Soal Paibp Kelas 10 Kepingan 2 Mengerti Hakikat Dan Merealisasikan Ketauhidan Dengan Syu’Abul (Cabang) Doktrin + Kunci Jawabannya Cybermoeslem.Xyz

By | Agustus 6, 2021

Soal PAIBP Kelas 10 Bab 2 Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syu’abul (Cabang) Iman + Kunci Jawabannya cybermoeslem.xyz. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami suguhkan untuk Anda terutama adik-adik yang sekarang berada di kelas 10 SMA/SMK/MA/MAK soal opsi ganda da essay atau uraian mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas X. Pada artikel kali ini Sekolahmuonline suguhkan Contoh Soal PAIBP Kelas 10 Bab 2 Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syu’abul (Cabang) Iman.

Soal PAIBP Kelas 10 Bab 1 Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja + Kunci Jawabannya
  • Rangkuman PAIBP Kelas 10 Bab 1 Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja
  • Dengan mempelajari Bab 2 ini, kesempatannya biar pengetahuan keislaman kita kian bertambah. Kita menjadi bertambah dan mengenali Wawasan Keislaman tentang:

    1. Definisi Iman

    2. Definisi Syu’abul Iman

    3. Dalil Naqli perihal Syu’abul Iman

    4. Macam- Macam Syu’abul Iman

    5. Tanda-tanda Orang yang Beriman

    6. Problematika Praktik Keimanan di Sekitar Kita

    7. Hikmah dan Manfaat Syu’abul Iman

    Soal PAIBP Kelas 10 Bab 2 ini Sekolahmuonline rujuk dari Buku PAIBP Kelas X SMA/SMK. Silahkan dibaca dan dipelajari, biar bermanfaat.

    Soal PAIBP Kelas X Bab 2 Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syu’abul (Cabang) Iman

    Soal Pembuka

    1. Jelaskan pemahaman iman!

    Jawaban:

    Iman berasal dari bahasa Arab dari kata dasar amana – yu’minu – imanan, yang memiliki arti beriman atau percaya.

    Adapun definisi iman menurut bahasa memiliki arti kepercayaan, keyakinan, ketetapan atau ketekunan hati.

    Imam Syafi’i dalam suatu kitab yang berjudul al-‘Umm mengatakan, “sesungguhnya yang disebut dengan iman merupakan suatu ucapan, suatu perbuatan dan suatu niat, di mana tidak tepat salah satunya apabila tidak bersama-sama dengan yang lain.

    2. Apa saja yang tergolong pilar-pilar keimanan? Sebutkan dalil yang melandasi pokok pilar-pilar iman!

    Jawaban:

    Pilar-pilar keimanan tersebut berisikan enam problem yang dimengerti dengan rukun iman yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Beriman tanpa mempercayai salah satu dari enam rukun iman tersebut maka gugurlah keimanannya, sehingga mempercayai dan mengimani keenamnya bersifat wajib dan tidak dapat ditawar sedikit pun. Enam pilar iman itu antara lain adalah: 

    1) iman terhadap Allah Swt., 2) meyakini adanya rasul-rasul delegasi Allah Swt.,

    3) mengimani eksistensi malaikat-malaikat Allah Swt.,

    4) meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran suci dalam kitab-kitab-Nya,

    5) meyakini akan munculnya hari tamat dan

    6) mempercayai qada dan qadar Allah Swt.

    Pokok pilar iman ini sebagaimana yang disebutkan dalam QS. an-Nisa/4: 136 yang artinya selaku berikut: “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman terhadap Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan terhadap Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan terhadap Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar terhadap Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu sudah kehilangan arah sungguh jauh.

