Se Menag Nomor 07 Tahun 2021 Ihwal Bimbingan Penyelenggaraan Shalat Lebaran 2021 (1442 H)

By | Mei 8, 2021
 Tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri  SE MENAG NOMOR 07 TAHUN 2021 TENTANG PANDUAN PENYELENGGARAAN SHALAT IDUL FITRI 2021 (1442 H)

Dalam rangka menyambut Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021, Kemenag sudah mempublikasikan Surat Edaran Menteri Agama (Menag) Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 Di Saat Pandemi Covid. Surat Edaran ini diterbitkan dalam rangka menyediakan rasa kondusif terhadap umat Islam dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 dan menolong negara untuk menyelamatkan penduduk dan paparan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Kementerian Agama sesuai kiprah dan kewenangannya perlu mengeluarkan Surat Edaran mengenai tutorial penyelenggaran shalat Idul Fifri di di saat Pandemi COVID.

 

Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 2021 (1442 H) di Saat Pandemi Covid ini selaku teladan bagi instansi pemerintah, pengurus/pengelola rumah ibadah, Panitia Hari Besar Islam dan penduduk luas.

 

Ruang lingkup Surat Edaran Menteri Agama (Menag) Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 2021 (1442 H) di Saat Pandemi Covid melingkupi acara malam takbiran dan shalat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid dan lapangan terbuka pada tanggal 1 Syawal 1442 H/2021.

 

Adapun Dasar Surat Edaran (SE) Menag Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 2021 (1442 H), antara lain: 1) Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 perihal Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), 2) Surat Edaran yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID- 19; 3) Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 4 Tahun 2021 perihal Panduan Ibadah bulan rahmat dan Idul Fitri Tahun 1442 H/2021, dan 4) Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam yang lain mengenai hal terkait.

 

Isi Surat Edaran (SE) Menag Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 2021 (1442 H), antara lain:

1. Malam Takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dalam rangka mengagungkan asma Allah sesuai yang ditugaskan agama, pada prinsipnya sanggup dilaksanakan di semua masjid dan mushala, dengan ketentuan selaku berikut:

a. Dilaksanakan secara terbatas optimal 10% dan kapasitas masjid dan mushala, dengan memperhatikan tolok ukur protocol kesehatan COVID secara ketat, menyerupai memakai masker, mempertahankan jarak dan menyingkir dari kerumunan.

b. Kegiatan Takbir Keliling ditiadakan untuk mengantisipasi keramaian.

c. Kegiatan Takbiran sanggup disiarkan secara virtual dan masjid dan mushalla sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan mushalla.

2. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 di kawasan yang mengalami tingkat penyebaran COVID 19 mencakup tinggi (Zona Merah dan Zona Oranye) mudah-mudahan dijalankan di rumah masing-masing, sejalan dengan anutan Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya;

3. Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 sanggup diadakan di masjid dan lapangan cuma di kawasan yang DINYATAKAN AMAN dan COVID 19 adalah Zona Hijau dan Zona Kuning menurut penetapan pihak berwenang;

4. Dalam hal shalat Idul Fitri dilaksanakan di masjid dan lapangan, wajib memperhatikan tolok ukur protokol kesehatan COVID secara ketat dan mengindahkan ketentuan selaku berikut:

a. Shalat Idul Fitri dijalankan sesuai rukun shalat Idul Fitri dan Khutbah Idul Fitri dibarengi oleh seluruh jemaah yang hadir;

b. Jemaah shalat Idul Fitri yang datang dilarang melampaui 50 % dan kapasitas tempat mudah-mudahan memungkinkan untuk mempertahankan jarak antar shaf dan antar jemaah,

c. Panitia shalat Idul Fitri diusulkan memakai alat pengecek suhu (thermogun) dalam rangka memutuskan keadaan sehat Jemaah yang hadir;

d. Bagi para lansia (lanjut usia) atau orang dalam keadaan kurang sehat, gres sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan;

e. Seluruh jemaah mudah-mudahan tetap memakai masker selama pelaksanaan shalat Idul Fitri dan selama menyimak Khutbah Idul Fitri di masjid dan lapangan;

f. Khutbah Idul Fitri dijalankan secara singkat dengan tetap menyanggupi rukun khutbah, paling usang 20 menit.

g. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan mudah-mudahan dilengkapi pembatas transparan antara khatib dan jemaah;

h. Seusai pelaksanaan shalat Idul Fitri jemaah kembali ke tempat tinggal dengan tertib dan menyingkir dari berjabat-tangan dengan bersinggungan secara fisik.

5. Panitia Hari Besar Islam / Panitia Shalat Idul Fitri sebelum menggelar shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Penanganan COVID 19 dan elemen keselamatan lokal untuk mengenali warta status zonasi dan merencanakan tenaga pengawas mudah-mudahan tolok ukur protokol kesehatan COVID dijalankan dengan baik, kondusif dan terkendali;

6. Silaturahim dalarn rangka Idul Fitri mudah-mudahan cuma dijalankan bareng keluarga terdekat dan tidak menggelar acara Open House/Halal Bihalal di lingkungan kantor atau kornunitas;

7. Dalam hal terjadi pertumbuhan ekstrim COVID- 19, menyerupai terdapat kenaikan yang signifikan angka faktual COVID, adanya mutasi varian gres virus corona di sebuah daerah, maka pelaksanaan Surat Edaran ini diubahsuaikan dengan keadaan setempat.

 

Dernikian untuk menjadi perhatian dan disosialisasikan secara masif, utamanya terhadap pengelola masjid dan Panitia Hari Besar Islam serta penduduk luas mudah-mudahan dilaksanakan sebagaimana rnestinya. Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat dan perlindungan-Nya terhadap kita semua bangsa Indonesia.


Demikian warta tentang Surat Edaran (SE) Menag Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri 2021 (1442 H). Semoga ada manfaatnya, terima kasih. 

= Baca Juga =