Struktur, Replikasi Dan Tugas Virus Dalam Kehidupan

By | Februari 16, 2021
 replikasi dan tugas virus dalam kehidupan STRUKTUR, REPLIKASI DAN PERAN VIRUS DALAM KEHIDUPAN

Pada materi akan di diskusikan struktur, replikasi dan tugas virus dalam kehidupan. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai mesti dikenali apalagi dulu pemahaman virus, sejarah virus, ciri-ciri virus. Kemudian sesudah mempelajari struktur, replikasi dan tugas virus dalam kehidupan dihidangkan pembahasan singkat mengenai pentingnya vaksinasi dalam pencegahan virus yang merugikan pada manusia.

 

Pengertian virus. Kata virus berasal dari kata latin yakni “virion” yang artinya yakni racun, kata tersebut merujuk pada banyaknya penyakit pada tumbuhan, hewan, dan insan yang disebabkan virus. irus yakni suatu jasad renik yang berskala sungguh kecil dan cuma sanggup dilihat dengan mikroskop elektron yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus cuma sanggup bereproduksi (hidup) didalam sel yang hidup dengan menginvasi dan mempergunakan sel tersebut lantaran virus tidak punya peralatan seluler untuk bereproduksi sendiri. Virus ialah benalu obligat intraseluler. Virus mengandung asam nukleat DNA atau RNA saja tetapi tidak kombinasi keduanya, dan yang diselubungi oleh materi pelindung terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya.

 

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal) dan perumpamaan bakteriofaga atau faga dipakai untuk virus yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). Selama siklus replikasi dihasilkan banyak sekali salinan asam nukleat dan protein selubung virus. Protein-protein selubung tadi dirakit untuk membentuk kapsid yang membungkus dan menstabilkan asam nukleat virus terhadap lingkungan tambahan sel serta memfalitasi perlekatan penetrasi virus ketika berkontak dengan sel-sel gres yang rentan. Infeksi virus sanggup memiliki imbas yang kecil atau bahkan tidak punya imbas sama sekali pada sel penjamu tetapi sanggup pula memicu kerusakan atau janjkematian sel.

 

Jadi pemahaman Virus yakni organisme yang berskala sungguh kecil dan memiliki molekul asam nukleat, DNA atau RNA yang terbungkus dalam lapisan pelindung protein (kapsid). Jaringan tersebut dikenali sanggup menjinjing gunjingan genetik dan mengadakan replikasi sehingga menular.

 

Sejarah penemuan virus diawali ketika Adolf Mayer (1883), yakni seorang ilmuwan dari Jerman meneliti penyebab penyakit pada daun tembakau, yang dintandai adanya bercak-bercak, tetapi mayer masih menduga bahwa penyakit itu disebabkan oleh basil yang kecil. Dugaan itu kemudian diuji oleh Dimitri Ivanovsky (1883) dengan saringan basil tetapi masih tetap sanggup melalui saringan tersebut. Martinus Beijerinck, spesialis botani kebangsaan Belanda mengerjakan percobaan menurut penemuan Ivanosky, ia membayangkan suatu partikel yang jaul lebih kecil dan lebih sederhana dari bakteri. Pada tahun 1935, seorang ilmuwan Amerika Wendell Stanley sukses mengisolasi dan meng-kristalkan partikel penginfeksi tersebut. Dia menyimpulkan bahwa penyebab penyakit pada daun tembakau dalah virus, kemudian Stanley memberi nama pada virus tersebut dengan nama Tobacco Mosaik Virus.

 

Lalu bagaimana ciri-ciri virus? Menurut hebat biologi asal Amerika Serikat, Neil A. Campbell berikut ciri-ciri virus:

·         Hanya sanggup hidup dan memperbanyak diri di dalam sel hidup organisme lain

·         Memerlukan asam nukleat untuk bereproduksi

·         Virus dibikin oleh suatu partikel yang disebut virion yang mengandung DNA atau RNA saja

·         Dapat dikristalkan tetapi virus masih memiliki patogen apabila diinfeksi ke organisme hidup

·         Bersifat aseluler (tidak memiliki sel) dan tidak punya organel-organel sel.

