Shalawat Mukhatab Yang Masyhur

Shalawat Mukhatab merupakan salah satu shalawat yang sangat mujarab untuk mengurai kesusahan dengan cara bertawasul kepada Sayyiduna Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Shalawat Mukhatab bukan berarti hanya meminta proteksi kepada Rasulullah dan melupakan Allah. Bukan. Sebaliknya, shalawat ini merupakan cara untuk menimbulkan Rasulullah sebagai mediator kita mendapat rahmat serta karunia agung dari Allah. Dengan menggunkan Rasulullah sebagai perantara, maka berarti kita mengakui kebesaran Allah dan Kemahakuasaan Allah yang telah menimbulkan mediator tersebut sebagai jembatan agung dalam menggapai karunia serta rahmatnya.

Apabila kita meninggalkan Rasulullah sebagai wasilah, maka sama saja kita meninggalkan serta tidak mengakui adanya mediator itu. Dan sanggup jadi kita menjadi hamba yang kufur nikmat. Dengan demikian, sudah sanggup terjelaskan bergotong-royong Shalawat Mukhatab ini merupakan shalawat yang agung, alasannya yakni di dalamnya terdapat rangkaian doa yang menimbulkan Rasulullah sebagai wasilah untuk memohon kepada Allah, dan kesannya bagi orang yang sedang dilanda kesusahan hidup semoga memperbanyak diri membaca shalawat agung ini.

sholawat mukhatab dan artinya

Berikut ini teks selengkapnya dari Shalawat Mukhatab:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيلَتِي أَدْرِكْنِي يَا رَسُولَ الله
Allahumma Shalli wa Sallim ‘Alaa Sayyidina Muhammad Qad Dhaaqat Hiilatii Adriknii Yaa Rasuulallah
Artinya:
“Ya Allah, bershalawatlah untuk junjungan kami Sayyiduna Muhammad, sungguh terasa sempit usahaku, maka rangkullah saya wahai Rasulullah.”
Penjelasan
Disebutkan dalam kitab Afdhalush Shalawat ‘Alaa Sayyidis Sadat karya Sayyidi Asy-Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani sebagai berikut:
نقل ابن عابدين في ثبته عن شيخه السيد محمد شاكر العقاد عن العبد الصالح الشيخ أحمد الحلبي القاطن في دمشق وكان رجلاً عليه سيما الصلاح عن مفتي دمشق العلامة حامد أفندي العمادي أنه مرة أراد بعض وزراء دمشق أن يبطش به فبات تلك الليلة مكروباً أشد الكرب فرأى سيدنا رسول الله صلى الله عليه وسلم في منامه فأمنه منه وعلمه صيغة صلاة وأنه إذا قرأها يفرج الله تعالى كربه فاستيقظ وقرأها ففرج الله تعالى كربه ببركته صلى الله تعالى عليه وسلم وهي هذه اللهم صل وسلم على سيدنا محمد إلى آخر الصلاة السابقة
Artinya:

“Ibnu Abidin dalam catatannya menukil perkataan dari gurunya As-Sayyid Muhammad Syaakir Al-‘Aqqad dari hamba yang shalih  sayyidi Asy-Syaikh Ahmad Al-Halabi yang bertempat tinggal di Damaskus, dan yakni ia merupakan seorang lelaki yang mendapat label sebagai seorang shalih dari mufti Damaskus Al-Allamah Hamid Afandi Al-‘Imadi, bergotong-royong pada suatu waktu sebagian pejabat Damaskus berniat untuk menyiksanya, maka tak ayal lagi bermimpi melihat sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam tidurnya maka dia menenangkannya dan mengajarinya sighat shalawat yang apabila diamalkannya maka Allah akan mengurai kesedihan dan kesulitannya. Ia lalu terbangun dan segera mengamalkannya, maka Allah menghilangkan kesedihannya berkat Sayyidina Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Adapun shalawat yang dimaksud yakni shalawat berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيلَتِي أَدْرِكْنِي يَا رَسُولَ الله
Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammad qad dhaaqat khiilatii adriknii yaa Rasuulallaah.
Artinya:
“Ya Allah, bershalawat dan bersalamlah kepada Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam; sungguh terasa sempit usahaku, maka rangkullah aku, wahai Rasulullah.”
قال وأخبرني سيدي يعني شيخه المذكور أنه حصل له كرب فكررها وهو يمشي فما مشى نحواً من مائة خطوة إلا فرج عنه وكذلك قرأها مرة ثانية في حادثة فما استمر قليلاً إلا فرج عنه
Artinya:

“Ibnu Abidin berkata, “Telah mengabarkan kepadaku Sayyidi yakni guru dia yang telah disebutkan bergotong-royong suatu kali ia mendapat kesusahan, maka ia mengamalkan shalawat di atas secara berulang-ulang sambil melangkahkan kakinya. Maka tidak lebih dari 100 langkah kesusahannya telah lengyap begitu saja. Demikian pula pada kesempatan yang lain dia mendapat kesulitan, maka dia membacanya dan tidak berama usang lalu telah terbebas dari kesulitannya.”

قال ابن عابدين قلت وقد قرأتها أنا أيضاً في فتنة عظيمة وقعت في دمشق فما كررتها نحواً من مائتي مرة إلا وجاءني رجل وأخبرني أن الفتنة انقضت والله على ما أقول شهيد
Artinya:

“Ibnu Abidin berkata, “Sungguh, saya telah mengamalkannya juga tatkala saya tertimpa fitnah yang besar di Damaskus. Maka belum selesai saya mengulanginya sebanyak 200 kali kecuali tiba kepadaku seorang pria memberi tahu bahwa kekacauan besar tersebut telah berakhir. Demi Allah, Dia Maha Mengetahui apa yang saya katakan ini.”

ووجدت هذه الصلاة في ثبت الشيخ عبد الكريم ابن الشيخ أحمد الشراباتي الحلبي لكنها مقيدة بعدد مخصوص وفيها نوع تغيير قال في ثبته عند ذكر شيخه العارف الشيخ عبد القادر البغدادي الصديقي ومن جملة ما شرفني به الإجازة في صلوات شريفة يصلي بها على النبي صلى الله تعالى عليه وسلم في اليوم والليلة ثلاثمائة مرة وفي وقت الشدائد ألف مرة فإنها الترياق المجرب وهي الصلاة والسلام عليك يا سيدي يا رسول الله قلت حيلتي أدركني
Artinya:

“Aku mendapat shalawat ini dalam catatan Asy-Syaikh Abdul Karim bin Asy-Syaikh Ahmad Asy-Syarabati Al-Halabi, akan tetapi ia dibatasi dalam bilangan tertentu dan disitu ada sedikit perubahan lafaldz. Beliau berkata dalam catatannya ketika menyebutkan gurunya Al-Arif Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-baghdadi Ash-Shiddiqi sebagai berikut, “Di antara sejumlah ijazah yang penting dalam shalawat yang agung untuk kanjeng Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang dibaca 300 x dalam sehari semalam, dan pada saat-saat genting sebanyak 1000 x, maka sesungguhnya ia merupakan shalawat pembebas yang mujarab. Shalawat yang dimaksud yakni sebagai berikut ini:

الصلاة والسلام عليك يا سيدي يا رسول الله قلت حيلتي أدركني
Ash-Shalaatu was Salaamu ‘Alaika Yaa Sayyidii Ya Rasuulallaah Qallat Khiilatii Adriknii
Artinya:
“Shalawat dan Salam untukmu ya Sayyidi Ya Rasulallah, sungguh usahaku tinggal sedikit, maka rangkullah aku.”
Wallohul Waliyyut Taufiq Ila Sabilul Huda‎
Scroll to Top