√Tata Cara Mandi Junub Bagi Perempuan ,Hikmah Doa

Blog Khusus Doa – Setiap perempuan yang sudah baligh, tentu saja akan mendapat siklus bulanan yang tetap, menstruasi. Selesai menstruasi, seorang Muslimah diwajibkan mandi junub atau masyrakat kita menyebutnya keramas. Untuk yang sudah menikah, mandi junub tampaknya hampir mustahil dilakukan satu bulan sekali. Mungkin sepekan sekali. Mungkin sehari sekali. Nah, bagaimana seorang Muslimah harus melaksanakan mandi junub?

(Pelajari juga: Lafadz Niat Mandi Wajib/Junub Lengkap Arab, Latin dan Artinya)

Tata cara mandi bagi wanita, dibedakan antara mandi junub dan mandi sehabis haid atau nifas. Untuk tata cara mandi junub bagi wanita, sama dengan tata cara mandi bagi laki-laki, hanya saja, perempuan yang mandi junub dibolehkan untuk menggelung rambutnya, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ummu Salamah, ia bertanya:

“Wahai Rasulullah, saya seorang perempuan yang gelungan rambutnya besar. Apakah saya harus membuka gelungan rambutku saat mandi junub?”

Beliau menjawab: “Jangan (kamu buka). Cukuplah kau menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kau telah suci.” (HR. Muslim no. 330).

Doa Niat Mandi Wajib seteah Haid/Mestruasi Lengkap Arab, Latin dan Artinya
* Doa Niat Mandi Nifas dalam Bahasa Arab, Latin dan Artinya
* Niat Doa Mandi Wiladah/Mandi sehabis Melahirkan Lengkap

Sementara untuk mandi alasannya haidh dan nifas, tata caranya sama dengan mandi junub namun ditambahkan dengan beberapa hal berikut ini:

  1. Dianjurkan Menggunakan Sabun.
    Hal ini menurut hadis Aisyah radhiallahu ‘anha, yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal mandi perempuan haid. Beliau menjelaskan:

    “Kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, kemudian wudhu dengan sempurna. Kemudian menyiramkan air pada kepalanya, kemudian menggosok-gosoknya agak keras hingga mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian menyiramkan air pada kepalanya. Kemudian engkau mengambil kapas bermisik, kemudian bersuci dengannya.” (HR. Bukhari no. 314 & Muslim no. 332)

  2. Melepas gelungan, sehingga air dapat hingga ke pangkal rambut
    Hadis di atas merupakan dalil dalam hal ini: “…lalu menggosok-gosoknya agak keras hingga mencapai akar rambut kepalanya..”

    Hadis ini mengatakan tidak cukup dengan hanya mengalirkan air ibarat halnya mandi junub, namun harus juga digosok, ibarat orang keramas menggunakan sampo. Allahu alam.

JIKA ARTIKEL INI BERMANFAAT, SHILAKAN SHARE KE TEMAN-TEMAN KALIAN

Scroll to Top