 

Sementara itu, menurut Brum (1994) virus berskala sungguh kecil. Bahkan, lebih kecil ketimbang bakteri. Diperkirakan ukuran virus berkisar 20 nm-300 nm (1 nm = 1 x 10-9 m).

 

Terdapat beberapa komponen utama penyusun badan virus yakni :

1. Kepala

Virus memiliki kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi materi genetik kehidupannya. Isi kepala ini dilindungi oleh kapsid, yakni selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sungguh bergantung pada jenis virusnya. Kapsid virus bisa berupa bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein.

 

2. Isi Tubuh

Isi badan virus atau biasa disebut virionadalah materi genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki virus akan mempengaruhi bentuk badan virus. Virus dengan isi badan berupa RNA biasanya berupa seumpama kubus, bulat, atau polihedral, misalnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, virus influenza, dan virus radang verbal dan kuku.

 

3. Ekor

Ekor ialah potongan dalam struktur badan virus yang berfungsi selaku alat untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang menempel di kepala ini biasanya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus. Adapun pada virus yang cuma menginveksi sel eukariotik, potongan badan ini biasanya tidak dijumpai.

 

4. Kapsid

Kapsid yakni lapisan berupa rangkaian kapsomer pada badan virus yang berfungsi selaku pembungkus DNA atau RNA. Fungsi kapsid ini yakni selaku pembentuk badan dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.

 

Bentuk Tubuh Virus

 replikasi dan tugas virus dalam kehidupan STRUKTUR, REPLIKASI DAN PERAN VIRUS DALAM KEHIDUPAN
sumber: bppsdmk.kemkes.go.id


Bentuk badan virus bervariasi, antara lain berupa bulat, batang, oval (peluru), persegi banyak (polihedral), filamen (benang), dan mirip aksara T. Virus berupa batang, misalnya TMV (tobacco mosaik virus). Virus berupa bulat, misalnya HIV (human Immunodeficiency virus) penyebab virus AIDS dan orthomyxovirus penyebab influenza. Virus berupa aksara T, misalnya bakteriofag (sering disebut fag) yang menyerang basil Escherichia coli. Virus yang berupa polihedral, misalnya Adenovirus penyebab penyakit jalan masuk pernapasan dan Papovavirus penyebab penyakit kutil. Virus berupa batang dengan ujung oval mirip peluru, misalnya Rhabdovirus yang memicu penyakit rabies. Virus berupa filamen, misalnya virus Ebola.

 

Wawasan: Bentuk virus corona

Dikutip dari situs LIPI atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bentuk virus corona seumpama mahkota mirip namanya. Corona bahasa Latin yang artinya crown atau mahkota dalam bahasa Indonesia. Bentuk mahkota berasal dari protein S atau spike protein yang mengelilingi permukaan virus.

Protein S ini mirip anak panah atau paku yang menutupi permukaan virus corona. Protein S inilah yang berperan penting dalam pola infeksi virus corona ke sel pernapasan. Virus corona secara lazim berupa lingkaran dengan diameter 100-120 nm atau nanometer. Virus corona tidak dapat memperbanyak diri kecuali dengan menginfeksi makhluk hidup, sama mirip virus lain.

 

Struktur Tubuh Virus

Struktur badan virus berlainan dengan sel organisme hidup lainnya. Tubuh virus bukan suatu sel (aseluler) lantaran tidak mempunayai membran sel, sitoplasma, dinding sel, inti sel dan organel sel lainnya. Virus memiliki sifat benda mati yakni sanggup dikristalkan. Struktur badan virus cuma terdiri atas materi inti asam nukleat, yiatu deoksiribonucleic acid (DNA) atau ribonucleic acid (RNA).

a) Kapsid dan Selubung ekor

Kapsid ialah selubung terluar virus yang tersusun atas banyak subunit protein yang disebut kapsomer. Kapsid ini yang memberi bentuk virus.