    3. Jelaskan pemahaman syu’abul iman!

    Jawaban:

    Syu’ab: cabang-cabang

    Syu’abul iman: cabang-cabang iman

    Menurut Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi dalam kitab Qamiuth-hughyan ‘ala Manzhumati Syu’abu al-Iman, iman yang berisikan enam pilar menyerupai tersebut di atas, mempunyai beberapa penggalan (unsur) dan sikap yang sanggup memperbesar amal insan apabila dilaksanakan semuanya, tetapi juga sanggup meminimalisir amal insan apabila ditinggalkannya. 

    Terdapat 77 cabang iman, di mana setiap cabang merupakan amalan atau perbuatan yang mesti dilaksanakan oleh seseorang yang mengaku beriman (mukmin). Tujuh puluh tujuh cabang itulah yang disebut dengan syu’abul iman. Bilamana 77 amalan tersebut dilaksanakan seluruhnya, maka sudah sempurnalah imannya, tetapi apabila ada yang ditinggalkan, maka berkuranglah kesempurnaan imannya.

    Jika setiap muslim bisa menghayati dan mengamalkan tiap-tiap cabang iman yang berjumlah 77 tersebut, maka tentu ia akan mencicipi lezat dan lezatnya mengimplementasikan hakikat iman dalam kehidupan

    4. Jelaskan pemahaman Dalil Naqli!

    Sebutkan Dalil Naqli perihal Syu’abul Iman!

    Jawaban:

    Dalil Naqli merupakan dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist.

    Amalan-amalan yang merupakan cabang dari iman sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Hurairah RA: Artinya: Dari Abu Hurairah ra.berkata, Rasulullah Saw. bersabda: Iman itu 77 (tujuh puluh tujuh) lebih cabangnya, yang paling utama merupakan mengucapkan laa ilaha illallah, dan yang paling kurang merupakan menyingkirkan apa yang mau membatasi orang di jalan, dan malu itu salah satu dari cabang iman (HR. Muslim).

    Sabda Rasulullah Saw. yang lain terkait dengan cabang-cabang iman merupakan selaku berikut:

    Dari Anas r.a., dari Nabi Saw. dia bersabda, tiga hal yang barang siapa ia memilikinya, maka ia akan mencicipi manisnya iman. (yaitu) memunculkan Allah Swt. dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mengasihi (sesuatu) semata-mata sebab Allah Swt. dan benci terhadap kekufuran, sebagaimana bencinya ia apabila dilempar ke dalam api neraka. (HR. Bukhari Muslim)

    A. Soal Pilihan Ganda PAIBP Kelas X Bab 2 Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syu’abul (Cabang) Iman

    Jawablah soal-soal berikut ini dengan menegaskan aksara A B C D atau E pada respon yang benar dan tepat!

    1) Iman, Islam dan ihsan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yang kemudian disebut dengan agama Islam. Berikut ini yang merupakan pemahaman dari iman adalah….

    A. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan ekspresi dan mewaspadai dengan perbuatan

    B. mempercayai setengah hati, mengucapkan dengan ekspresi dan mewaspadai dengan perbuatan

    C. mempercayai dengan hati, mengucapkan dengan ekspresi dan mengambarkan dengan perbuatan

    D. mempercayai dengan hati, menolak dengan ucapan dan mengambarkan dengan perbuatan

    E. mempercayai dengan hati, menyangkal dengan ekspresi dan mengambarkan dengan perbuatan 


    Jawaban: C


    Pembahasan:

    Iman berasal dari bahasa Arab dari kata dasar amana – yu’minu – imanan, yang memiliki arti beriman atau percaya.


    Adapun definisi iman menurut bahasa memiliki arti kepercayaan, keyakinan, ketetapan atau ketekunan hati.


    Imam Syafi’i dalam suatu kitab yang berjudul al-‘Umm mengatakan, “sesungguhnya yang disebut dengan iman merupakan suatu ucapan, suatu perbuatan dan suatu niat, di mana tidak tepat salah satunya apabila tidak bersama-sama dengan yang lain.


