Syekh Ali Jaber Pernah Beri Pesan Begini Apabila Menemui Malam Jumat Dan Hari Jumat

Syekh Ali Jaber Pernah Beri Pesan Begini Jika Menemui Malam Jumat dan Hari Jumat Syekh Ali Jaber Pernah Beri Pesan Begini Jika Menemui Malam Jumat dan Hari Jumat

Suatu dikala almarhum Syekh Ali Jaber berpesan ibadah paling utama di malam Jumat dan hari Jumat merupakan membaca shalawat . 

“Perbanyak aktsiruu alayya minash sholaati yaumal jumu’ah,” tuturnya.

“Perbanyaklah bershalawat kepadaku, di hari Jum’at,” jelasnya.

Menurutnya, kita boleh meninggalkan dzikir dengan lebih memperbanyak shalawat. “Bisa di malam Jumat dan hari Jumat,” tegasnya. 

“Jadi saya mohon, sehari sarat di dalam perjalanan, di manapun kita berada, bershalawatlah terhadap Nabi Muhammad SAW, Pakai sayyiduna, tidak pakai sayyiduna boleh, mau panjang (lafadznya) atau pendek boleh,” lanjutnya.

Membaca shalawat merupakan salah satu perintah Allah sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 56 berikut:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kau untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS Al-Ahzab ayat 56)

Bershalawat artinya, kalau tiba dari Allah mempunyai arti sumbangan rahmat, dari malaikat mempunyai arti memintakan ampunan, dan kalau dari orang-orang mukmin mempunyai arti berdoa supaya diberi rahmat.

Shalawat memiliki banyak kelebihan yang hendak didapat oleh orang-orang yang mengamalkannya.

Pertama, dikabulkan doanya. Rasulullah SAW bersabda:

سمعَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ رجلًا يَدعو في صلاتِهِ لم يُمجِّدِ اللَّهَ تعالى ولم يُصلِّ علَى النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ عجِلَ هذا ثمَّ دعاهُ فقالَ لَهُ أو لغيرِهِ إذا صلَّى أحدُكُم فليَبدَأ بتَمجيدِ ربِّهِ جلَّ وعزَّ والثَّناءِ علَيهِ ثمَّ يصلِّي علَى النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ ثمَّ يَدعو بَعدُ بما شاءَ

“Apabila salah seorang di antara kau membaca shalawat, hendaklah dimulai dengan mengagungkan Allah Azza wa Jalla dan memuji-Nya. Setelah itu, bacalah shalawat terhadap Nabi. Dan sehabis itu, barulah berdoa dengan doa yang dikehendaki.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Kedua, dijanjikan pahala berlipat. Rasuullah SAW bersabda:

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Ketiga, diangkat derajatnya.

مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً صلَّى اللَّهُ عليهِ عشرَ صلَواتٍ ، وحُطَّت عنهُ عشرُ خطيئاتٍ ، ورُفِعَت لَهُ عشرُ درجاتٍ

“Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula’.” (HR Ahmad).

Keempat, dikumpulkan di nirwana bareng Nabi. Rasulullah SAW bersabda:

وعن ابن مسْعُودٍ أنَّ رسُول اللَّهِ ﷺ قَالَ: أَوْلى النَّاسِ بِي يوْمَ الْقِيامةِ أَكْثَرُهُم عَليَّ صَلاَةً رواه الترمذي

“Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari selesai zaman merupakan yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).

Kelima, mendapat syafaat Nabi.

وعن عبدِ الله بن عمرو بن العاص رضي الله تعالى عنهما أنّه سَمِعَ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول: «إذا سَمِعْتُمُ النِدَاءَ فقولوا مثلَ ما يقولُ، ثمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فإنّه مَنْ صَلّى عَلَيَّ صلاةً صلى اللهُ عليه بها عَشْرَا، ثمّ سلوا اللهَ ليَ الوَسِيْلَةَ، فإنّها مَنْزِلَةٌ في الجنّة لا تنبغي إلاّ لِعَبْدٍ مِنْ عباد الله، وأرجو أن أكونَ أنا هو، فَمَنْ سألَ لِيَ الوَسِيْلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَفَاعَةَ» (مسلم)

Dari Abdullah bin Umar, ia mendegar Rasulllah SAW bersabda: “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah menyerupai yang diucapkan muadzin, lalu bershalawatlah kepadaku. Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah terhadap Allah wasilah untukku alasannya merupakan wasilah merupakan sebuat wilayah di nirwana yang tidak akan dikaruniakan, melainkan terhadap salah satu hamba Allah. Dan, saya berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan menjangkau syafaat.” (HR Muslim).


Sumber https://www.kabarmakkah.com

Scroll to Top