Bentuk kapsid virus berbeda-beda; polihedral, batang, bulat, oval, dan lain-lain. Beberapa virus memiliki selubung pemanis berupa sampul membran dari lipid, karbohidrat, atau glikoprottein. Selubung pemanis berfungsi selaku pelindung yang berhubungan dengan antigen dan metode imun virus.

 

b) Asam Nukleat

Virus cuma mengandung satu jenis asam nukleat; DNA atau RNA. Virus yang mengandung DNA yaitu, Parvovirus, Papovavirus, Adenovirus dan Herpes-virus; sementara virus yang mengandung RNA, yakni Picornavirus, Togavirus, Flavirus, Calicivirus, Coronavirus, Paramyxovirus, Rhabdovirus, Bunyavirus, Arenavirus, Reovirus dan Retrovirus. DNA atau RNA pada virus ialah penyusun genom (kumpulan gen) yang berfungsi selaku materi genetik pada ketika replikasi (penggandaan) (Irnaningtyas, 2013, hlm.54-55).

 

 replikasi dan tugas virus dalam kehidupan STRUKTUR, REPLIKASI DAN PERAN VIRUS DALAM KEHIDUPAN
Struktur Virus Corona atau Covid-19 (sumber sith.itb.ac.id)



Wawasan: Struktur virus Corona

Struktur virus Corona terdiri atas RNA atau DNA saja. Virus ini memiliki genom RNA konkret atau biasa disebut RNA saja. Panjang genom virus corona sekitar 27-32 kilobasa yang kemudian membentuk protein penyusun badan virus. Misal fosfoprotein N, glikoprotein M, protein E, protein S, dan glikoprotein HE, serta enzim lain untuk perbanyakan virus. Adanya protein S, yang mirip paku atau tanda panah di permukaan organisme, membuat struktur virus corona lebih khas dibanding yang lain.

 

Replikasi Virus

Virus meningkat biak dengan cara replikasi (perbanyakan diri) di dalam sel inang. Energi dan materi untuk sintesis protein virus berasal dari sel inang. Asam nukleat virus menjinjing gunjingan genetik untuk menyediakan semua makromolekul pembentuk virus pada sel inang sehingga virus gres yang terbentuk memiliki sifat yang serupa dengan virus induk.

 

Berdasarkan tahapan-tahapan replikasi sanggup dibedakan menjadi daur litik dan daur lisogenik. 

 

a) Daur Litik

Siklus reproduksi fag yang meraih puncaknya pada janjkematian sel inang dipahami selaku siklus lisis (lytic cycle). Istilah itu mengacu pada tahap infeksi terakhir, ketika basil lisis (pecah) dan melepaskan fag-fag yang dihasilkan dalam sel (Campbell, 2010, hlm. 416). Adapun fase yang terjadi yaitu:

1) Fase Adsorpsi

Pembeiakan fage dimulai dengan menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri. Virus mengidentifikasi dinding sel basil tersbeut dengan memakai kesesuaian lock and key atau lubang dan kunci. Dinding sel tersebut dilarutkan oleh enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding basil atau sel inang.

2) Fase Injeksi

Melaui lubang tersebut asam nukleat (DNA atau RNA) virus dimasukkan ke dalam sel basil fase injeksi. Sementara itu, selubung protein (kapsid) virus tetap berada di luar sel basil dan tidak berfungsi lagi.

3) Fase sintesis

Ketika DNA fage sukses masuk ke dalam bakteri, DNA fage akan memproduksi enzim untuk menghancurkan DNA bakteri. Setelah DNA basil hancur, DNA fage akan menggantikan kendali kehidupan. Kini, DNA fage mengaplikasi diri berulang-ulang kali dengan jalan menyalin diri membentuk DNA fage dalam jumlah banyak. Selanjutnya, DNA fage tersebut mengerjakan sintesis protein virus yang hendak dijadikan kapsid dengan memakai ribosom basil dan enzim-enzim bakteri. Di dalam sel baketeri tersebut terjadi sintesis DNA virus dan protein yang dijadikan selaku kapsid virus

4) Fase Perakitan

Kapsid yang disentesis pada mulanya terpisah-pisah antara potongan kepala, ekor, dan serabut ekor. Bagian-bagian kapsid itu kemudian dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, kemudian DNA virus masuk ke dalamnya sehingga terbentuklah badan virus yang utuh. Dalam satu sel basil fage T4 sekitar 100-200 buah.

