Serang Ukraina, Berikut Daftar Perusahaan Dan Individu Di Rusia Yang Terkena Hukuman Dari Inggris

Serang Ukraina, Berikut Daftar Perusahaan dan Individu di Rusia yang Terkena Sanksi dari Inggris

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Negara-negara Barat sudah memberitahu hukuman lebih lanjut terhadap keputusan Rusia yang menginvasi Ukraina.

Salah satunya Inggris, lewat Perdana Menterinya Boris Johnson mengungkapkan akan memberlakukan pembatasan gres pada bank, bisnis dan beberapa individu di negara beruang putih ini.

Tidak cuma itu, hukuman Inggris akan diperluas ke Belarusia, sehabis negara ini dikenali ikut menolong invasi yang dijalankan Rusia terhadap Ukraina.

Lalu apa saja yang serempak diumumkan oleh Boris Johnson dan semua orang yang tergolong ke dalam hukuman yang diberikan Inggris terhadap Rusia ini?

Berdasarkan laporan nationalworld.com, yang dikutip pada Jumat (25/2/2022) berikut yakni informasi-informasi tentang hukuman yang diberikan Inggris untuk Rusia.

Sanksi apa yang dijatuhkan oleh Inggris ke Rusia?

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, menyampaikan Inggris akan memberlakukan hukuman ekonomi paling besar dan paling parah yang pernah dilihat Rusia atas jawaban invasi Rusia ke Ukraina.

Johnson juga mengatakan tentang pengaruh invasi terhadap pasar saham Rusia dan nilai Rubel, yang membuat keduanya anjlok dalam 24 jam terakhir.

Boris Johnson menambahkan, Inggris akan melanjutkan misi tanpa belas kasihan untuk memeras Rusia dari pasar global. Sanksi tersebut tergolong pembatasan yang dikenakan pada individu di Rusia.

Bank-bank Rusia ikut terkena pengaruh atas hukuman yang diberikan Inggris terhadap Rusia. Termasuk VTB Bank, bank paling besar kedua di Rusia.

Inggris menyebut jikalau bank ini bukan satu-satunya yang hendak terpengaruh, dan mengungkapkan setiap bank Rusia akan dibekukan asetnya.

Selain VTB bank, bank Rusia yang masuk ke dalam daftar hukuman Inggris yakni Rossiya Bank yang dikenali dimiliki oleh sekelompok miliarder yang memiliki korelasi akrab dengan Putin.

Bank ini juga memiliki saham di National Media Group, yang memiliki stasiun TV, dan menurut pemerintah Inggris stasiun TV ini menolong Rusia dalam mengiklankan kebijakan pemerintahannya dan sudah memperoleh faedah dari perluasan di Krimea sejak daerah itu dianeksasi oleh Rusia pada 2014.

Bank yang lain menyerupai Bank IS, GenBank, Promsvyaz bank yang membiayai proyek-proyek pertahanan dan The Black Sea Bank ikut masuk ke dalam daftar hukuman yang diberikan Inggris.

Sanksi yang dikeluarkan Inggris sehubungan dengan Amerika Serikat dalam apa yang sudah digambarkan selaku bab dari saksi keuangan tunggal paling besar dalam sejarah. Selain itu, Bank Rusia juga akan dicegah dalam mengakses Sterling dan pembayaran kliring lewat Inggris.

Target Individu di Rusia yang terkena Sanksi Inggris

Tidak cuma bank Rusia yang memperoleh hukuman Inggris, sejumlah individu Rusia juga menjadi target hukuman Inggris.

Orang-orang mengantri ke pompa bensin di Kyiv pada 24 Februari 2022. - Presiden Rusia Vladimir Putin memberitahu operasi militer di Ukraina pada Kamis dengan ledakan terdengar secepatnya sehabis di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan
Orang-orang mengantri ke pompa bensin di Kyiv pada 24 Februari 2022. – Presiden Rusia Vladimir Putin memberitahu operasi militer di Ukraina pada Kamis dengan ledakan terdengar secepatnya sehabis di seluruh negeri dan menteri luar negerinya memperingatkan “invasi skala penuh” sedang berlangsung. (Photo by GENYA SAVILOV / AFP) (AFP/GENYA SAVILOV)

Tiga oligarki Rusia atau sekelompok kecil orang yang memiliki kontrol negara, yakni Gennady Timchenko, Boris Rotenberg dan Igor Rotenberg, sudah disertakan ke dalam daftar individu yang hendak menemukan hukuman Inggris.

Selain ketiganya, individu lain yang hendak menemukan hukuman Inggris antara lain Kirill Shamalov yakni mantan menantu Vladimir Putin dan miliarder termuda Rusia, mantan wakil dewan administrasi VTB Bank Rusia Denis Bortnikov, eksekutif United Aircraft Corporation Yuri Slyusar, kepala Promsvyazbank dan mantan kepala Intelijen Luar Negeri Rusia (FSB) Petr Fradkov dan ketua dewan Novikombank Elena Aleksandrovna.

Daftar nama-nama tersebut tidak sanggup menjalankan perjalan ke Inggris dan aset apapun yang berbasis di Inggris akan dibekukan.

Terlepas dari daftar nama yang masuk, oligarki Rusia paling kondang di Inggris Roman Abramovich, belum masuk ke daftar individu atas hukuman Inggris terhadap Rusia.

Namun Pemerintah Inggris juga mangatakan akan menyediakan hukuman terhadap anggota dewan legislatif Rusia, Duma, dan Dewan Federasi yang memutuskan untuk mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.

Daftar Perusahaan dikenai hukuman Inggris

Selain bank dan individu yang terkena hukuman Inggris, lima perusahaan besar Rusia yang hendak dikenakan hukuman antara lain :

1.Rostec – perusahaan pertahanan paling besar Rusia dan pengekspor senjata utama

2.Uralvagonzavod – produsen tangki paling besar di dunia yang terkait erat dengan Rostec

3.Tactile Missile Corporation – penyuplai senjata udara dan maritim yang berperan penting dalam mempersenjatai Rusia selama pembangunan militer baru-baru ini

4.United Aircraft Corporation – perusahaan induk untuk semua produsen pesawat besar Rusia; perusahaan ini juga berperan penting dalam pembangunan militer Rusia sebelum invasi

5.United Shipbuilding Corporation – perusahaan pengerjaan kapal paling besar di Rusia

6.Aeroflot – maskapai penerbangan paling besar Rusia

Scroll to Top