Tuntunan Tata Cara Bacaan Niat Shalat Tarawih Dan Witir Berjamaah Sendiri

Tuntunan Tata Cara Bacaan Niat Shalat Tarawih Dan Witir Berjamaah Sendiri – Marhaban ya ramadhan, bulan agung telah tiba mari kita sambut dengan penuh kegembiraan, jangan biarkan ramadhan ini hanya berlalu begitu saja, betapa tidak beruntungnya orang-orang yang mengabaikan bulan ini tanpa di isi serta di manfaatkan oleh hal-hal yang baik ibarat niat shalat tarawih. Dan, betapa ruginya kita kalau pada bulan ini tidak sanggup mendapat sesuatu yang istimewa yaitu pahala yang begitu melimpah ruah.

Berbagai amalan baik itu berupa bacaan atau pekerajaan akan di lipat gandakan pahalanya, maka tidak heran apabila orang-orang islam di luar sana banyak yang memanfaat ramadhan untuk ajang berlomba-lomba menanamkan kebaikan, alasannya ialah begitu agungnya bulan bukan insan yang mengatakannya namun pribadi allah swt yang menciptakan bulan ini paling agung. Maka dari itu mari kita sama-sama jaga semua amal ibadah kita di bulan ramadhan ini termasuk tata cara shalat tarawih jangan hingga tertinggal.

Pengertian Shalat Tarawih

Shalat tarawih berdasarkan bahasa ialah istirahat yang berasal dari lafadz murâwahah artinya saling menyenangkan. Sedangkan berdasarkan istilah tarawih ini yaitu shalat sunnah yang secara khusus di kerjakan hanya pada malam-malam di bulan ramadhan keluar dari itu tidak ada tarawih. Di namakan dengan tarawih sebabnya ialah lantaran orang-orang yang mengerjakannya beristirahat sejenak di antara dua kali salam atau setiap 4 rakaat sebagai mana yang tercantum di dalam kitab Fath al-Bâriy Syarh al-Bukhâriy.

Tuntunan Tata Cara Bacaan Niat Shalat Tarawih Dan Witir Berjamaah Sendiri Tuntunan Tata Cara Bacaan Niat Shalat Tarawih Dan Witir Berjamaah Sendiri

سُمِّيَتِ الصَّلَاةُ فِي الْجَمَاعَةِ فِي لَيَالِي رَمَضَانَ التَّرَاوِيحَ لِأَنَّهُمْ أَوَّلَ مَا اجْتَمَعُوْا عَلَيْهَا كَانُوا يَسْتَرِيحُوْنَ بَيْنَ كُلِّ تَسْلِيمَتَيْنِ .

Artinya : Shalat jamaah yang dilaksanakan pada setiap malam bulan Ramadhan dinamai Tarawih lantaran para sobat pertama kali melaksanakannya, beristirahat pada setiap dua kali salam

Hukum Shalat Tarawih

Sebagai mana yang telah di ketahui bersama bahwa shalat sunnah tarawih ini hukumnya ialah sunnah mu’akad artinya sangat di anjurkan untuk di kerjakan oleh setiap pria dan wanita yang sudah baligh berdasarkan syara’ di setiap malam ramadhan, lantaran hukumnya sunnah kalau di tinggalkan tidak menjadi dosa namun tidak akan mendapat pahala yang begitu besar di dalamnya, namun sebaiknya jangan sekali-kali meninggalkannya meski hanya sekali saja.

Waktu Shalat Tarawih

Seperti yang ada pada pembahasan di atas shalat tarawih ini di kerjakan setiap malam ramadhan, maka tidak ada tarawih di waktu siang, kemudian kapan tepat waktu pelaksanaannya, yaitu setelah isya hingga terbitnya fajar atau subuh, tetapi lebih utama di kerjakan sehabis selesai shalat isya dan ba’diah di lanjut shalat tarawih dan di utamakan juga di kerjakan di penghujung malam. Selain itu kalau seseorang belum melakukan shalat isya maka tidak bolaeh untuk tarawih lantaran tidak akan sah tarawihnya sebagai mana yang di katakan oleh Syaikh Yusuf Ibn Ibrahim al-Ardabiliy.

وَالتَّـرَاوِيْحُ عِشْرُوْنَ رَكْـعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيْمَاتٍ , وَلَوْ صَـلَّى أَرْبَعًا بِتَسْلِيْمَةٍ أَوْ قَبْلَ فَرْضِ الْعِشَاءِ بَطَلَتْ .