5) Fase lisis

Setelah virus gres terbentuk, virus akan memproduksi enzim lisozim lagi yang hendak dipakai untuk menghancurkan dinding sel bakteri. Dinding sel basil hancur, sel basil mengalami lisis (pecah), dan virus-virus gres akan keluar untuk meninfeksi sel basil lain.

 

b) Daur Lisogenik

Berkebalikan dengan siklus lisis, yang membunuh sel inang, siklus lisogenik (lysogenik cycle) memungkinkan replikasi genom fag tanpa menghancurkan inang. (Campbell, 2010, hlm. 417). Siklus lisogenik terjadi apabila sel inang memiliki pertahanan yang lebih baik dibandingkan dengan daya infeksi virus sehingga sel inang tidak secepatnya pecah, bahkan sanggup bereproduksi secara wajar (membelah diri).

 

Ketika DNA fage berada di dalam sel bakteri, DNA fage menyisip ke dalam DNA bakteri. Untuk menyisip ke dalam DNA bakteri, DNA fage mesti memutus DNA bakteri. Kemudian DNA virus menyisip diantara benang DNA yang putus tersebut sehingga di dalam DNA basil terkandung DNA virus. Gabungan antara DNA fage dan DNA basil dinamakan profage. Jika basil akan membelah diri maka sel basil akan menjalin profage tersebut lewat proses replikasi. Dengan demikian, setiap sel anak hasil pembelahan mengandung profage yang identik. Proses pembelahan basil berjalan beberapa kali dan jumlah profage pun sama dengan jumlah basil yang ditumpanginya. Pada suatu ketika imunitas basil hilang. Radiasi sinar ultraviolet dan zat kimia tertentu akan menghancurkan imunitas basil terhadap profage. Profage tersebut akan memisahkan diri dari DNA basil dna menghancurkan DNA bakteri.

 replikasi dan tugas virus dalam kehidupan STRUKTUR, REPLIKASI DAN PERAN VIRUS DALAM KEHIDUPAN
Replikasi Virus  sumber gambar www.itb.ac.id 

Peran Virus dalam Kehidupan

Tuhan bikin virus tidak semata-mata diciptakan begitu saja. Virus memiliki peranan dalam kehidupan makhluk hidup lantaran virus ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan. Adapun peranan virus dalam kehidupan selaku berikut.

 

a) Peran Virus yang Menguntungkan

Beberapa jenis virus sanggup dimanfaatkan untuk mengembangkan kemakmuran hidup manusia. Irnaningtyas (2010, hlm. 61) menerangkan beberapa faedah virus bagi manusia:

1) Dalam teknologi rekayasa genetika (manipulasi gunjingan genetik), misalnya untuk terapi gen. terapi gen ialah upaya perbaikan gunjingan genetik dengan memperbaiki susunan basa nitrogen pada untaian DNA di dalam gen. Salah satu kesuksesan teknik ini yakni memperbaiki kelainan genetik ADD (adenosine deaminase deficienci) yang memicu seseorang tidak punya daya tahan badan lantaran terdapat enzim AD (adenosine deaminase). Dalam teknik terapi gen, Retrovirus dipakai selaku vektor untuk memasukkan gen pengkode enzim AD ke dalam sel limfosit T yang abnormal.

2) Pembuatan vaksin protein. Selubung virus sanggup dipakai selaku protein khusus yang hendak memacu terbentuknya respons kekebalan badan melawan suatu penyakit.

