli antar negara serta bagaimana efeknya tersebut terhadap perekonomian sebuah negara, yang berisikan Teori dari kaum Merkantilis dan dari kaum Klasik.

3. Faktor Pendorong Perdagangan Internasional: keperluan Negara dan Masyarakat, perbedaan sumber daya alam, mengembangkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM), mengembangkan pendapatan Negara, ekspansi target pasar, perbedaan iklim, perbedaan selera, transportasi antar Negara, mencari proteksi Luar Negeri

4. Faktor Penghambat Perdagangan Internasional: keselamatan sebuah Negara, kebijakan Perdagangan Internasional dari Pemerintah, rendahnya Sumber Daya Alam, pembatasan impor dan penetapan tarif, peraturan politik Anti-dumping, Perbedaan mata duit antar Negara, kurs mata duit tidak stabil, proses pembayaran sukar dengan, peperangan.

5. Manfaat jual beli internasional merupakan selaku berikut: menjalin persahabatan antar Negara, menerima barang yang tidak sanggup dibuat di negeri sendiri, menerima laba dari spesialisasi, memperluas pasar dan memperbesar keuntungan, transfer teknologi modern

6. Keuntungan Perdagangan Internasional: pengurangan ongkos produksi, menyanggupi keperluan di dalam negeri, koordinasi antar negara, mengembangkan sumber penerimaan negara, memperluas lapangan pekerjaan

7. Kerugian Perdagangan Internasional: ketidakmampuan menyesuaikan diri di pasar global menyebabkan perekonomian negara terpuruk, bikinan dalam negeri yang tidak dapat berkompetisi dengan barang impor akan ditinggalkan konsumen

8. Devisa merupakan alat yang sanggup digunakan untuk pembayaran dalam lingkup internasional. Devisa sanggup berupa valuta asing, emas atau surat berguna yang sanggup digunakan selaku pembayaran internasional.

9. Kurs Valuta Asing merupakan perbandingan nilai mata duit absurd yang dinyatakan dengan nilai mata duit dalam negeri.


Kegiatan Pembelajaran 2 Kebijakan Perdagangan dan Neraca Pembayaran

1. Kebijakan Perdagangan Internasional merupakan kebijakan yang ditangani sebuah negara yang berupa langkah-langkah ataupun peraturan yang mempengaruhi baik eksklusif ataupun tidak eksklusif kepada struktur, komposisi dan arah jual beli internasional dari ke negara.

2. Kebijakan jual beli internasional tersebut sanggup berupa: kebijakan jual beli bebas, kebijakan jual beli proteksi.

3. Bentuk Kebijakan Proteksi sanggup ditangani melalui: tarif dan bea masuk, pelarangan impor, kuota, subsidi, dumping

4. Neraca Pembayaran (Balance of Payment) merupakan sebuah daftar yang disusun secara sistematis yang dipergunakan untuk membukukan semua transaksi ekonomi yang ditangani penduduk sebuah negara dengan penduduk negara lain dalam waktu satu tahun.

5. Susunan Neraca Pembayaran

a. Neraca Perdagangan

b. Neraca Jasa

c. Neraca Hasil-Hasil Modal

d. Neraca Lalu-lintas Modal

e. Neraca Lalu-lintas Moneter

6. Transaksi Debit merupakan transaksi yang membuat keharusan untuk menjalankan pembayaran ke mancanegara (menunjukkan mengalirnya duit dari dalam negeri ke luar negeri). 

7. Transaksi Kredit merupakan transaksi yang membuat hak untuk menemukan pembayaran dari mancanegara (menunjukkan mengalirnya duit dari mancanegara ke dalam negeri).

8. Neraca Pembayaran Surplus/aktif: jumlah penerimaan > jumlah pembayaran

9. Neraca Pembayaran Defisit/pasif: jumlah penerimaan < jumlah pembayaran