Artinya : Shalat Tarawih dikerjakan 20 rakaat dengan 10 salam. Seandainya seseorang shalat 4 rakaat dengan satu salam, atau ia shalat Tartawih sebelum shalat fardhu Isya maka batal shalat Tarawihnya

Tata Cara Shalat Tarawih Dan Bacaan Niatnya

Dalam pelaksanaan shalat tarawih bekerjsama sama dengan shalat pada umumnya yaitu di awali dengan niat di akhiri salam, syarat dan rukunnya juga tidak ada perbedaan. Tetapi yang membedakannya ialah jumlah rakaatnya saja, kalau umumnya shalat sunnah boleh di kerakan 2 rakaat 12 rakaat, tetapi pada tarawih ii rakaatnya di tentukan, namun ada sedikit perbedaan pendapat yang terjadi di kalnagn masyarakat ada yang mangatakan 8 rakaat dengan witir 3 rakaat, ada yang 20 rakaat di tambah witir ada juga 36 rakaat ibarat yang di laksanakan di madinah.

Dalam hal ini perlu kita menyikapi secara cermat baik itu dari dalil-dalil dan pendapat para ulama-ulama dalam kitabnya. Sampai hari ini kami hanya menemukan bahwa shalat tarawih ini di laksanakan sebanyak 20 rakaat dengan di tambah witir dan salam setiap 2 rakaat, bahkan banyak hadits yang menyampaikan hal ini serta ulama pun menyepakatinya. Sedangkan yang 8 rakaat mungkin melihat pada hadits dari Sayyidah Aisyah yang berbunyinya.

ما كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَزِيْدُ فِى رَمَضَــــانَ وَلاَ فِى غَــيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشَرَةَ رََكْعَةً ، يُصَلِّى اَرْبَعًا فَلاَ تَسْـاَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُوْلِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّى اَرْبَعًا فَلاَ تَسْــاَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلِهِنَّ ثُمَّ يُصَــلِّى ثَلاَثًا ، فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ اَنْ تُوْتِرَ ؟ فَقَالَ : يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامُ وَلاَ يَـــــنَامُ قَلْبِى . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Tiadalah Rasulullah saw. menambah pada bulan Ramadlan dan tidak pula pada bulan lainnya atas sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan Anda bertanya wacana kebagusan dan panjangnya. Kemudian dia salat empat rakaat dan jangan Anda bertanya wacana kebagusan dan panjangnya. Kemudian dia salat tiga rakaat. Kemudian saya (Aisyah) bertanya, “Wahai Rasulullah, adakah Tuan tidur sebelum salat witir?” Beliau bersabda, “Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, sedang hatiku tidak tidur.” (HR.Bukhari)

Syekh Muhammad bin ‘Allan dalam kitab “Dalilul Falihin” jilid III halaman 659 memaparkan bahwa hadits di atas merupakan hadits wacana shalat witir, alasannya ialah shalat witir tersebut paling banyak hanya sebelas rakaat, dihentikan lebih. Hal itu terlihat dari ucapan Aisyah bahwa Nabi saw, tidak menambah shalat, baik pada bulan Ramadlan atau lainnya melebihi sebelas rakaat. Sedangkan salat tarawih atau “qiyamu Ramadlan” hanya ada pada bulan Ramadlan saja

Sedangkan kalau melakukan shalat tarawih sebanyak 8 rakaat atau 11 dengan witir maka harus di sempurnakan lagi di rumah sebanyak 12 rakaat yang mana nantinya menjadi 23 rakaat beserta witir. Dengan begitu alangkah baiknya kalau kita melksanakan tarawih ini tetap 23 rakaat dengan witir, Adapun untuk niatnya yaitu.

Niat Shalat Tarawih

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunatat tarawihi rak’ataini mustaqhbilal kiblati ma’muuman lillahi ta’aalaa

Artinya : Saya niat shalat sunnah tarawih dua raka’at menghadap kekiblat menjadi makmum lantaran Allah Ta’alaa

Untuk bacaan-bacaan serta gerakan pada shalat tarawih sama dengan shalat lainnya, begitu juga surat yang di baca noleh apa saja mau yang panjang atau pendek. Jika faham hafalan al-qur’an bolah menentukan surat panjang asal di kondisikan dengan keadaan makmum, jangan hingga lantaran terlalu panjang kemudian banyak makmum yang keberatan hingga kesananya menimbulkan malas untuk tarawih, namun kalau ada kesepakatan keduanya maka itu tentu lebih baik.

Nah itulah sekilas pembahasan wacana shalat tarawih yang sanggup anda pelajari untuk menyempurnakan shalat sunnah ramadhan ini, mohon maaf apabila cukup singkat dalam pembahasannya, mudah-mudahan saja sanggup bermanfaat, silahkan pelajari juga semua yang berkaitan dengan tata cara bacaan niat shalat tarawih dan witir lengkap jumlah rakaatnya pengertian, tuliskan dalil wacana boleh dilakukan dengan 20 rakaat, berapa jumlah, bilal pada, 8 rakaat, rukun adalah, hukumnya di sebut juga, tercepat di dunia dan lain sebagainya.

Scroll to Top