3) Untuk pengobatan secara biologis, yakni dengan melemahkan atau membunuh bakteri, jamur atau protozoa yang bersifat patogen. Bakteriofage, misalnya sanggup dipakai untuk membunuh basil patogen.

4) Pemberantasan serangga hama. Beberapa virus hidup benalu pada serangga. Virus tersebut dibiakkan dan dipakai untuk menyemprot serangga atau tanaman, misalnya Baculovirus. Sejak tahun 1950, Baculovirus dipakai selaku bioinsektisida yang tidak mencemari lingkungan.

5) Untuk bikin perangkat elektronik. Tim lingkungan dari Jhon Innes Center (pusat riset mikrobiologi di Inggris) sukses menginokulasi partikel virus, kemudian mencampurnya dengan senyawa besi (Fe) untuk bikin kapasitor (alat penyimpanan energi listrik).

 

b) Peranan Virus yang Merugikan

Sebagian besar virus merugikan lantaran bersifat benalu intraseluler obligat pada sel hidup. Virus sanggup menginfeksi dan memicu penyakit pada banyak sekali organisme baik tumbuhan, binatang dan manusia. Peranan virus yang merugikan dijabarkan Manickam (2013, hlm 64-65) selaku berikut.

1) Virus yang menyerang Manusia

Selain memicu penyakit pada tumbuhan dan hewan, beberapa virus juga memicu beberapa penyakit pada manusia. Beberapa penyakit pada insan yang disebabkan oleh virus sanggup diterangkan dalam uraian berikut.

a) Coronavirus (Covid-19) ialah keluarga besar virus yang memicu penyakit pada insan dan hewan. Pada insan biasanya memicu penyakit infeksi jalan masuk pernapasan, mulai flu biasa sampai penyakit yang serius mirip Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis gres yang didapatkan pada insan sejak insiden hebat timbul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan memicu penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19). COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang tergolong dalam keluarga besar coronavirus yang serupa dengan penyebab SARS pada tahun 2003, cuma berlainan jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, tetapi penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.

b) Influenza disebabkan oleh Orthomyxovirus yang berupa mirip bola. Terdapat tiga tipe serologi virus influenza, Tipe A sanggup meninfeksi insan dan hewan, sedangkan B dan C cuma meninfeksi pada manusia.

c) Cacar terdiri atas dua jenis, yakni cacar air (Varicella) dan cacar (Variola). Cacar air biasanya menyerang bawah umur dengan tanda-tanda lepuh berisi cairan jernih dan gatal.

d) Heaptitis disebabakan oleh Flavivirus (Hepatitis A virus, Hepatitis B Virus, dan Hepatitis C Virus).

e) Polio disebabkan oleh virus Poliomyelitis. Virus ini menyerang susunan saraf sentra dan memicu kelumpuhan.

f) Demam berdarah (Dengue Haemorrhagic Fever) disebabkan oleh Dengue. Penyakit ini ditularkan dan disebarkan oleh nyamuk Aedes aegepty.

g) Herpes disebabkan oleh virus Herpes simplex. Virus Herpes simplex I (luka di sekeliling mulut); Herpes simplex II (luka pada alat kelamin); Herpes zoster sanggup menyerang saraf dan sanggup memunculkan nyeri yang sungguh hebat.

h) Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yakni suatu penyakit salurat pernapasan yang disebabkan oleh Corona virus.

i) Acquired Immune Defisiency Syndrome (AIDS) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV menyerang sel darah putih limfosit yang berfungsi dalam mengkontrol metode kekebalan tubuh.

j) Ebola disebabkan oleh virus ebola yang ialah kalangan filovirus.

k) Flu Burung disebabkan oleh virus Avian influenza dari galur H5N1. Virus Avian influenza ialah virus influenza tipe A yang sanggup menjangkiti beberapa hewan, tergolong burung, babi, kuda, anjing laut, dan ikan paus. Unggas ialah binatang khusus bagi penyebaran virus type A dan berfungsi selaku inang.