    2) Seorang mukmin, merupakan seorang yang beriman yang melakukan ibadah dengan sungguh ikhlas, seakan-akan Allah Swt. melihatnya, walaupun ia tidak menyaksikan Allah Swt. Pernyataan tersebut merupakan definisi dari ….

    A. Ihsan

    B. Iman

    C. Islam

    D. Ikhlas

    E. Istishab


    Jawaban: A


    Pembahasan:

    Dalam Hadits riwayat imam Bukhari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan perihal pemahaman Islam, Iman, dan Ihsan.


    عَنْ  أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ: مَا الْإِيمَانُ؟ قَالَ: الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ. قَالَ: مَا الْإِسْلَامُ؟ قَالَ: الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ. قَالَ: مَا الْإِحْسَانُ؟ قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. رواه البخاري


    Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam suatu hari keluar menuju khalayak, kemudian datanglah Jibril dan ia berkata, ”Apakah iman itu?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ”Iman adalah, Engkau beriman terhadap Allah, para malaikat-Nya, konferensi dengan-Nya, para rasul-Nya, dan engkau beriman dengan hari kebangkitan.” Jibril pun berkata, ”Apakah Islam itu?” Rasulullah Shalallalahu Alaihi Wasallam bersabda, ”Islam adalah, Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat yang diwajibkan dan melakukan puasa Ramadhan.” Jibril pun berkata, ”Apakah ihsan itu?” Rasulullah Shallallahu Alalihi Wasallam bersabda,” Engkau beribadah terhadap Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak melihat-Nya, bergotong-royong Ia melihatmu,” (Riwayat Al Bukhari)


    3) Perhatikan pernyataan berikut!

    a) Mahmud cuma menjalankan salat jamaah ketika berada di sekolah saaat dilihat oleh guru dan teman-temannya

    b) Mamad senantiasa berbuat baik, berkata jujur, tetapi tidak pernah salat

    c) Malik senantiasa mendirikan salat, berkata baik dan bersungguh-sungguh bersedekah

    d) Maman senantiasa istiqamah dalam beribadah dan gemar menolong orang tuanya

    e) Marwan merupakan ketua Rohis di sekolah tetapi ketika di rumah sering berbohong terhadap orang tuanya


    Dari pernyataan tersebut, yang perilakunya selaras dengan iman, Islam dan ihsan adalah….

    A. Malik dan Maman

    B. Mamad dan Malik

    C. Maman dan Marwan

    D. Mahmud dan Mamad

    E. Marwan dan Mahmud


    Jawaban: A


    4) Dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yakni ma’rifatun bil qalbi, iqrarun bil ekspresi dan amalun bil arkan. Dari contoh-contoh amalan di bawah ini yang merupakan cabang iman dalam ranah ma’rifatun bil qalbi adalah….

    A. mencar ilmu dan menuntut ilmu

    B. membaca kalimat thayyibah

    C. membaca kitab suci Al-Qur`an

    D. mengajarkan ilmu terhadap orang lain

    E. mengasihi dan tidak suka sebab Allah Swt.


    Jawaban: E


    Pembahasan:

    Para jago hadis ini menerangkan dan merangkum 77 cabang keimanan tersebut menjadi 3 klasifikasi atau kelompok menurut pada hadis Ibnu Majah dan Thabrani Rahimahumallah berikut ini:


    Artinya: “Dari Ali bin Abi halib r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda: iman merupakan tambatan hati, ucapan ekspresi dan perwujudan perbuatan” (H.R. Ibnu Majah).


    Dengan kata lain, dimensi dari keimanan itu menyangkut tiga ranah yaitu:

    1. Ma’rifatun bil qalbi yakni meyakini dengan hati

    2. Iqrarun bil ekspresi yakni diucapkan dengan lisan

    3. ‘Amalun bil arkan yakni mengamalkannya dengan perbuatan anggota badan


    5) Beriman pada hakikatnya merupakan satu padunya niat, ucapan dan perbuatan. 


