Tidur Sehabis Sholat Subuh Hukumnya Haram?

cybermoeslem – Mungkin sebagian dari kita pernah dan bahkan sering tidur sesudah melaksanakan sholat subuh, terlebih jikalau hari-hari libur. Saya langsung sering melakukannya :D. Namun setiap kali melaksanakan hal tersebut, orang renta zaman dulu sering kali tidak mengizinkan kita untuk tidur sesudah sholat subuh, yang mana dulu mereka sering memberi alasan kalo sesudah sholat subuh tidur lagi, maka akan jadi orang kurang berakal atau menjadi pelupa.

Entah dasar apa orang renta terdahulu menyampaikan alasan tersebut, namun yang niscaya niat mereka baik dan positif. Lantas bagaimana pandangan para ulama mengenai tidur sesudah sholat subuh? Apakah hal itu haram atau tidak boleh dan atau di perbolehkan?. Untuk lebih jelasnya, marilakah kita bersama-sama simak dan pelajari ulasan berikut ini wacana pedoman tidur sesudah sholat subuh, sebagaimana dilansir dari laman Republika.

Ada dua pendapat menyikapi aturan tidur segera sesudah shalat shubuh. Pandangan yang pertama menyampaikan bahwa, tidur pada jam tersebut diperbolehkan. Menurut pendapat ini, tak ada dalil yang secara tegas melarang tidur usai shalat shubuh. Bahkan berdasarkan Syeh Muhammad Shalih al-Munjid, sebagian kecil sahabat dan tabiin memiliki kebiasaan ini.

Tidur sehabis shubuh, berdasarkan pendapat ini juga, boleh dilakukan selama memang kebutuhannya menuntut demikian. Misal mereka yang terkena serangan susah tidur (imsonia) atau para pekerja yang mendapat shift malam.

Catatan pengecualian ini ibarat pernah disampaikan oleh Imam Ibn al-Qayyim dalam Kitab Zaad al-Ma’ad.

Sementara dinukilkan dari Kitab al-Fawakih ad-Dawani, Imam Malik pernah ditanya soal aturan tidur bakda shalat Shubuh. Ia beropini acara ini tidak haram.

Namun, kembali berdasarkan Syekh al-Munjid, sebagian ulama menghukumi makruh tidur sempurna sesudah menunaikan shalat shubuh. Ini karena, pada waktu itulah, Allah SWT membagikan rezeki bagi para hamba-Nya.

Dalam sebuah hadis riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Hibban, suatu ketika Rasulullah SAW mendapati Fatimah tengah tiduran usai shalat shubuh.

Lalu Rasul berkata,’ Wahai Fatimah bangkit dan saksikanlah rezeki Tuhanmu dan jangan hingga masuk golongan orang lalai, alasannya yaitu bahu-membahu Allah membagi rezeki hamba-Nya semenjak habis munculnya waktu fajar hingga terbit matahari.”

Atas dasar inilah sejumlah ulama memandang aturan tidur sesudah shalat shubuh makruh. Dalam Kitab Ghidza al-Albab’ Syarh Manzhumat al-Albab, Imam as-Sifaraini menyampaikan hendaknya seorang Muslim tidak tidur pada waktu-waktu tersebut.

Imam as-Suyuthi, dalam Kitab Tadzkirahnya menjelaskan tidur pada waktu usai shalat Shubuh yaitu salah satu mengambarkan kefakiran seseorang. Sebab, ibarat hadis riwayat Ahmad, Dawud, dan lainnya, keberkahan umat Muhammad SAW, terletak di awal pagi.

Tidur sehabis shalat Shubuh, memang sudah lazim dilakukan oleh sebagian orang, tak hanya di dalam negeri, kegiatan serupa juga kerap dijumpai di luar negeri. Namun tidak ada keterangan atau dalil yang menyatakan bahwa tidur sesudah sholat subuh itu haram, sebagaimana yang sudah kami paparkan diatas.

Alangkah lebih baiknya, jikalau memang sesudah tamat sholat subuh dan belum ada kegiatan, sebaiknya manfaatkan waktu tersebut untuk mengaji, membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dan/atau melaksanakan hal-hal yang positif lainnya daripada menentukan untuk tidur lagi. Semoga sedikit artikel ini sanggup bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Scroll to Top