 

2) Virus yang menyerang tumbuhan

Banyak virus menyerang tumbuhan. Pada biasanya virus menyerang tumbuhan berbunga dan sering memicu kematian. Umumnya virus yang ditularkan oleh serangga yang menjinjing virus dari satu tumbuhan ketanaman yang lain. Beberapa penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus, diantaranya selaku berikut.

a) Penyakit mosaik, yakni adanya bercak kuning pada daun. Penyakit ini disebabkan oleh Tobacco Mozaik Virus (TMV). Penularan virus ini biasanya doilakukan oleh serangga.

b) Penyakit kerdil pada padi yang memunculkan perkembangan tumbuhan pada padi terhambat. Penyakit ini disebabkan oleh virus tungro.

c) Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) menyerang pohon jeruk dan menghancurkan pembuluh tapis (floem) sehingga kulit pohon menjadi terkelupas dan akibatnya menjadi kering.

d) Penyakit Tristeza pada tumbuhan jeruk disebabkan virus Tristeza.

 

3) Virus yang menyerang Hewan

Banyak penyakit pada binatang yang disebabkan oleh virus. Beberapa penyakit pada binatang yang disebabkan oleh virus diantaranya selaku berikut.

a) Rabies (anjing gila) disebabkan oleh virus Neurotrop yang lazim menyerang anjing, kera, kucing dan manusia.

b) Tetelo atau sampar ayam pada unggas disebabkan oleh virus Newcastle Disease Virus (NCD). Virus ini ialah virus yang berskala cukup besar, yakni sekitar 150nm – 300 nm.

c) Penyakit verbal dan kuku pada ternak sapi dan kerbau disebabkan oleh virus Foot and Mouth Disease (FMD).

d) Cacar pada sapi disebabkan oleh virus Vaccinia.

 

Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Virus

Penyakit infeksi yakni penyakit yang disebakan oleh virus, bakteri, benalu dan jamur. Beberapa penyakit infeksi yang paling berbahaya di Indonesia yang disbebakan oleh virus anatara lain antrax, diare, demam berdarah, demam chikungunya, flu burung, hepatitis, leptospirosis, polio, SARS, dan rabies. Hal utama yang mesti dikenali dalam upaya pencegahan infeksi virus yakni mengenali cara penularan penyakit tersebut. Beberapa penyakt ada yang ditularkan lewat kontak eksklusif dengan orang atau darah dan cairan badan orang yang terkena infeksi lewat alat mirip jarum suntik bareng transfusi darah, alat kedokteran, lewat udara, dan ada pula yang ditularkan lewat vektor atau mediator binatang (Manickam, 2013, hlm 67).

 

Penyakit infeksi sebenarnya lebih gampang dicegah kalau kita disiplin menerapkan tindakan pencegahan. Beberapa kiat untuk menghambat terkena penyakit infeksi (Manickam, 2013, hlm. 68), antara lain;

a) Jauhi penderita penyakit yang gampang menular lewat kontak, misalnya Coronavirus (covid-19), flu, cacar air, atau lainnya, gunakan masker dan tentukan tidak memakai barang pribadi milik penderita penyakit yang tercemar virus.

b) Cucilah tangan sebelum, selama dan sehabis mengerjakan segala aktivitas.

c) Memutus siklus hidup nyamuk demam berdarah dan nyamuk yang lain dengan gerakan 4 M (Menguras, Menutup, Mengubur, dan Menggunakan anti nyamuk).

d) Hindari kontak dengan binatang yang mungkin menjinjing penyakit berbahaya.

e) Jagalah kebersihan dan kesehatan binatang peliharaan.

f) Makanlah makanan yang kaya antioksidan dan multivitamin A, C dan E.

g) Pastikan sudah mendapat imunisasi yang dibutuhkan.

h) Jika berobat kedokter bahkan mesti dirawat tentukan jarum suntik, alat infus atau alat kedokteran yang lain dalam kondisi gres dan steril.

i) Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

 

Tindakan atau upaya yang paling efektif untuk menghambat penyakit yang disebabkan oleh virus yakni vaksinasi. Vaksinasi atau yang lazim disebut imunisasi berencana menghambat seseorang khususnya bawah umur tidak menderita penyakit tertentu, utamanya penyakit yang disebabkan oleh virus.

