Waspada!!! Inilah Aturan Kufur Nikmat.

Waspada!!! Inilah Hukum Kufur Nikmat.

Tidak terhingga begitulah kiranya kata yang sanggup menggambarkan wacana nikmat yang Allah SWT berikan kepada setiap Mahluk Hidup di Dunia Ini.
Begitu banyak nikmat yang terberikan pada hamba-Nya.
Mulai dari nikmat sehat, rasa aman,nyaman, nikmat waktu, nikmat kasih sayang,nikmat harta serta nikmatnya iktikad dan Islam dalam hati, yang sering sekali kita lalai akan nikmat tersebut Hal yan demikian yang harus selalu kita waspadai semoga kita sanggup terhindar dari  kufur nikmat.
Dan salah satu pola kufur nikmat (Orang yang Tidak Menuntut Ilmu Termasuk Kufur Nikmat Ketika Seorang berhenti dari menuntut ilmu Agama atau beliau tidak menuntut ilmu Agama, maka dikatakan orang tersebut kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala.
Nabi shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda:

 ﻧِﻌْﻤَﺘَﺎﻥِ ﻣَﻐْﺒُﻮﻥٌ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﻛَﺜِﻴﺮٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ، ﺍﻟﺼِّﺤَّﺔُ ﻭَﺍﻟْﻔَﺮَﺍﻍُ

Artinya:
”Ada dua kenikmatan yang banyak insan tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari)
Nikmat Iman Islam yang tertanam dalam hati ialah nikmat terbesar yang Allah berikann pada Hamba-Nya Seperti yang telah tertuang dalam Al Quran  QS An Nahl :53.

ﻭَﻣَﺎ ﺑِﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻧِﻌْﻤَﺔٍ ﻓَﻤِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ

Artinya :
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya) ” (QS. An Nahl: 53)
Namun terkadang sebagai insan kita lalai dalam mensyukuri nikmat-Nya. Bahkan yang lebih berbahaya mungkin tanpa disadari kita justru membenci apa yang Allah berikan kepada kita.

Contoh terbanyak yang sanggup menciptakan seseorang mnjadi kufur nikmat ,disebabkan oleh himpitan ekonomi, tanpa disadari menghilangkan rasa syukur atas nikmat nikmat yang lain yang telah Allah berikan.
Hingga tanpa disadari kita telah menjadi Orang yang Kufur Nikmat.
Na’udzubillah tsuma Na’udzubillah min dzaliik.
Baca juga:Pengertian Muhasabah serta Mannfaat Muhasabah Diri
Perlu kita ketahui bersama bagaimana sebenarny Hukum kufur nikmat.
Pengertian dan Hukum kufur Nikmat
Pengertian kufur nikmat adalah
memakai kenikmatan yang telah Allah berikan pada jalan-jalan yang tidak diridhai oleh Allah dan enggan mengucapkan alhamdulillah.
(Imam al-Ghazali)
Definisi kufur nikmat ialah perilaku tidak cendekia bersyukur dan tidak sadar bahwa sudah terlalu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada diri kita.
Didalam Alquran dijelaskan:

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Artinya:
“Dan Dia telah menunjukkan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kau mohonkan kepadanya. Dan bila kau menghitung nikmat Allah, tidaklah sanggup kau menghinggakannya. Sesungguhnya insan itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34)
Sebagai Manusia yag beriman sudah niscaya memahami bahwa bersyukur terhadap nikmat-Nya merupakan suatu hal yang wajib.
Dan Rasa syukur sanggup diaplikasikan
Baik itu secara verbal maupun dengan perbuatan.
Hukum mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kita dan larangan bersikap kufur terhadap-Nya termaktab dalam Al Alquran :

ﻓَﺎﺫْﻛُﺮُﻭﻧِﻲ ﺃَﺫْﻛُﺮْﻛُﻢْ ﻭَﺍﺷْﻜُﺮُﻭﺍ ﻟِﻲ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻜْﻔُﺮُﻭﻥِ

Artinya:
“Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur. ” (QS. Al Baqarah: 152)
Pengertian kufur Nikmat
Dalam istilah syariat, definisi kufur berarti tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya.
disini betarti tidak mensyukuri nikmat yang dilimpahkan oleh-Nya juga termasuk dalam perbuatan kufur.
Contoh kufur nikmat yang mungkin sering kita lalaikan yaitu tidak Mensyukuri Nikmat rezeki yang Allah berikan baik secara lisan, hati maupun perbuatan dan justru memakai atau membelanjakan menuju jalan kemaksiatan yang sanggup menjauhkannya dari Allah SWT.
Perbuatan yang tidak baik tersebut akan menjauhkan pelakunya dari beriman kepada Allah swt, sehingga dengan simpel dan enteng meninggalkan sholat dan kewajiban lainnya terhadap Allah swt.
Perbuatan maksiat yang kontinue dilakukan sanggup mendatangkan marah atau adzab Allah SWT.
Sebagaimana  firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 112 dan 113 :

ﻭَﺿَﺮَﺏَ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻣَﺜَﻠًﺎ ﻗَﺮْﻳَﺔً ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺀَﺍﻣِﻨَﺔً ﻣُّﻄْﻤَﺌِﻨَّﺔً ﻳَﺄْﺗِﻴﻬَﺎ ﺭِﺯْﻗُﻬَﺎ ﺭَﻏَﺪًﺍ ﻣِّﻦ ﻛُﻞِّ ﻣَﻜَﺎﻥٍ ﻓَﻜَﻔَﺮَﺕْ ﺑِﺄَﻧْﻌُﻢِ ﭐﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺄَﺫَٰﻗَﻬَﺎ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻟِﺒَﺎﺱَ ﭐﻟْﺠُﻮﻉِ ﻭَﭐﻟْﺨَﻮْﻑِ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ۟ ﻳَﺼْﻨَﻌُﻮﻥَ .
ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺂﺀَﻫُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِّﻨْﻬُﻢْ ﻓَﻜَﺬَّﺑُﻮﻩُ ﻓَﺄَﺧَﺬَﻫُﻢُ ﭐﻟْﻌَﺬَﺍﺏُ ﻭَﻫُﻢْ ﻇَٰﻠِﻤُﻮﻥَ

Artinya:
“Dan Allah telah menciptakan suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya kondusif lagi tenteram, rizkinya tiba kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah.
Karena itulah Allah mengenakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.
Dan bersama-sama telah tiba kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya. Karena itu, mereka dimusnahkan oleh azab Ilahi dan mereka ialah orang-orang yang zalim”.

Dan dalam QS: AL Qashas Allah ta’ala berfirman :

ﻓَﺨَﺴَﻔْﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﻭَﺑِﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻓَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﻓِﺌَﺔٍ ﻳَﻨْﺼُﺮُﻭﻧَﻪُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻨْﺘَﺼِﺮِﻳﻦَ

Artinya:
“Maka Kami benamkanlah Qorun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap adzab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). “(QS. Al Qashash : 81).
Demikianlah akibat bagi orang-orang yang kufur terhadap nikmat Allah.
Dari Ayat diatas sanggup kita ambil pelajaran bila seberapapun nikmat yang kita peroleh berupa rezeki ,wajib untuk kita syukuri dengan sepenuh Hati.
Demikian tadi ulasan mengenai aturan kufur nikmat yang sanggup Anda ketahui dan Kita pahami bersama Semoga kita sesama saudara seiman dilindungi serta dijauhkan dari perbuatan jelek berupa kufur terhadap Nikmat-Nya, dan menjadi hamba yang cendekia bersyukur lewat verbal Hati dan perbuatan.

Scroll to Top