    Berikut ini yang bukan merupakan cabang iman dari ranah perbuatan adalah….

    A. mengelola perawatan jenazah

    B. menyingkir dari bacaan yang sia-sia

    C. menunaikan dan mengeluarkan duit hutang

    D. meluruskan muamalah dan menyingkir dari riba

    E. menjadi saksi yang adil dan tidak menutupi kebenaran


    Jawaban: B


    6) Perhatikan pernyataan berikut ini!

    a) Belajar dan menuntut ilmu

    b) Membaca kitab suci Al-Qur`an

    c) Mengajarkan ilmu terhadap orang lain

    d) Berbakti dan menunaikan hak orang tua

    e) Menikah untuk menghindarkan diri dari perbuatan keji dan haram


    Dari pernyataan tersebut, yang merupakan cabang iman dari ranah niat, hati dan akidah adalah….

    A. a) – b) – c)

    B. a) – c) – d)

    C. a) – d) – e) 

    D. b) – c) – d)

    E. b) – d) – e) 


    Jawaban: A


    7) Berikut ini yang bukan merupakan gejala orang yang beriman adalah….

    A. istiqamah dan tertib menjalankan salatnya

    B. apabila disebutkan nama Allah swt. hatinya bergetar

    C. menakahkan sebagian hartanya di jalan Allah swt.

    D. berjihad di jalan Allah swt. dengan harta dan jiwanya 

    E. mempengaruhi orang lain untuk memerangi orang kair


    Jawaban: E


    8) Orang yang beriman, tidak akan luput dari cobaan dan godaan yang terhadap keimanannya. Semakin beriman seseorang, kian bersar pula cobaan dari Allah Swt. baginya. Berikut ini yang bukan merupakan cobaan bagi seorang mukmin adalah….

    A. mukmin yang saling tidak suka satu sama lain

    B. mukmin yang saling mendukung satu sama lain

    C. munculnya orang munaik yang tidak suka kaum mukmin

    D. godaan hawa nafsu dari dalam diri setiap mukmin itu sendiri

    E. orang kair yang memerangi kaum mukmin dengan tipu dayanya


    Jawaban: B


    9) Hamid merupakan seorang muslim yang taat beribadah dan bertingkah baik di sekolah. Sejak Sekolah Menengah Pertama dia bercita-cita untuk melanjutkan ke sekolah favorit di kotanya. Bahkan dia pernah bernadzar apabila ia diterima di sekolah tersebut, ia akan berpuasa sunah selama tiga hari. Namun sampai ketika ini, Hamid belum juga menunaikan nadzar tersebut, sebab setiap kali hendak berpuasa, senantiasa saja ada halangannya untuk menunda. Hal ini merupakan tumpuan cobaan keimanan bagi Hamid yang munculnya dari ….

    A. bisikan setan

    B. bisikan orang kair

    C. bisikan dari kaum munaik

    D. bisikan orang mukmin lainnya

    E. bisikan dari dalam hatinya sendiri


    Jawaban: E


    10) Orang yang beriman secara kafah, akan senantiasa waspada dalam kehidupannya. Ia akan menempatkan Allah Swt. selaku tujuan utama dari setiap aktivitasnya. Dengan demikian, pesan yang tersirat iman bagi seorang mukmin adalah….

    A. menghasilkan seseorang menjadi risau dan risau hidupnya

    B. mudah terjangkit ujub, riya dan sum’ah dalam hidupnya

    C. menghasilkan seseorang cuma mengharap rida Allah swt.

    D. menghasilkan seseorang terhindar dari keberuntungan

    E. menghasilkan seseorang tergantung terhadap makhluk


    Jawaban: C


    B. Soal Essay PAIBP Kelas X Bab 2 Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dengan Syu’abul (Cabang) Iman

    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan respon yang benar dan tepat!


    1) Perhatikan HR. Ibnu Majah dan habrani RA berikut ini!