 

Manfaat vaksin yang paling fundamental yakni selaku upaya menghambat penyakit menular. Hal ini lantaran vaksin sanggup menyediakan badan Anda pertahanan dan proteksi dari banyak sekali penyakit infeksi yang berbahaya. Sebagaimana dikenali Vaksin yakni zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh. Vaksin sanggup merangsang badan agar menciptakan antibodi yang sanggup melawan kuman penyebab infeksi. Vaksin mengandung virus atau bakteri, baik yang masih hidup maupun yang sudah dilemahkan. Vaksinasi sanggup diberikan dalam bentuk suntikan, tetes minum, atau lewat uap (aerosol).

 

Berikut ini yakni beberapa faedah vaksin yang penting bagi tubuh: 1) Mencegah penyebaran penyakit. Tidak cuma melindungi badan dari serangan penyakit serius, pinjaman vaksin juga sanggup menolong menghambat penyebaran penyakit. 2) Melindungi dari risiko janjkematian atau cacat. Pemberian vaksin terbukti sanggup menurunkan risiko seseorang terkena banyak sekali penyakit yang sanggup memunculkan janjkematian maupun kecacatan. Misalnya, pinjaman vaksin cacar pada bawah umur sanggup menolong menghambat mereka terserang cacar di kemudian hari. Pemberian vaksin campak dan rubela yang sanggup menolong menurunkan risiko penularan virus tersebut dari ibu hamil terhadap janin dalam kandungan maupun terhadap bayi yang gres lahir.

 

Berikut ini beberapa macam vaksin atau imunisasi bisa memberi proteksi terhadap penyakit tertentu sesuai jenis vaksinnya, antara lain:

·         Vaksin Covid untuk menghambat virus Coronavirus (covid-19). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/12758/2020 sudah pastikan vaksin Corona yang beredar di Indonesia. Jenis vaksin COVID-19 yang dipakai di Indonesia yakni vaksin yang dibuat PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.

·         Vaksin hepatitis B untuk menghambat virus Hepatitis B yang sanggup menyerang dan menghancurkan hati serta memicu kanker hati.

·         Vaksin hepatitis A untuk menghambat radang hati lantaran virus hepatitis A.

·         Vaksin polio untuk menghambat serangan virus polio yang sanggup memicu kelumpuhan.

·         Vaksin BCG untuk menghambat tuberkulosis paru, kelenjar, tulang dan radang otak yang dapat memunculkan janjkematian atau kecacatan.

·         Vaksin DPT untuk menghambat penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Penyakit difteri sanggup memicu pembengkakan dan penyumbatan jalan napas, serta mengeluarkan racun yang sanggup melumpuhkan otot jantung. Penyakit Pertusis sanggup memicu infeksi jalan masuk napas berat, sedangkan kuman tetanus bisa mengeluarkan racun yang menyerang saraf pada otot, sehingga otot menjadi kaku.

·         Vaksin campak untuk menghambat penyakit campak yang sanggup memunculkan radang paru berat (pneumonia), diare, atau gangguan otak.

·         Vaksin Hib dan pneumokokus (PCV) sanggup menghambat infeksi jalan masuk napas berat (pneumonia) dan radang otak (meningitis).

·         Vaksin influenza untuk menghambat influenza berat.

·         Vaksin tifoid sanggup menghambat penyakit demam tifoid berat.

·         Vaksin MR sanggup menghambat penyakit morbili (campak) dan rubela (campak Jerman).

·         Vaksin cacar air (varisela) untuk menghambat penyakit cacar air.

 

Demikian Penejelasan materi mengenai struktur, replikasi dan tugas virus dalam kehidupan. Semoga ada manfaatnya, terima kasih.


= Baca Juga =